Deklarasi Muntilan 2014: Mewujudkan Mimpi Persaudaraan Sejati Lintas Iman

Konggres Muntilan 2 Pembacaan deklarasiTEMAN-teman ytk., Berikut saya sampaikan narasi atas Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman Keuskupan Agung Semarang. Semoga bermanfaat. Terima kasih. Sedikitnya 812 peserta dan panitia terlibat aktif dalam Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang selama tiga hari dua malan, Jumat-Minggu, 24-26/10/2014. Ditambah dengan 250 anak-anak, remaja dan orang muda yang terlibat […]

Konggres Muntilan 2 Pembacaan deklarasi

TEMAN-teman ytk.,

Berikut saya sampaikan narasi atas Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman Keuskupan Agung Semarang. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Sedikitnya 812 peserta dan panitia terlibat aktif dalam Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman yang diselenggarakan oleh Keuskupan Agung Semarang selama tiga hari dua malan, Jumat-Minggu, 24-26/10/2014. Ditambah dengan 250 anak-anak, remaja dan orang muda yang terlibat dalam selebrasi budaya pada sesi penutupan, yang ikut serta dalam Kongres menjadi 1.062 orang.

Itu belum termasuk ratusan lainnya yang terlibat dalam pentas seni budaya lintas iman pada malam pertama dan kedua Kongres yang dipusatkan di Kompleks SMA PL van Lith dan Lapangan Pemda Muntilan itu. Baca juga:  Semarang: Church hosts conference to strengthen friendship and dialogue between religions

Dalam sambutan pembukaan, kami Ketua Panitia –Romo Aloysius Budi Purnomo Pr– menyampaikan bahwa Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman ini merupakan Kongres untuk pertama kalinya dalam sejarah di Keuskupan Agung Semarang khususnya, bahkan dalam konteks nasional, regional maupun global.

“Belum pernah terjadi suatu kongres persaudaraan sejati lintas iman yang melibatkan bukan hanya pemeluk agama-agama; tetapi juga penganut aliran kepercayaan dan penghayat kebatinan” jelas Aloys Budi Purnomo Pr yang juga Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang yang disambut tepuk tangan meriah para peserta. Baca juga: Merajut Persaudaraan Sejati Lintas Iman di Muntilan

Selanjutnya disampaikan pula bahwa ini merupakan Kongres yang bersifat kerakyatan, bukan suatu projek untuk menghabiskan anggaran. Itulah sebabmya, Kongres ini tidak dilaksanakan di hotel berbintang, melainkan di kompleks pawiyatan, dengan segala kesederhanaan dan keterbatasan namun tetap dalam suasana persahabatan dan persaudaraan.

10 narasumber

Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman ini dilaksanakan dalam proses yang unik. Peserta tidak hanya mengalami edukasi yang mencerahkan dari sepuluh narasumber dari para tokoh enam agama yang ada di Indonesia (Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, Kristen Protestan dan Kristen Katolik), tetapi juga dari penghayat agama asli Bumi Pertiwi Sedulur Sikep yang kalau ditanya agamanya apa akan menjawab “Agama Adam” berbasis pelestarian keutuhan alam ciptaan.

Baca juga:  Agama dan Kepercayaan dalam Iman Pasamuan Katolik di Zaman Global (4)  dan Tempat Kebatinan dalam Pasamuan Katolik (1)  serta  Kronik Riwayat Singkat Kebatinan dan Kepercayaan (3)

Konggres Muntilan 1 Romo Budenk

Bercaping ria: Tetap berjubah namun mengenakan topi khas petani di Jawa yakni caping, kami duduk bersama para anggota Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman di Lapangan Pemda Muntilan. Ini adalah bagian acara penutupan Konggres yang telah berlangsung lancar, aman, dan inspiratif bagi semua pihak yang terlibat dan menjadi peserta. Konggres berlangsung tanggal 24-26 Oktober 2014 di Muntilan, Jawa Tengah. (Dok. Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang)

Mereka adalah Mgr. Johannes Pujasumarta, Abdis Martha E. Driscoll, OCSO, Buya Syafii Maarif, Ibu Sinta Nuriyah Wahid, KH Abu Hapsin Umar, Bikkhu Sri Mahatera Pannyavaro, Elga Sarapung, I Wayan Sumerta, Ws. Lingling Indriyani dan Gunretna. Baca juga:  Kendurenan Awali Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman

Keunikan lain adalah, suasana Kongres diciptakan dalam suasana animatif dan selebrasi artistik kultural. Pelantunan tembang-tembang macapat, tarian Sufi dan gerak dan lagu yang diikuti para peserta membuat suasana Kongres menjadi hidup.

Penegasan bersama dan rekomendasi

Dalam penegasan bersama yang dilaksanakan di empat kelompok utama terserap berbagai aspirasi peserta.

  • Pertama, peserta merasa bersyukur, bahagia, dan damai atas Kongres ini dan boleh ikut serta aktif di dalamnya.
  • Kedua, sebagian peserta ingin dan rindu Kongres seperti ini bisa dilaksanakan setiap tahun, syukur bila bisa secara nasional.
  • Ketiga, mereka pun ingin terus mengembangkan diri dalan proses dialog dan mewartakannya sebagai bagian dari iman.

Deklarasi Muntilan
Penegasan bersama itu dirangkum dan dirumuskan oleh Panitia menjadi sebuah deklarasi yang dibacakan oleh seorang pemudi, Aloysia Nindya Paramita sebagai Deklarasi Muntilan dalam rangkaian sendratari kebangsaan dan ke-Bhineka-Tunggal-Ika-an sebagaimana dinarasikan oleh Chatarina Windar Herlita Swari dalam selebrasi penutupan.

Konggres Muntilan Penutupan tarian

Narasi kebangsaan: Chatarina Windar Herlita Swari menarasikan kisah rindu damai dalam sendratari kebangsaan dan ke-Bhineka-Tunggal-Ika-an dalam sebuah sesi acara Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman di Muntilan, Jawa Tengah, Jumat-Sabtu-Minggu tanggal 24-26 Oktober 2014. (Dok. Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang)

Deklarasi Muntilan tersebut kami rumuskan sebagai berikut.

Deklarasi Muntilan
Buah-Buah Kongres Persaudaraan Lintas Iman
KEUSKUPAN AGUNG SEMARANG
Muntilan, 24-26 Oktober 2014

  1. Kami peserta Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman di Muntilan sungguh bersyukur karena kami boleh mengalami perjumpaan yang indah, pembelajaran lintas iman, sharing lintas iman dalam persaudaraan yang penuh semangat berbagi kebahagiaan dan damai.
  2. Para narasumber meneguhkan kami bahwa persaudaraan sejati adalah mimpi dan cita-cita yang menjadi kerinduan hidup setiap orang beriman. Karena itu kami sadar bahwa beragama dan menganut kepercayaan saja belum cukup. Kami harus menjadi semakin beriman yang melampaui perbedaan dan bersatu dalam semangat kebangsaan, membangun Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika.
    Konggres Muntilan 2 Pembacaan deklarasi

    Deklarasi Muntilan 2014: Aloysia Nindya Paramita membacakan Deklarasi Muntilan dalam sesi pamungkas Konggres Persaudaraan Sejati Lintas Iman, 24-26 Oktober 2014 di Muntilan, Jateng. (Dok. Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang)

  3. Untuk membulatkan semangat kebangsaan tersebut, kami akan terus belajar memahami dan mengamalkan ajaran agama dan kepercayaan kami masing-masing dengan sebaik-baiknya, hidup yang baik secara pribadi, dalam keluarga, dalam komunitas agama dan kepercayaan masing-masing. Kami juga akan melengkapi diri dengan menggiatkan dialog, baik dialog karya, dialog ajaran, maupun dialog iman dengan saudara-saudari lintas iman agar kehidupan ini menjadi semakin genap dan lengkap.
  4. Kami akan meneruskan kabar baik ini di keluarga, lingkungan, tempat asal, tempat karya, komunitas agama dan kepercayaan kami masing-masing dan akan terus melanjutkan jejaring relasi lintas iman yang telah terbentuk dalam Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman ini.

Salam Persaudaraan Sejati!
Muntilan, 26 Oktober 2014
Atas nama Peserta Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman Keuskupan Agung Semarang

Demikian Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman Keuskupan Agung Semarang dilaksanakan dalam dinamika seni budaya melalui tiga matra edukasi, animasi dan selebrasi. Semoga tidak menjadi yang pertama dan terakhir. Ditunggu Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman Kedua dan seterusnya untuk mengukir peradaban kasih seraya merawat harmoni dalam keberagaman.

Kredit foto: Dok. Komisi HAK Keuskupan Agung Semarang

»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply