Demi Keutuhan Ciptaan dan Kelestarian Lingkungan Hidup di PAUD-TK St. Theresiana Ungaran

UNGARAN, Sabtu (29/01/2016), di kompleks Kampus PAUD-TK Terpadu St. Theresiana, diciptakan suasana asri, indah dan semarak melalui taman-taman organik. Siang hingga sore pada hari Sabtu (29/1), dilaksanakan upacara pembukaan, penjurian, penyuluhan, dan perlombaan terkait dengan keutuhan ciptaan dan pelestarian lingkungan hidup di kompleks itu.

Pada kesempatan itu, anak-anak mengadakan upacara pembukaan yang ditandai dengan kegembiraan dan keceriaan. Mereka bernyanyi, menari dan meneriakkan yel-yel terkait dengan lingkungan hidup. Bahkan beberapa anak mengenakan rompi terbuat dari sawi, topi dedaunan, serta buah-buahan. Beberapa guru mengenakan dress-code sampah organik dan tanaman organik kian menyemarakkan suasana upacara pembuka. Meski gerimis mengguyur, mereka tetap bersemangat membangun motivasi cinta lingkungan hidup demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup.

Acara yang dipandu oleh Hendrik sebagai “MC” itu kian semarak saat anak-anak diajak untuk membangun keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup dan dipadukan dengan semangat cinta bangsa dan negara. Semangat nasionalisme ditandai dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka dengan iringan saksofon oleh Romo Aloys Budi Purnomo Pr, yang hadir sebagai salah satu Pastor Paroki Kristus Raja Ungaran tempat kampus itu berada untuk mendukung gerakan demi keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup itu.

Sudah beberapa minggu ini, orangtua, guru, dan anak-anak terlibat dalam kerja sama untuk menciptakan taman indah yang semarak itu. Di taman itu terdapat tanaman-tanaman sehat mulai dari sayur mayur, rempah-rempah, bunga-bunga dan berbagai tanaman buah. Kompleks kampus pun menjadi taman indah yang semarak dengan berbagai ungkapan yang bertema lingkungan hidup.

paud1Gerakan aksi mencintai lingkungan hidup di kompleks PAUD-TK St. Theresiana asuhan para suster biarawati Abdi Kristus (AK) di Ungaran, Kab. Semarang, Jateng. (Dok. TK St. Theresiana Ungaran) Menurut Romo Budi, gerakan itu harus didukung sebab menanamkan kecintaan pada lingkungan hidup dan kelestarian serta keutuhan ciptaan. Seperti disampaikan Paus Fransiskus dalam Laudato Si kita diajak untuk merawat dan menjadikan alam semesta ini sebagai rumah kita bersama. Dan itu bisa dilakukan melalui cara-cara sederhana seperti yang dilakukan oleh Sr. Atan AK yang menjadi inisiator kegiatan tersebut.

Semoga kian banyak orang mulai dari anak-anak, remaja, orang muda, dan orang dewasa yang tergerak untuk melakukan tindakan-tindakan dan gerakan-gerakan demi menjaga keutuhan ciptaan dan kelestarian lingkungan hidup, baik dalam keluarga, komunitas maupun masyarakat luas.

Sumber: Berita Seputar Jesuit

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: