Depresi Dalam Kegelapan

Ayat bacaan: Kejadian 1:3
=========================
“Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.”

depresi, kegelapan, bunuh diri, terang dunia

Hari ini saya kedatangan tamu, rombongan sepupu dan keponakan saya. Ada sebuah fakta yang cukup mengagetkan yang saya dengar dari salah seorang sepupu saya yang baru kembali dari kunjungan kerja sebulan di Norwegia. Dia bercerita bahwa ada sebuah kota yang ia kunjungi bernama Tromso. Disana perbedaan terang dan gelap bisa begitu ekstrim. Ada banyak hari dimana matahari sama sekali tidak muncul, dan sepanjang hari yang ada hanyalah kekelaman malam. Yang mengejutkan saya adalah fakta berikut: bahwa tingkat kematian akibat bunuh diri begitu tinggi disana. Apa yang menyebabkan hal tersebut? Kota itu dilanda kemiskinan tak berujung? Tidak. Banyak orang tertindas? Tidak. Orang tidak punya pekerjaan dan makanan? Tidak. Apa yang menyebabkan tingginya angka kematian akibat bunuh diri disana ternyata adalah depresi. Depresi ini timbul akibat terus menerus berada dalam kegelapan. Ketika itulah saya tiba-tiba diingatkan akan ayat mengenai penciptaan. Tuhan menciptakan terang, maka terang itu jadi.

Ternyata apa yang dikandung ayat ini implikasinya luas, bukan hanya menyangkut kegelapan rohani dan kegelapan terhimpit masalah kehidupan, tapi ternyata kegelapan pun punya dampak langsung dalam kehidupan nyata. Saya sebelumnya tidak menyangka bahwa orang yang terus menerus berada dalam kegelapan ternyata bisa mengakibatkan depresi dalam hidupnya, walaupun mungkin mereka tidak sedang berada dalam kesulitan hidup. Maka ayat di atas pun terasa sangat menggambarkan pentingnya terang di mata Tuhan. Itu adalah salah satu bentuk kasih tak terhingga Tuhan bagi kita yang dikasihiNya: Dia menganugrahkan terang sebagai berkat luar biasa bagi kita. Haleluya!

Kedatangan Tuhan Yesus ke dunia pun berulang kali menyatakan makna penting “terang” bagi kita. Lihatlah bahwa salah satu tujuan kedatangan Yesus ke dunia adalah sebagai terang yang menyinari kehidupan kita. “Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup “ (Yohanes 8:12). Atau lihatlah ayat ini: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya “ (Yohanes 1:4-5). Kita diingatkan untuk terus berjaga-jaga dengan pelita yang tetap menyala. (Lukas 12:35). Betapa Tuhan menyadari bahwa banyak manusia yang terjatuh dalam kegelapan, dan bagaimana bahayanya sebuah kegelapan itu, sehingga Kristus berpesan agar kita mampu menjadi terang dan garam dunia. (Matius 5:13-14). Yesus pun kemudian mengingatkan kita bahwa selama kita percaya pada terang dan terang itu ada pada kita, kita pun menjadi anak-anak terang. (Yohanes 12:36).

Ada saat dimana kita berada dalam kegelapan dan pada saat tertentu seolah-olah sulit melihat setitik cahayapun. Ada kalanya hidup kita akan bertemu dengan kegelapan, baik kegelapan secara rohani, atau ketika kita berjalan dalam kegelapan, bahkan dikala kita dihadapkan seperti contoh kota Tromso diatas, kegelapan yang terus menerus menyelubungi bumi. Ketika hal tersebut kita alami, jangan takut, jangan biarkan depresi menyerang kita, dan jangan pernah putus asa. Ingatlah bahwa bagi Tuhan, kegelapan, kehampaan atau kemustahilan hanyalah lahan subur bagiNya untuk membuat suatu keajaiban. Selalu ada terang dalam diri kita selama kita percaya pada Kristus, Sang Terang Dunia. Dan kegelapan tidak akan bisa mengalahkan Terang. (Yohanes 1:5). Berpeganglah teguh dalam iman akan Kristus, dan biarlah cahaya terangNya menyinari diri kita dan memancar kepada orang lain di sekitar kita.

Gelap hanya akan bisa menang jika terang disingkirkan. Tetap teguh dalam iman dan pengharapan, maka terang Kristus akan tetap ada dalam diri anda

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply