Darah Anak Domba

Ayat bacaan: Wahyu 12:11
========================
“Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.”

darah Anak Domba, kuasa darah Yesus

Masih layakkah kita takut akan kuasa iblis dalam hidup kita? Ini pertanyaan yang gampang-gampang sulit. Pertanyaan ini pernah saya tanyakan pada seorang teman, dan ia menjawab bahwa ia takut menjadi “terlalu yakin” jika mengatakan bahwa iblis tidak lagi punya kuasa atas hidupnya, sehingga ia bisa-bisa kurang waspada dan kemudian terjatuh dalam jebakan. Di sisi lain, keyakinan kita akan Kristus tentu menegaskan bahwa kita tidak perlu takut. Tadi pagi saya diingatkan Tuhan tentang peperangan melawan iblis. Apa yang saya dengar adalah sederhana: iblis sudah dikalahkan oleh Kristus di atas kayu salib. Ya, kita masih berperang melawan kuasa-kuasa kegelapan dan roh-roh jahat, tapi peperangan kita bukanlah bentuk peperangan yang menentukan siapa yang menang atau siapa yang kalah, karena Kristus sudah mengalahkan iblis. Yang kita perangi adalah usaha dari iblis untuk mempengaruhi kita, memanipulasi kita dan berusaha meyakinkan kita kalau mereka seolah-olah masih punya power atas hidup kita. Dan lihatlah betapa seringnya manusia masih dikalahkan oleh tuduhan-tuduhan iblis.

Ingatkah anda pada sebuah lagu “Oleh Darah Anak Domba”? Lagu ini diambil dari Wahyu 12:11 yang dengan tegas dan jelas menyatakan bahwa iblis dikalahkan dan kuasanya dihancurkan oleh darah Anak Domba dan kesaksian kita. Mengapa darah? Mari kita baca Imamat 17:11. “Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.” Bagaimana dengan kuasa darah Yesus? Darah Yesus memiliki kuasa yang hebat.
Pertama, darah Yesus mempunyai berbicara mengenai konsep pendamaian lewat penebusan. “Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya” (Efesus 1:7). Upah dari dosa adalah maut yang membuat kita terpisah dari Allah yang Maha Kudus, dan dengan sendirinya berarti kematian. Tuhan Yesus membayar lunas dengan darahNya sendiri sehingga terjadi perdamaian antara manusia dan Allah. Hubungan kita dengan Allah pulih lewat darah Yesus.
Kedua, darah Yesus mempunyai kuasa menjangkau. “Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus.” (Efesus 2:13) Begitu dalam dan lebarnya jurang antara manusia dengan Allah sejak manusia jatuh dalam dosa sehingga tidak bisa terseberangi baik lewat perbuatan baik, amal, bahkan pengorbanan kita sekalipun. Tapi kemudian Yesus datang sebagai jembatan, mencurahkan darahNya untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah.
Ketiga, darah Yesus memiliki kuasa untuk menyucikan. “..dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.” (1 Yohanes 1:7). Siapa lagi yang mampu menyucikan kita dari segala dosa selain darah Anak Allah?

Darah Anak Domba, darah Yesus telah membayar lunas semua hutang dosa di hadapan Allah dan karenanya kita semua bisa selamat dengan hubungan yang dipulihkan. Dengan darahNya pula kuasa iblis dihancurkan . Oleh sebab itu lewat kesaksian-kesaksian kita ini kita akan selalu membuka tabir tipu daya iblis. Setiap kali iblis berusaha mempengaruhi dan menjebak, ingatlah bahwa dia tidak punya kuasa lagi terhadap kita, karena mereka telah dikalahkan oleh Darah Anak Domba.

Kita memperoleh hidup yang berkemenangan dengan hubungan yang dipulihkan lewat darah yang dicurahkan Anak Domba. Thank You Jesus, we love you so..

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply