Dengan Makan Roti Kehidupan, Kita akan Hidup Kekal

hosti roti2 by ist

Kamis, 23 April 2015: Pekan Paskah II

Kis 8:26-40; Mzm 66:8-9,16-17,20; Yoh 6:44-51

Yesus bersabda, “Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Melalui Yesus Kristus, Allah menawarkan kepada kita kehidupan berlimpah. Namun kita harus menyadari bahwa kita dapat kehilangan kehidupan itu bila kita tidak mempunyai iman. Lebih dari manna yang telah diberikan Allah kepada umat Israel Kuno, Ia memberikan kepada ka roti kehidupan yang Yesus tawarkan. Roti kehidupan itu adalah kehidupan di dalam Allah sendiri. Roti itu membuat kita bertahan tak hanya kini tapi juga nanti bahkan secara abadi.

Yesus menawarkan kepada kita kehidupan ilahi yang berlimpah, yakni kehidupan surgawi. Namun kita bisa kehilangan kehidupan surgawi itu bila kita menolaknya. Menolak Yesus Kristus adalah menolak kehidupan abadi itu sendiri, kehidupan bersama Bapa Surgawi selamanya.

Ketika kita mendekat Altar Perjamuan Tuhan dan merayakan Ekaristi, kita berharap menerima penyembuhan, pengampunan, penghiburan, dan keadamaian. Namun Yesus Kristus menyediakan segala rahmat lain yang bahkan lebih dari yang kita harapkan.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mengalami buah mendasar dari menerima Ekaristi yakni kesatuan yang intim dan mesra dengan Yesus Kristus. Ekaristi menguatkan kita untuk berbuat kasih dan memampukan kita kian peka terhadap segala ciptaan yang membuatkan penjagaan kita bahkan kita pun kian berakar dalam cinta Kristus sendiri.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah roti kehidupan yang turun dari surga yang memberikan pula kehidupan abadi kepada kami yang menyambut-Mu. Semoga kami selalu lapar akan roti surgawi dan menemukan di dalamnya kesegaran, kekuataan yang kami butuhkan untuk mengasihi dan melayani Dikau dengan segenap hati.

Semoga kami selalu hidup dalam sukacita, damai dan kesatuan dengan Bapa, Dikau Sang Putra dan Roh Kudus kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: