Devosi Maria 2012: Shinta Hidayat Yakini dalam Kemiskinan Terselip Yesus (3)

LAIN lagi pengalaman Shinta Hidayat, ibu rumah tangga pengagum berat Beata Bunda Teresa dari Kalkuta. Ia mengawali syeringnya dengan kisah pergumulan batinnya yang dibuat kagum oleh semangat pelayanan Beata Bunda Teresa dari Kalkuta. Saking kagumnya pada tokoh pendiri Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih ini, Shinta Hidayat  rela terbang ke Kalkuta untuk menjadi volunter.  Dia makin terkagum […]

LAIN lagi pengalaman Shinta Hidayat, ibu rumah tangga pengagum berat Beata Bunda Teresa dari Kalkuta. Ia mengawali syeringnya dengan kisah pergumulan batinnya yang dibuat kagum oleh semangat pelayanan Beata Bunda Teresa dari Kalkuta.

Saking kagumnya pada tokoh pendiri Kongregasi Suster-Suster Cinta Kasih ini, Shinta Hidayat  rela terbang ke Kalkuta untuk menjadi volunter.  Dia makin terkagum oleh pernyataan Beata Bunda Teresa yang mengatakan, “Di dalam orang termiskin ada Yesus yang menyamar”.

Semangat dan keyakinan itulah yang ingin dia tiru yakni melayani orang di pinggiran yang memerlukan sapaan kasih.

“Bank” keliling

Sekali waktu dia mengadakan kunjungan di sebuah panti jompo. Mengaku tidak tahan dengan bau pesing yang menyengat, namun dia berusaha tetap ‘tabah’ menghadapi situasi itu. Pun pula ketika berhadapan dengan seorang pasien penderita kanker akut. Lagi-lagi semangat cinta dan teladan hidup Bunda Teresa menjadi pelecut semangatnya.

Hampir sehari dalam sepekan, demikian pengakuan Shinta, bersama kelompoknya dia selalu membawa makanan untuk para pemulung di beberapa titik di kawasan Jakarta Selatan. Untuk tidak membuat para pemulung itu jadi minder, paket makanan lengkap itu mereka jual murah. Namun dia  malah ditegur oleh seorang suster biarawati. Katanya, kalau mau memberi ya memberi saja dan tidak usah menerima imbalan uang.

Teguran itu sekali lagi  menjadi pelecut semangat. Hari-hari kemudian, paket makanan itu dia berikan secara gratis.  Tentu skenario ini tidak bisa berjalan setiap pekan. Akhirnya memunculkan ide tabungan bagi para pemulung. Sekarang, setiap pekan bersama kelompoknya Shinta ibarat “bank berjalan”: mencatat penerimaan dan pengeluaran tabungan. (Selesai)

Photo credit: Royani Lim, istimewa

Artikel terkait:

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply