Dangerous Mind

Ayat bacaan: 1 Petrus 5:7
====================
“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.”

dangerous mind,kekhawatiran

Sebuah perbincangan menarik pernah saya lakukan dengan seorang musisi jazz ternama Indonesia. Ia menceritakan bagaimana eksplorasi dan interpretasinya bermusik bisa terdengar begitu liar. Menurutnya, otak (pikiran) dan perasaan manusia itu sesungguhnya liar. Bisa sangat kreatif, produktif, tapi sebaliknya juga bisa destruktif, kejam, manipulatif dan berbahaya. Adalah sangat penting untuk bisa mengendalikan pikiran katanya. Maka ia pun menuangkan ke”liar”an pikiran dan perasaan itu pada konsep bermusik, agar pikirannya tetap dalam kondisi normal dan stabil. Otak manusia memang kompleks dan bisa membuat kita menjadi begitu kreatif, hingga destruktif. We are iving in a dangerous mind, itu yang saya simpulkan dari perbincangan saya dengan si pemusik.

Pikiran dan perasaan kita memang bisa menjadi titik-titik lemah yang mudah diserang iblis. Betapa seringnya kita menjadi tertuduh lewat pikiran dan perasaan kita sehingga kita sulit untuk bertumbuh, sulit untuk maju. Kesalahan di masa lalu, penyesalan-penyesalan, memori kepahitan, sampai kepada anggapan bahwa semua itu akan menjadikan kita orang-orang yang gagal di masa depan, tanpa kebahagiaan, tanpa kemenangan. “You are nothing but a loser, you don’t deserve the best..” demikian yang pernah dirasa seorang teman dalam hatinya. Betapa ragunya ia bahwa ke depannya dia tidak akan pernah bahagia. Tuduhan demi tuduhan seperti itu terkadang hadir di dalam pikiran kita. Itu adalah tipu muslihat iblis yang terus berusaha menjerumuskan kita. Iblis tidak pernah ingin kita bahagia! Sebaliknya, Tuhan menjanjikan rancanganNya yang terbaik bagi kita. Tidak ada rancangan kecelakaan, melainkan hanya rancangan damai sejahtera yang menjanjikan hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11). Tapi kita seringkali menjadi tertuduh. Iblis senang memanfaatkan berbagai kesalahan di masa lalu kita untuk menuduh kita menjadi tersangka, yang tidak akan pernah mendapatkan kemenangan dalam hidup. Kekhawatiran akan hari depan, bahkan akan hari ini, itu seringkali membuat kita sulit untuk maju.

Petrus sadar betul bahwa manusia sulit lepas dari yang namanya kekhawatiran. Ia mengingatkan kita untuk selalu sadar bahwa ada Tuhan yang begitu mengasihi kita dengan setia, dan selalu sangat peduli memelihara kita hingga mencapai masa depan yang gilang gemilang. “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7). Kita selalu bisa datang kepadaNya dan melegakan pikiran kita. We can always come to Him and let our mind be free! Dalam versi bahasa Inggris, kata kekhawatiran itu di terjemahkan dengan lebih detail. “Casting the whole of your care (all your anxieties, all your worries, all your concerns, once and for all) on Him, for He cares for you affectionately and cares about you watchfully.” Lihatlah betapa baiknya Tuhan, sehingga kita bisa selalu datang untuk menyerahkan segala pikiran yang merintangi kita untuk bertumbuh dan terus maju.

Saya terlahir sebagai orang yang selalu dicekam rasa takut. Kekhawatiran, kecemasan, ketidakpercayaan diri, semua itu memenuhi saya seiring bertumbuh hingga dewasa. Tapi kemudian setelah mengenal Kristus, saya pun belajar untuk selalu menyerahkan segala hal yang mengganggu pikiran saya kepada Tuhan, dan Tuhan pun memberi kelegaan demi kelegaan. Itu janji Tuhan, dan Dia sudah membuktikan hal itu berulang kali dalam perjalanan hidup saya hingga hari ini.

Intinya, dekatlah pada Tuhan. Rajinlah untuk berdialog dalam doa. Serahkan semua permasalahan kita, dan rajin-rajinlah untuk mendengar apa kata Tuhan. “Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.” (Filipi 4:7). Tuhan menyediakan damai sejahtera dan berkat-berkat berlimpah, jauh melebihi segala akal manusia. Dia pun akan selalu memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus. Be really close to Him, then He will surely guide our heart and mind, in the name of Jesus. Jangan pernah ragu akan hal itu. Jangan beri kesempatan pada iblis (Efesus 4:27) untuk mempengaruhi kita, tapi berikanlah semua pikiran kita untuk dipelihara langsung oleh Tuhan. “Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat.” (2 Tesalonika 3:3). Itu janji Tuhan, dan tidak ada satupun dari janji Tuhan yang tidak akan Dia tepati. Apa yang Dia rencanakan bagi kita sungguh baik. Dia sudah melemparkan dosa-dosa kita jauh ke dalam tubir laut, Dia tidak lagi mengingat-ingat dosa-dosa kita, ketika kita sudah datang kepadaNya dengan hati yang hancur lewat pertobatan sungguh-sungguh. Maka hari depan yang penuh harapan membentang luas di depan kita. Dalam nama Yesus, itu semua dijanjikan kepada kita, dan itu nyata adanya. Iblis boleh saja mencoba membuat kita kacau dengan segala ketakutan, tipu muslihatnya boleh saja mencoba menuduh kita, mematahkan semangat kita, tapi tetap ingat bahwa Tuhan tetap ada memelihara kita! Serahkanlah semua kekhawatiran kita, pikiran kita, perasaan kita kepada Tuhan, dan yakinlah bahwa Dia akan selalu menguatkan kita. Jangan takut untuk melangkah, berhentilah menyeret beban berat dari kesalahan masa lalu, karena Tuhan sudah melepaskan kita. Songsong hari depan yang penuh harapan, penuh damai sukacita yang berlimpah, seperti yang Tuhan janjikan.

Cast your mind to God, and you shall be fine

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply