Dengarlah Suara Tuhan

Ayat bacaan: Ulangan 28:6
=====================
“Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.”

mendengar suara Tuhan

Hari raya Imlek adalah sebuah perayaan yang dahulu kala dilakukan oleh para petani di Cina untuk menyambut datangnya musim semi yang didasarkan oleh penanggalan bulan (lunar). Biasanya keluarga berkumpul untuk menyambut datangnya tahun baru. Adalah penting bagi para petani untuk melakukan ritual keagamaan dalam menyambut masuknya tahun baru sehingga hasil panen mereka bisa berhasil kelak di tahun yang baru. Mereka memanjatkan rasa syukur dan doa agar tahun depan bisa mendapatkan rezeki yang lebih banyak. Ada pula kebiasaan yang masih berlanjut hingga hari ini seperti membagi-bagikan “ang pau” kepada anak-anak atau yang belum menikah, yang asalnya merupakan ungkapan rasa syukur dan membagi berkat kepada anak-anak atau yang belum menikah.

Bagi kita umat Kristiani, Tuhan sejak jauh hari telah memberikan janjiNya untuk memberkati kehidupan kita seutuhnya tanpa kekurangan. Mari kita baca Ulangan 28:1-14. “Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu. TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.” (Ulangan 28:3-8). Ini janji Tuhan yang luar biasa pada kita semua. Sayangnya ayat-ayat indah ini seringkali dikutip secara sepihak, sehingga ketika yang terjadi tidak sesuai dengan apa yang tertulis di atas, kita pun dengan mudah menyalahkan Tuhan dan menuduh Tuhan ingkar janji. Padahal untuk menerima berkat-berkat yang dijanjikan itu, ada yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Demikian firman Tuhan: “Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu”(ay 2). Dan kemudian ditegaskan kembali pada penutup perikop ini. “TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia, dan apabila engkau tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri dari segala perintah yang kuberikan kepadamu pada hari ini, dengan mengikuti allah lain dan beribadah kepadanya.” (ay 13-14). Kita diingatkan untuk selalu mendengarkan suara/perintah/firman Tuhan, dan harus senantiasa berjalan lurus sesuai firmanNya, tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan dengan mengikuti allah lain dan beribadah padanya.

Adat istiadat adalah warisan budaya yang memang baik untuk dilestarikan, tapi ingatlah bahwa jangan sampai adat istiadat itu malah lebih penting dari perintah Allah. Yesus sudah mengingatkan demikian: “Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.” Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.” (Markus 7:6-9). Ketika hal ini terjadi, bukan berkat yang kita terima, melainkan kebalikannya, yang tertulis dalam perikop lanjutan dalam Ulangan setelah berkat, yaitu kutuk. (Ulangan 28:15-46).

Adalah penting bagi kita untuk terus taat pada perintah Tuhan, menjaga diri kita untuk tetap berjalan lurus sesuai jalan yang berkenan di hadapan Tuhan, sehingga berkat-berkat yang dijanjikan Tuhan tidak terhalang untuk sampai pada kita. Tuhan tidak menjanjikan segala sesuatu yang sia-sia dan tidak akan pernah ingkar janji. Teruslah berjalan bersama Tuhan, yang akan selalu memberkati anda di kota dan di ladang, memberkati anda memasuki tahun baru hingga tahun berikutnya. Have a prosperous Lunar New Year.


Tuhan mendatangkan berkat bagi yang mendengar suaraNya, sebaliknya mendatangkan kutuk bagi yang melanggar hukumNya dan menyembah ilah lain

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply