Demi Murah Hati Dan Tertib Administrasi

13 Juli - RmA 5DIA seorang Ibu yang sedang Koma nafasnya tersengal berbaring di rumah anaknya sempat opnam di rumah sakit namun dokter angkat tangan maka biarlah Tuhan turun Tangan lalu dipanggillah saya hambaNya yang berdosa ini agar mengurapkan Minyak Suci padanya yang tak Berdaya tentu Minyak itu bukan sekadar sembarang minyak melainkan Minyak Suci yang disucikan Tuhan sendiri melalui tangan Bapak Uskup pengganti dan penerus para Rasul dalam Kolegialitas dengan Paus dalam Misa Pemberkatannya bersama para Imam pada Misa Krisma setahun sekali menjelang Kamis Putih maka Pengurapan Suci itu disebut Sakramen Minyak Suci untuk orang Sakit pagi ini saatku sedang Sarapan seorang Wakil Ketua Lingkungan meminta melalui sms : romo selamat Pagi saya mau minta tolong minta Sakramen Perminyaan buat mamahnya tetangga saya + di mana tolong saya dijemput ternyata dia di griya arteri sari itu berarti di Sendangguwo dan satu jam kemudian keluarganya datang menjemputku yang terpincang oleh sebabku sendiri sedang sakit jua ternyata oh ternyata yang Sakit bukan orang Katolik maka kukatakan bahwa syarat untuk menerima agar bisa diurapi Minyak Suci haruslah sudah dibaptis Katolik dan bila yang sudah Katolik pun tak sedang terhalang oleh disposisi perkawinannya kecuali dalam sakratul Maut dan syukurlah karena anak-anaknya yakin – meski mereka bukan Katolik – bahwa Perminyakan Suci adalah tanda Keselamatan maka mereka pun mengijinkan bahwa sang Ibu mesti Diterima terlebih dahulu menjadi anggota Gereja Katolik karena dia sudah dibaptis secara Kristen hingga tak perlu Dibaptis lagi dan begitulah maka Ibu Debora kuterima menjadi Gereja Katolik atas permintaan anakanaknya serentak Perminyakan Suci pula sebelumku diantar pulang kupesankan pada yang Minta agar melaporkan Peristiwa itu ke sekretariat paroki domisilinya dan itu berarti Sendangguwa agar pelayanan murah Hati ini juga ditopang Tertib administrasi semoga Sehatlah jiwa raga dan Selamat pula seturut Kehendak-Nya yang terbaik buat Ibu Debora Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

13 Juli - RmA 5

DIA seorang Ibu
yang sedang Koma
nafasnya tersengal
berbaring di rumah anaknya

sempat opnam di rumah sakit
namun dokter angkat tangan
maka biarlah Tuhan turun Tangan

lalu dipanggillah saya hambaNya
yang berdosa ini
agar mengurapkan Minyak Suci
padanya yang tak Berdaya

tentu Minyak itu bukan sekadar
sembarang minyak
melainkan Minyak Suci
yang disucikan Tuhan sendiri
melalui tangan Bapak Uskup
pengganti dan penerus para Rasul
dalam Kolegialitas dengan Paus
dalam Misa Pemberkatannya
bersama para Imam
pada Misa Krisma setahun sekali
menjelang Kamis Putih

maka Pengurapan Suci itu
disebut Sakramen Minyak Suci
untuk orang Sakit

pagi ini saatku sedang Sarapan
seorang Wakil Ketua Lingkungan
meminta melalui sms
: romo selamat Pagi
saya mau minta tolong
minta Sakramen Perminyaan
buat mamahnya tetangga saya

+ di mana tolong saya dijemput

ternyata dia di griya arteri sari
itu berarti di Sendangguwo
dan satu jam kemudian
keluarganya datang
menjemputku yang terpincang
oleh sebabku sendiri
sedang sakit jua

ternyata oh ternyata
yang Sakit bukan orang Katolik
maka kukatakan
bahwa syarat untuk menerima
agar bisa diurapi Minyak Suci
haruslah sudah dibaptis Katolik
dan bila yang sudah Katolik pun
tak sedang terhalang
oleh disposisi perkawinannya
kecuali dalam sakratul Maut

dan syukurlah
karena anak-anaknya yakin
– meski mereka bukan Katolik –
bahwa Perminyakan Suci
adalah tanda Keselamatan
maka mereka pun mengijinkan
bahwa sang Ibu mesti Diterima
terlebih dahulu
menjadi anggota Gereja Katolik
karena dia sudah dibaptis
secara Kristen
hingga tak perlu Dibaptis lagi

dan begitulah
maka Ibu Debora
kuterima menjadi Gereja Katolik
atas permintaan anakanaknya
serentak Perminyakan Suci pula

sebelumku diantar pulang
kupesankan pada yang Minta
agar melaporkan Peristiwa itu
ke sekretariat paroki domisilinya
dan itu berarti Sendangguwa
agar pelayanan murah Hati ini
juga ditopang Tertib administrasi

semoga Sehatlah jiwa raga
dan Selamat pula
seturut Kehendak-Nya
yang terbaik buat Ibu Debora

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply