Dhaka Siap Sambut 250 Peserta The 2nd International Conference on Local Government 2015

national memorialIBUKOTA Dhaka di Bangladesh kini bersiap untuk menjadi tuan rumah bagi perhelatan internasional bertajuk The 2nd International Conference on Local Government 2015. Sebuah agenda pertemuan internasional telah dirancang bangun oleh Municipal Association of Bangladesh (MAB) dan acara ini akan berlangsung di Hotel Sonargaon di Dhaka, tanggal 27-28 Maret 2015 mendatang. Sonargaon berlokasi kurang lebih 29 km dari jantung Ibukota Dhaka dan merupakan salah satu kota tertua Bangal. (Baca juga:  Dhaka will Host 250 Participants for the 2nd International Conference on Local Government 2015) Menurut Sekretaris Jenderal MAB sekaligus Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi, maksud diadakannya perhelatan internasional bertajuk The 2nd International Conference on Local Government 2015 antara lain adalah mempromosikan pemerintahan daerah, baik dalam skala lokal maupun internasional. Acara itu akan dibesut melalui berbagai macam program acara seperti lokakarya, technical session, dan diskusi mengenai best practices dan tema-tema lain yang berkaitan. MAB, kata Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi, asosiasi pemerintahan kota di seluruh kawasan Bangladesh dan berdiri sejak tahun 2003. Salah satu misinya adalah membangun jaringan kerjasama antara pemkot lokal baik di lingkup nasional Bangladesh maupun tataran internasional dengan berbagai pihak, termasuk di antara United Cities and Local Governments (UCLG). Membalas email Sesawi.Net, Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi mengaku sangat optimis kalau hajatan internasional ini akan mendapat sambutan hangat dari para, baik dari kalangan pejabat pemerintahan Bangladesh maupun organisasi internasional. Para menteri Bangladesh terkait, anggota parlemen, para dubes negara-negara sahabat, perwakilan/utusan lembaga-lembaga internasional, media dan berbagai kelompok lainnya dipastikan akan hadir mengikuti agenda berlabel The 2nd International Conference on Local Government 2015. Acaranya, kata Mr. Shamim Al Razi, telah dirancang akan berlangsung dalam 10 sesi pertemuan. Pihaknya juga telah mengundang Sekjen United Cities and Local Goverments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi untuk menghadiri pertemuan penting di kawasan Asia Selatan ini. (Baca juga: Menyuarakan Kepentingan Asia Pasifik di Forum Internasional: The 1st Retreat UCLG di Barcelona (2) Kepada Sesawi.Net sebelum bertolak menuju Barcelona untuk mengikuti The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners 9-13 Maret 2015 di Spanyol, peraih gelar doktor di bidang urban engineering dari University of Tokyo ini menyatakan diri akan datang ke Dhaka mengikuti pertemuan penting di kawasan Asia Selatan. (Baca juga:  Barcelona Sambut The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners (1) Bahkan tak kurang, Presiden Bangladesh Abdul Hamid juga akan datang menyambut tetamu delegasi internasional ini pada hari pembukaan konferensi. Sementara, Ketua Parlemen Bangladesh dijadwalkan akan memberi closing notes pada sesi penutupan konferensi. “Jadi, prinsipnya semua undangan kami harap datang mengikuti konferensi ini,” kata Walikota Dhaka ini. Dari sudut kepentingan Bangladesh Berbincang dengan Sesawi.Net tentang konferensi internasional dari sudut pandang Bangladesh sebagai tuan rumah, Walikota Dhaka sekaligus Sekjen MAB Mr. Shamim Al Razi menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Ibukota Dhaka semakin berkembang menjadi kota metropolis dan menjadi magnet kuat bagi para penduduk desa untuk ‘cabut desa’ dan berbondong-bondong ke kota. “Urbanisasi berjalan sangat cepat di Dhaka, sampai mencapai angka 54%. Jadi, inilah saatnya bagi kami untuk menata kembali agar masalah ini menjadi perhatian besar bagi pemerintahan kota di seluruh kawasan Bangladesh,” kata dia. Secara konstitusional, tambah dia, Bangladesh sebenarnya punya perhatian besar akan pemberdayaan pemerintahan daerah namun pada kenyataannya prinsip tersebut susah menjangkau ke akar rumput. Karena itu, desentralisasi kekuasan menjadi issue penting di Bangladesh. “Kami sudah merintis jalan itu sejak Konferensi pertama tahun 2013 lalu dan kala itu respon besar sudah muncul. Sekarang, kami ingin melanjutkan lagi di forum sama pada bulan Maret 2015 ini,” tandasnya menjawab email Sesawi.Net. Selain menjadi Ibukota Bangladesh dan kota pemerintahan, Dhaka juga menjadi kota terbesar di negara dengan mayoritas penduduk muslim ini. Secara geografis, Dhaka ini terletak di antara dua sungai besar yakni Gangga dan Brahmaputra. Menggulung kisah panjang sejarah kebudayaan dan tradisi yang menarik, Dhaka sudah lama dikenal sebagai kota dengan ‘seribu mesjid’ and kain mori. “Sekarang ini, Ibukota Dhaka sudah berkembang menjadi kota besar dengan jumlah populasi tak kurang dari 8,5 juta jiwa dan menjadi kota penghubung dari dan ke daerah lainnya di bidang industri, politik, kebudayaan, dan pendidikan,” terang Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi. Pengaruh Islam yang begitu kuat di Dhaka antara lain muncul melalui kota ‘seribu mesjid’ dan beberapa ornamen gedung bernafaskan arsitektur Islam. Termasuk di dalamnya adalah Mesjid Besar Baitul Mukarram, bangunan abad ke-17 the Seven Domed Mosque, Star Mosque (abad ke-18), Mesjid Chawkbazar dan Mesjid Huseni Dalan. Di Ibukota negara ini berdiri pula Universitas Dhaka yang sudah eksis sejak tahun 1921; beberapa sekolah teknik dan sejumlah  museum juga tersebar di beberap penjuru di Ibukota Dhka. “Curzon Hall adalah salah satunya; nama ini diambil dari tokoh bernama Lord Curzon dan kini menjadi Gedung Fakultas Ilmu Pengetahuan Universitas Dhaka,” jelas Shamim. Simbol penting dari nasionalisme Bengali tercermin dari the Central Shahid Minar Monument yang dibangun tahun 1952 guna memperingati para pejuang. Photo credit: MAB’s Secretary General Mayor Shamim Al Razi

national memorial

IBUKOTA Dhaka di Bangladesh kini bersiap untuk menjadi tuan rumah bagi perhelatan internasional bertajuk The 2nd International Conference on Local Government 2015. Sebuah agenda pertemuan internasional telah dirancang bangun oleh Municipal Association of Bangladesh (MAB) dan acara ini akan berlangsung di Hotel Sonargaon di Dhaka, tanggal 27-28 Maret 2015 mendatang.

Sonargaon berlokasi kurang lebih 29 km dari jantung Ibukota Dhaka dan merupakan salah satu kota tertua Bangal. (Baca juga:  Dhaka will Host 250 Participants for the 2nd International Conference on Local Government 2015)

Menurut Sekretaris Jenderal MAB sekaligus Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi, maksud diadakannya perhelatan internasional bertajuk The 2nd International Conference on Local Government 2015 antara lain adalah mempromosikan pemerintahan daerah, baik dalam skala lokal maupun internasional. Acara itu akan dibesut melalui berbagai macam program acara seperti lokakarya, technical session, dan diskusi mengenai best practices dan tema-tema lain yang berkaitan.

MAB, kata Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi, asosiasi pemerintahan kota di seluruh kawasan Bangladesh dan berdiri sejak tahun 2003. Salah satu misinya adalah membangun jaringan kerjasama antara pemkot lokal baik di lingkup nasional Bangladesh maupun tataran internasional dengan berbagai pihak, termasuk di antara United Cities and Local Governments (UCLG).

Karjon Hall, Dhaka University, Bangladesh (Ist)

Membalas email Sesawi.Net, Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi mengaku sangat optimis kalau hajatan internasional ini akan mendapat sambutan hangat dari para, baik dari kalangan pejabat pemerintahan Bangladesh maupun organisasi internasional. Para menteri Bangladesh terkait, anggota parlemen, para dubes negara-negara sahabat, perwakilan/utusan lembaga-lembaga internasional, media dan berbagai kelompok lainnya dipastikan akan hadir mengikuti agenda berlabel The 2nd International Conference on Local Government 2015.

Acaranya, kata Mr. Shamim Al Razi, telah dirancang akan berlangsung dalam 10 sesi pertemuan. Pihaknya juga telah mengundang Sekjen United Cities and Local Goverments Asia Pacific (UCLG ASPAC) Dr. Bernadia Irawati Tjandradewi untuk menghadiri pertemuan penting di kawasan Asia Selatan ini. (Baca juga: Menyuarakan Kepentingan Asia Pasifik di Forum Internasional: The 1st Retreat UCLG di Barcelona (2)

Lalbagh Kella, Dhaka

Kepada Sesawi.Net sebelum bertolak menuju Barcelona untuk mengikuti The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners 9-13 Maret 2015 di Spanyol, peraih gelar doktor di bidang urban engineering dari University of Tokyo ini menyatakan diri akan datang ke Dhaka mengikuti pertemuan penting di kawasan Asia Selatan. (Baca juga:  Barcelona Sambut The 1st Retreat for UCLG Secretariats, Committees and Key Partners (1)

Bahkan tak kurang, Presiden Bangladesh Abdul Hamid juga akan datang menyambut tetamu delegasi internasional ini pada hari pembukaan konferensi. Sementara, Ketua Parlemen Bangladesh dijadwalkan akan memberi closing notes pada sesi penutupan konferensi. “Jadi, prinsipnya semua undangan kami harap datang mengikuti konferensi ini,” kata Walikota Dhaka ini.

Dari sudut kepentingan Bangladesh
Berbincang dengan Sesawi.Net tentang konferensi internasional dari sudut pandang Bangladesh sebagai tuan rumah, Walikota Dhaka sekaligus Sekjen MAB Mr. Shamim Al Razi menyebutkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir ini Ibukota Dhaka semakin berkembang menjadi kota metropolis dan menjadi magnet kuat bagi para penduduk desa untuk ‘cabut desa’ dan berbondong-bondong ke kota.

“Urbanisasi berjalan sangat cepat di Dhaka, sampai mencapai angka 54%. Jadi, inilah saatnya bagi kami untuk menata kembali agar masalah ini menjadi perhatian besar bagi pemerintahan kota di seluruh kawasan Bangladesh,” kata dia.

Shahid Minar, Dhaka, Bangladesh (Ist)

Secara konstitusional, tambah dia, Bangladesh sebenarnya punya perhatian besar akan pemberdayaan pemerintahan daerah namun pada kenyataannya prinsip tersebut susah menjangkau ke akar rumput. Karena itu, desentralisasi kekuasan menjadi issue penting di Bangladesh. “Kami sudah merintis jalan itu sejak Konferensi pertama tahun 2013 lalu dan kala itu respon besar sudah muncul. Sekarang, kami ingin melanjutkan lagi di forum sama pada bulan Maret 2015 ini,” tandasnya menjawab email Sesawi.Net.

Selain menjadi Ibukota Bangladesh dan kota pemerintahan, Dhaka juga menjadi kota terbesar di negara dengan mayoritas penduduk muslim ini. Secara geografis, Dhaka ini terletak di antara dua sungai besar yakni Gangga dan Brahmaputra.

Menggulung kisah panjang sejarah kebudayaan dan tradisi yang menarik, Dhaka sudah lama dikenal sebagai kota dengan ‘seribu mesjid’ and kain mori. “Sekarang ini, Ibukota Dhaka sudah berkembang menjadi kota besar dengan jumlah populasi tak kurang dari 8,5 juta jiwa dan menjadi kota penghubung dari dan ke daerah lainnya di bidang industri, politik, kebudayaan, dan pendidikan,” terang Walikota Dhaka Mr. Shamim Al Razi.

Pengaruh Islam yang begitu kuat di Dhaka antara lain muncul melalui kota ‘seribu mesjid’ dan beberapa ornamen gedung bernafaskan arsitektur Islam. Termasuk di dalamnya adalah Mesjid Besar Baitul Mukarram, bangunan abad ke-17 the Seven Domed Mosque, Star Mosque (abad ke-18), Mesjid Chawkbazar dan Mesjid Huseni Dalan.

Dhakeshwari Temple, Dhaka, Bangladesh

Di Ibukota negara ini berdiri pula Universitas Dhaka yang sudah eksis sejak tahun 1921; beberapa sekolah teknik dan sejumlah  museum juga tersebar di beberap penjuru di Ibukota Dhka. “Curzon Hall adalah salah satunya; nama ini diambil dari tokoh bernama Lord Curzon dan kini menjadi Gedung Fakultas Ilmu Pengetahuan Universitas Dhaka,” jelas Shamim.

Simbol penting dari nasionalisme Bengali tercermin dari the Central Shahid Minar Monument yang dibangun tahun 1952 guna memperingati para pejuang.

Ahsan Manzil di Dhaka, Bangladesh

Photo credit: MAB’s Secretary General Mayor Shamim Al Razi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply