cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (4)

Paus Fransiskus dalam audiensi umum 2 April 2018 melanjutkan katekese tentang Sakramen Pembaptisan dengan merenungkan tentang air, sumber kehidupan, dan bahwa tidak mungkin berada bersama Tuhan dan bersama iblis.

Ketika merenungkan tentang simbolisme air yang kuat dan bagaimana air itu merupakan sumber kehidupan dan kesejahteraan, Paus Fransiskus mencatat bahwa tanpa air tidak ada lagi kesuburan dan air bisa menjadi penyebab kematian “ketika ia menenggelamkan segala sesuatu” dan juga menjadi elemen yang membersihkan dan memurnikan.

Paus mengingat banyak contoh dilukiskan dalam Kitab Suci dan dalam Perjanjian Baru di mana Allah mengintervensi atau membuat janji-janji melalui ‘tanda-tanda’ air, termasuk pembaptisan Yesus sendiri di sungai Yordan dan air yang mengalir dari lambung-Nya di kayu salib.

Dengan memberkati air dari kolam baptisan, jelas Paus, Gereja berdoa agar air itu dapat menjadi sumber kehidupan baru di dalam Kristus dan pembersihan dosa melalui pencurahan Roh Kudus.

Melalui Baptisan, lanjut Paus, Gereja meminta Roh Kudus bertindak agar mereka yang menerima Sakramen itu dapat masuk ke dalampencurahan Roh Kudus Kristus yang menyelamatkan, “dan bersama-Nya bangkit menuju kehidupan kekal.” Namun, untuk melakukan hal itu, jelas Paus, “kita harus menolak setan dan semua pekerjaannya.”

Kalau seseorang sudah disucikan oleh wadah pembaptisan, untuk bisa memperoleh akses menuju keselamatan, kata Paus, “seseorang harus membuka hatinya” dan meninggalkan setan. Seraya mengingatkan mereka yang hadir bahwa setan adalah dia yang memecah sementara Tuhan selalu menyatukan, Paus Fransiskus mengatakan bahwa tidaklah mungkin bersama dengan Tuhan dan bersama dengan iblis.

Paus mengatakan, kalau kita memutuskan untuk menjalani jalan hidup dan keselamatan, penting untuk secara aktif menolak iblis dan semua karyanya dan pergi, bersama, dalam iman.

Sebagai tanda keputusan kita untuk menjalani misteri kehidupan baru dan abadi ini, Paus mengatakan, kita dipanggil untuk mewartakan iman kita dan kapan pun kita memberkati diri dengan air suci, kita harus mengingat, dengan rasa syukur, karunia yang kita terima pada hari itu Pembaptisan kita.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.