Derita Sakit Si Buruk Muka Vinicio Riva dalam Dekapan Paus Fransiskus (2)

< ![endif]-->

MENURUT pengakuan Vinico Riva –Manusia Si Buruk Muka—kepada Daily Mail sebagaimana ditulis Hannah Roberts belum lama ini, penyakit neuorofibromatosis telah menjadikan dia menderita sakit selama bertahun-tahun. Itu antara lain karena efek operasi yang telah dia alami selama beberapa kali.

Operasi itu, katanya, dilakukan antara lain terhadap jantung, tenggorokan, mata dan itu semua membuat “saya sering mudah terengah-engah kesulitan nafas.”

Tak jarang pula, ketika benjolan tumor yang di kakinya tiba-tiba pecah, maka seluruh badannya akan segera berlumurah darah. “karena itu, saya selalu membawa T-Shirt cadangan untuk membebat luka-luka saya.”

Menurut pengakuannya juga, adiknya Morenna juga belakangan diketahui mengidap penyakit neuorofibromatosis namun tidak separah seperti yang dia alami. Bahkan almarhum ibunya pun baru mendapatkan penyakit benjolan tumor itu setelah beberapa kali melahirkan.

Benjolan tumor itu baru menyergap tubuhnya, demikian pengakuan Vinicio Riva, setelah dia berumur 15 tahun. Sejak itu, tiba-tiba saja di sekujur tubuhnya tumbuh dipenuhi benjolan tumor dan itu sakit sekali. Sekarang ini nyaris sekujur tubuhnya dipenuhi benjolan tumor itu –tak terkecuali wajahnya—dengan public menamai dia Si Muka Buruk.

Buruk Muka 3

Hanya di bagian leher sebelah kiri saja, benjolan tumor itu tidak tumbuh.

Benjolan daging yang telah mengubur seluruh penampakan kakinya menyebabkan ‘format’ kakinya mengalami sedikit perubahan dan itu membuatnya dia kesulitan dan kesakitan kalau harus berjalan. Ia menggunakan sepeda untuk bisa datang ke kantor dimana dia bekerja. Namun, ketika harus datang ke Vatikan, dia memaksa diri duduk manis di sebuah kursi roda lantaran saking lamanya harus menunggu waktu bisa berjumpa dengan Sri Paus dari jarak dekat.

Gara-gara sakit neurofibromatosis ini, Si Buruk Muka pernah divonis dokter hanya akan bisa bertahan hidup paling-paling umur 30 tahun. Namun, nyatanya alm. ibunya yang juga mengalami penyakit sama malah baru dipanggil Tuhan pada umur 81 tahun.

Ayah kandungnya juga masih hidup sampai kini dan tinggal di Vicenza tak jauh dari rumah Vinicio Riva.

Sekarang ini, Vinicio Riva –Manusia Si Buruk Muka—sudah berumur 53 tahun.

Efek Sri Paus

Berbagai langkah ‘kontroversial’ namun apik karya Sri Paus Fransiskus ini konon sekarang membuat efek domino yang dahsyat dalam tubuh Gereja Katolik Semesta. Konkretya adalah terjadi penambahan angka yang sangat signifikan dalam jumlah umat katolik. Menurut laporan Daily Mail, jumlah pertambahan ini mencapai angka 20 persen di kawasan Eropa (Italia, Spanyol, Perancis), daratan Amerika Utara (AS dan Kanada) dan Amerika Latin.

Langkah Paus Fransiskus yang langsung menohok perhatian dunia –dalam artian positif— pertama kali dia lakukan saat peristiwa pembasuhan kaki para narapidana di sebuah penjara di kota Roma. Ini memang menyalahi tradisi, namun Paus Fransiskus memberi gebrakan baru.

Sejak 8 bulan lalu mengisi kekuasaan Tahta Suci, Paus Fransiskus sudah membuat banyak gebrakan luar biasa. Taruhlah itu misalnya beliau menelpon sendiri orang-orang katolik yang sudah dirundung keputusasaan dan bahkan ‘nekat’ mengundang makan sejumah tuna wisma di Lapangan Santo Petrus Vatikan untuk makan-minum bersamanya.

Buruk Muka 8

Menurut laporan The Italian Centre for Studies of New Religions, sejak Kardinal Jorge Bergoglio menjadi Paus Fransiskus, ribuan dan bahkan jutaan orang kini beramai-ramai lagi mendatangi gereja untuk berdoa dan menghadiri perayaan ekaristi.

Penyakit “Buruk Muka”

Umumnya, orang mengenal jenis penyakit ini dengan sebutan populer Penyakit Gajah.

Sebutan ini mengaju pada pasien penderita penyakit kaki gajah dan buruk muka seperti dialami oleh Joseph Carey Merrick yang konon wajah aslinya menjadi hilang lantaran di sekujur roman mukanya ditumbuhi lebat aneka benjolan daging berupa tumor.

Manusia GajahMenurut Dr. Anand Saggar, ahli penyakit genetics di London, ada dua jenis neurofibromatosis yang selama ini dikenal luas. Vinicio Riva dari Vicenza di Italia Utara besar kemungkinan terjangkit jenis pertama yang ditandai dengan symptom neurofibromas –pembengkakan dan pertumbuhan sel hingga kemudian muncul sebagai benjolan. “Ini bukan kanker dan tidak menular,” kata Hannah Roberts mengutip pernyataan Dr. Saggar.

Kembali pada tokoh Manusia Gajah alias Mr. Merrick. Pada tahun 1986, para dokter menyimpulkan teori baru tentang penyakit Merrick yang disebutnya sebagai pembawa sindrom Proteus – penyakit yang diawali dengan symptom pertumbuhan abnormal pada tulang, kulit dan kepala.

Namun, belakangan pada tahun 2001, para dokter lalu menyimpulkan ulang bahwa Merrick positif menderita neurofibromatosis tipe pertama (NF1) dan sindrom Proteus.

Source/Photo credit: The Daily Mail

Tautan:  Kisah Si Buruk Muka Vinicio Riva dalam Dekapan Paus Fransiskus (1)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: