Datanglah kepadaKu, Mat 11:28-30

Yesus menjamah by When He Comes Again

PERNAH saya bertemu dengan seorang muda yang mempunyai persoalan berat, karena dia gagal meraih cita-citanya sehingga menjadi sangat susah dan tertekan batinnya. Namun ia tidak mau menerima kegagalanya. Maka hatinya yang galau itu mudah sekali membangkitkan emosinya dan mudah marah terhadap semua orang yang dijumpainya, sehingga dimana-mana ia akan menimbulkan ketegangan, khususnya di rumah dan dengan teman-temannya.

Ia tidak mau pergi ke Gereja lagi dan tidak mau berhubungan dengan teman-temannya. Dengan demikian secara tidak ia sadari, ia telah menjauhi teman-temannya dan saudara-saudaranya. Begitu ia sadar bahwa teman-temannya menjadi jauh ia lalu merasa bahwa hidupnya tidak berguna. Ia mencoba lagi melarikan diri dari kenyataan yang pahit ini dengan minum minum keras, sampai kadang-kadang ia tidak sadar.

Orangtuanya yang sangat susah merasakan keadaan anaknya. Maka orangtuanya memutuskan untuk mendatangkan tim doa karismatik untuk mendoakan anaknya. Ketika Umat berdoa mohon kehadiran Tuhan, maka orang muda itu pun berteriak-teriak seperti orang mabuk, karena ia tidak dapat menguasai dirinya dan tidak mau menerima penderitaan batinnya.

Namun para pendoa terus saja berdoa sehingga suasana menjadi tenang kembali.

Dan apa yang terjadi? Ketika dibisikkan bahwa Tuhan hadir kepada orang muda itu, maka ia pun menangis. Rupanya pada saat itu ia mulai sadar bahwa yang membuat dirinya berat itu karena ia tidak mau menerima kenyataan yang sedang dialami. Ia pun menyesali perbuatannya yang lampau yang menyebakan kegagalannya. Ia sekarang dapat menerima penderitaan hidupnya, mau berdoa dan mau pergi ke gereja lagi.

Dua kali menderita
Pengalaman mengajar kita, bahwa orang yang menolak penderitaannya, justru akan dua kali menderita.
Yang pertama ia menderita karena keadaannya dan yang kedua ia menderita karena apa yang ia harapkan tidak datang, selama ia bersiteguh untuk menolak keadaannya. Menerima salib itu berarti mau menerima beban atau penderitaan hidupnya dalam iman. Orang berani menerima beban hidupnya dihadapan Tuhan dan mohon bimbingan Tuhan, bagaimana ia harus mengatasi keadaanya.

Kalau hal ini dilaksanakan, maka firman Tuhan itu akan terdengar lagi : “Datanglah kemari kamu yang berbeban berat, aku akan memperingan bebanmu”.

Akibatnya orang yang menerima kehadiran Tuhan dalam hidupnya, ia akan merasa ringan dan mampu memikul bebannya. Seperti orang yang sakit yang ditunggui orang yang paling dikasihi, ia merasa terhibur dan kadang bisa melupakan sakitnya.Demikian pula Tuhan Yesus hadir dalam hidup manusia, agar manusia sadar bahwa kalau ia sedang menanggung beban, tidaklah sendirian.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah datanglah kepadaku
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: