… Dan Semua itu Baik, Sungguh Amat Baik (2)

(sambungan)Perhatikan sebuah fakta menarik lainnya akan hal ini. Tuhan tidak berkata kepada Adam, “Hai kamu orang yang tidak tahu berterimakasih, Aku sudah menyediakan segalanya dengan baik dan lengkap, kenapa kamu masih harus menunjukkan bahwa kamu ke…

(sambungan)

Perhatikan sebuah fakta menarik lainnya akan hal ini. Tuhan tidak berkata kepada Adam, “Hai kamu orang yang tidak tahu berterimakasih, Aku sudah menyediakan segalanya dengan baik dan lengkap, kenapa kamu masih harus menunjukkan bahwa kamu kesepian sendirian? Bukankah kamu harusnya bersyukur atas taman dan segala isinya, otoritas untuk menguasai/mengelola semua ini?” Tidak, Tuhan tidak mengatakan itu. Tuhan ingin manusia yang Dia buat dengan gambarNya sendiri memiliki setiap hal yang baik. Itulah yang diinginkan hatiNya. Maka ini yang dilakukan Tuhan. “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18). Solusi yang dipilih Tuhan untuk mengatasi satu-satunya hal yang tidak baik adalah menciptakan pasangan yang dirancang sebagai penolong/pelengkap dan berdiri dalam status yang sepadan dengan Adam. Hawa diciptakan dari tulang rusuk Adam dan diberikan sebagai istrinya.

Apa yang bisa kita pelajari dari hal ini? Pertama, bahwa pada mulanya semua yang diciptakan Tuhan itu dibuat dengan tujuan baik. Dia memeriksa dan memastikan sampai merasa puas dan mengatakan bahwa itu baik. Masuknya manusia ke dalam dosa lewat pemberontakan atau pembangkangan terhadap larangan Tuhan membuat kita harus berpeluh dan menderita berjuang dalam hidup membuat segalanya tampak jadi tidak baik. Dan Firman Tuhan berkata: “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” (Roma 3:23). Dosa membuat semua yang direncanakan baik sejak awal menjadi terlihat tidak baik. Tetapi perhatikan bahwa itu tidaklah merubah rencana awal Tuhan atas tujuan penciptaannya sejak semula. Itu tidak membuat Tuhan mengubah pikiran dan ingin menghukum atau menyiksa manusia, Tuhan ingin manusia tetap ada dalam kemuliaanNya dan bisa menuai tepat seperti rencana awalNya. Lihatlah bahwa kelak Tuhan masih mengatakan bahwa “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11). Tuhan sampai rela mengorbankan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16). Dan ingat pula, bukankah FirmanNya mengatakan bahwa “… di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah” (Roma 5:20)?

Ini semua menunjukkan bahwa Tuhan concern dengan keadaan manusia dan ingin agar rencana yang telah Dia susun sejak semula tidak luput dari kita. Ini menunjukkan bahwa Tuhan sama sekali tidak berpikir untuk merubah keinginan hatiNya, merubah pendirianNya dan mengganti rencanaNya. Tuhan ingin kita tetap mengalami sesuatu yang baik, tidak berkekurangan bahkan berkelimpahan, tepat seperti niatNya sejak awal. Bahwa kita harus melewati masa-masa sulit, bergumul dengan berbagai masalah bahkan penderitaan, itu benar. Tetapi itu tidak berarti bahwa Tuhan menganulir apa yang ada di benakNya saat melakukan proses penciptaan yang dicatat dalam Kejadian pasal 1.

Kejadian pasal 1 membeberkan maksud Tuhan yang semula. Disana tertulis keinginanNya, kehendakNya yang sempurna bagi umat manusia. Itu ditetapkan sejak awal dan tidak akan pernah berubah. Dia ingin memberi semua yang baik, Dia membuat segala sesuatu dengan memastikan bahwa semua itu baik. Baik sampai masa hidup kita yang fana berakhir, baik pula dalam kehidupan kekal bersamaNya di Surga. Kita harus sadar betul betapa Tuhan menginginkan kehidupan kita menjadi baik. Jika ada diantara anda yang saat ini tengah mengalami pergumulan, apakah itu menyangkut masalah seperti saya yang harus merintis sesuatu yang sulit yang mungkin bagi kebanyakan orang dianggap sia-sia dan kemungkinan besar tidak berhasil, apakah mengenai pengambilan sebuah langkah besar yang sepertinya riskan dan penuh resiko, apakah mengenai sebuah rencana yang tampaknya sulit untuk dicapai, apakah menyangkut sebuah proses yang harus dirintis mati-matian dengan penuh pengorbanan dari nol atau kesulitan-kesulitan lainnya yang tengah anda hadapi saat ini, ketahuilah bahwa yang ada dalam benak Tuhan adalah segala sesuatu yang baik bagi anda. Selama anda mengambil langkah yang sesuai/seturut kehendakNya dan memastikan bahwa setiap langkah tidak melanggar ketetapanNya, anda tidak perlu kuatir.

Sebuah langkah iman tetap diperlukan dalam menggenapi rencana Tuhan yang baik itu. Pastikan bahwa anda sudah membawanya dalam doa dengan melepaskan terlebih dahulu kemauan anda, pastikan pula bahwa anda memberi ruang bagi Tuhan untuk berbicara kepada anda. Apabila itu sudah anda lakukan dan anda masih merasa bahwa anda harus maju, jangan ragu untuk maju. Selanjutnya perhatikan bahwa dalam setiap proses anda akan selalu melibatkan Tuhan dan tidak membangkang atau melanggar ketetapanNya. Dengarkan kapan anda harus berlari, kapan anda harus melambat, bahkan kapan anda harus berhenti sejenak. If you keep this way, don’t be afraid to keep on moving, because if everything He made in the beginning was good, it will always be good. It will be good, exactly like what He always wants us to be from the start.

Tuhan sangat menghendaki kehidupan umatNya menjadi baik dan itu tidak akan pernah berubah sampai kapanpun

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply