Dari Perspektif Tuhan

Ayat bacaan:Pengkotbah 3:11
===========================
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.”

melihat dari perspektif Tuhan, indah pada waktunya

What a heartbreaking scene to see. Hati saya serasa tersayat-sayat ketika melihat Kip, anjing jantan kami menangis dan meraung ketika Jazz, pasangannya pergi meninggalkan rumah untuk sementara. Jazz terpaksa kami pindahkan buat sementara waktu karena kondisinya yang baru saja selesai “loops” alias menstruasi. Secara naluri Kip menjadi agresif dan ingin mengawini Jazz, dan itu merubah pola hidup serta kebiasaannya. Semalaman ia duduk di lantai di depan Jazz, tidak mau makan, menggerutu dan tidak tenang. Kenapa kami tidak mengijinkan Kip? Karena usia Jazz masih 6 bulan dan ini datang bulan pertamanya. Jika Jazz hamil dalam usia yang terlalu muda, ia beresiko kehilangan nyawa ketika melahirkan. Normalnya anjing setidaknya harus berusia 1 tahun agar punya cukup tenaga untuk melahirkan. Tapi Kip tidak mengerti itu, dia hanya mengikuti nalurinya akan sesuatu yang kelihatannya menyenangkan. Mungkin Kip tidak akan pernah tahu bahwa kami terpaksa memisahkan mereka buat sementara waktu demi kebaikan keduanya. Kip mungkin marah pada kami, hingga detik ini dia masih berjalan kesana kemari mencari Jazz dan melihat kami dengan pandangan yang saya rasa seperti bertanya,“kenapa kalian begitu tega…” Saya yakin begitu pula Jazz di tempat adik istri saya saat ini, mungkin ia bertanya-tanya apa salah yang ia perbuat hingga harus jauh dari kami semua. Seandainya mereka tahu bagaimana perihnya perasaan saya melihat mereka harus berjauhan, harus mengalami ini semua, seandainya mereka tahu bahwa keputusan ini adalah yang terbaik buat mereka berdua.

Tadi ketika saya berusaha menyuapi Kip agar mau makan, tiba-tiba saya diingatkan Tuhan, bahwa inilah yang terjadi ketika kita mengalami sesuatu yang terasa tidak enak, tidak menyenangkan atau bahkan menyakitkan. Terkadang kita bertanya mengapa Tuhan tega “merusak” sesuatu yang sedang kita nikmati, atau tidak memberikan sesuatu yang sangat kita idam-idamkan, atau memberi hal-hal yang menyulitkan untuk dilalui dalam hidup kita, bahkan mengambil orang yang kita cintai. Seringkali kita berdebat mempertanyakan keputusan Tuhan, tidak jarang pula kita marah atau mempersalahkan Tuhan. Tapi dengarlah bahwa pola pikir kita sangat terbatas dan terkadang sulit untuk menjangkau apa yang terbaik menurut perspektif Tuhan.

Pikiran saya melayang pada pengalaman beberapa tahun yang lalu ketika ibu saya sedang berada di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit akibat kanker. Di saat pergumulan itu saya mengalami berbagai kesaksian luar biasa hingga bertemu dengan Yesus. Secara logika tentu saya berharap ibu saya dijamah Tuhan dan disembuhkan, namun Ibu saya tetap dipanggilNya. Apakah hal tersebut berarti Tuhan tidak mendengar doa saya, tidak mempedulikan iman saya? Tidak. Kenapa? Bayangkan pada saat itu adik dan ayah saya terus menerus pergi ke dukun dan menggunakan berbagai kuasa gelap agar ibu saya sembuh, dan apa yang terjadi jika saya waktu itu tidak dijamah Tuhan untuk membimbing ibu saya untuk bertobat dan memaafkan semua orang yang masih ia anggap sebagai ganjalan. Apa yang terjadi jika waktu itu saya tidak terus berperang melawan berbagai kuasa gelap yang terus menerus menghujani ibu saya? Mana yang lebih baik, sembuh dibawah kuasa iblis atau pulang ke rumah Bapa dalam keadaan bersih? Tuhan tahu apa yang terbaik, dan itu pasti.

Tuhan mengingatkan kita, “Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.” (Yesaya 55:9) Tapi kita harus percaya dengan iman teguh bahwa apa yang ia berikan kepada kita adalah yang terbaik buat kita, sesuatu yang indah pada waktunya. Kita harus percaya dan mengimani hal tersebut meskipun mungkin kita belum mengerti atau mungkin tidak pernah mengerti alasannya. Dengarkan janji Tuhan, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11). Biarlah kita mendengar suara Tuhan yang penuh kasih hari ini bahwa sesuatu yang tidak mengenakkan perlu dikerjakan dalam diri kita bukan untuk menyakiti kita, tapi untuk kebaikan kita, karena rencana Tuhan baik adanya. “Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” (Roma 8:28)

Tuhan tahu dan selalu memberikan yang terbaik buat kita, tepat pada waktunya, indah pada waktunya. Percayalah dengan iman penuh akan hal itu

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply