Dia Mengenal Kita

Ayat bacaan: 2 Tim 2:19
===================

Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.”


Bagi orang2 yang berkecimpung di dunia marketing, pengenalan tipe2 konsumen atau calon konsumen merupakan hal yang mutlak. Kenapa? karena orang memiliki sikap, tingkah laku dan sifat yang berbeda2. Artinya, dengan mengetahui sifat dan kepribadian calon konsumen, mereka dapat melakukan approach atau pendekatan yang paling tepat agar apa yang mereka tawarkan dapat diterima dengan baik. Jangan berpikir dulu soal keberhasilan menjual, terkadang untuk mendekati konsumen pun sudah sulit. Makanya strategi yang mengedepankan empati, different approach for different person merupakan sebuah strategi yang sangat menentukan keberhasilan seorang salesman atau businessman.

Pernahkah anda berpikir, betapa luar biasanya Tuhan. Tak terhitung banyaknya manusia di bumi ini sejak Adam dan Hawa. Tapi Dia mampu mengenal anak2Nya satu persatu, dengan milyaran kepribadian, sifat atau tingkah laku. Sayangnya banyak orang mengabaikan hal ini, dan menuduh sebaliknya, Tuhan tidak peduli atau tidak mengenal siapa dia, hanya karena kemauannya tidak atau belum dipenuhi. Cara pikir Tuhan tidaklah sama dengan cara pikir kita. Apa yang kita inginkan belum tentu merupakan hal yang terbaik bagi kita. Orang tua bijaksana akan tahu bagaimana memperlakukan anak2nya sesuai dengan sifat mereka masing2. Bertindak adil bukanlah pukul rata memperlakukan semua anak dengan kondisi yang sama, tapi bagaimana memperlakukan mereka, mengajarkan mereka, menegur mereka, berdasarkan siapa mereka sebenarnya. Orang tua yang bijaksana pasti mengenal karakteristik masing2 anak mereka. Kembar sekalipun, orang tua yang bijaksana akan mampu membedakan kepribadiannya.

Seperti itulah cara Tuhan dalam mendidik kita. Sedikit kesaksian, saya termasuk orang yang sulit percaya tanpa adanya bukti2 kasat mata, yang harus saya lihat sendiri. Seeing is believing. Itulah saya sejak lahir. Sampai usia 30 tahun, saya tidak pernah dapat memegang teguh sebuah kepercayaan, karena saya merasa belum pernah melihat apapun secara nyata. Sebenarnya, Tuhan tidak perlu repot2 meyakinkan saya untuk mengenal siapa Yesus. Siapakah saya? ?Orang paling hebat? tidak. Orang paling pintar? tidak. Orang paling kaya? tidak. Orang paling bijaksana? tidak. Masih banyak yg lebih dari saya di dunia ini. Tidak ada apapun yang bisa saya banggakan untuk repot2 dipilih Tuhan, tapi…yes! Dia tetap peduli. He really care. Tuhan tahu karakter saya, dan Dia datang pada saya, menunjukkan siapa Dia sebenarnya, sesuai dengan sifat saya. Hal2 yang tadinya supranatural, yang menurut saya cuma karangan orang, atau katakanlah propaganda, sekarang terjadi dengan nyata, didepan mata saya sendiri. Ada banyak hal2 pada saat itu, bahkan sebelum saya lahir baru, yang saya alami terlebih dahulu sebelum akhirnya saya temukan ayatnya di alkitab. Tuhan secara langsung menuntun saya untuk menerima Yesus sebagai juru selamat saya, sesuai dengan karakteristik saya. Bayangkan, kenapa Tuhan harus repot2 seperti itu? Simply, karena anugrahNya. Tuhan begitu mengasihi setiap kita, anda dan saya, dan ya, dia sangat mengenal kita secara pribadi. Dengan itu s Dia tahu apa yang kita butuhkan. Dengan itu semua, masih adakah alasan untuk tidak bersyukur dan memberikan yang terbaik dalam hidup ini bagi kemuliaan Tuhan?

Seperti orang tua bijaksana yang mengenal dan mengasihi anak2nya, demikian pula Tuhan mengenal pribadi setiap kita.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment