… Dan Semua itu Baik, Sungguh Amat Baik (1)

Ayat bacaan: Kejadian 1:31====================”Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”Ada banyak pekerjaan berat yang saat ini membuat saya kecapaian luar biasa. Pekerjaan-pekerjaan itu adalah sesuatu yang ternyata harus m…

Ayat bacaan: Kejadian 1:31
====================
“Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”

Ada banyak pekerjaan berat yang saat ini membuat saya kecapaian luar biasa. Pekerjaan-pekerjaan itu adalah sesuatu yang ternyata harus mulai saya rintis dari nol dan kalau dihitung-hitung secara logika sangat tipis kemungkinannya untuk berhasil. Sementara energi, tenaga, pikiran dan waktu jelas harus tersita habis untuk itu. Sangat berat, dan hasil secara finansial belum terlihat bahkan sangat kabur kalau dianalisa dengan teori-teori ekonomi yang kita pelajari. Orang awam akan berpikir untuk apa, tetapi visi yang saya dapatkan lewat doa yang berulang-ulang tetap menggiring saya ke arah itu. Ada pekerjaan rumah yang harus saya kerjakan yang kalau berhasil, akan membawa pencapaian baru bagi dunia musik dan pelakunya di kota tempat tinggal saya. Tadi pagi tiba-tiba diingatkan lewat hati saya. Kira-kira ini yang saya dengar. “Kalau kamu mau melihat apa yang ada dipikiranKu saat membuat grand design penciptaan dunia dan isinya, kamu tinggal membaca Kejadian 1.” Saya bergegas membaca pasal itu, dan memperoleh hal yang sangat esensial yang sangat menguatkan saya. Saya ingin membagikannya hari ini untuk anda.

Kejadian pasal 1 bercerita tentang proses awal penciptaan. Disana Alkitab menyatakan dengan jelas keinginan dan maksud Tuhan sejak semula, apa yang ada di pikiranNya, apa yang menjadi rencanaNya ketika mulai membuat ini dan itu. Kita dapat melihat seperti apa segalanya dulu di bumi ketika kehendak Tuhan terjadi, sebelum dosa datang dan mengacaukan manusia. Dengan kata lain, Kejadian pasal 1 berbicara mengenai apa yang ada dalam benak Tuhan di fase paling awal saat membuat segala sesuatu dari tidak ada menjadi ada.

Dalam ayat-ayat pertama kitab Kejadian kita melihat seperti apa tempat tinggal yang dirancang Tuhan bagi ciptaanNya yang istimewa, yaitu kita, manusia. Kita diberitahu bahwa Tuhan berfirman dan jadilah terang, dan itu baik. Ia memisahkan air dari daratan kering, dan itu baik. Tuhan menciptakan pepohonan tumbuhan yang menghasilkan buah, dan itu baik. Tuhan menjadikan matahari, bulan, burung-burung di udara, binatang di darat dan ikan di laut, dan itu pun baik. Lihatlah bahwa setiap Tuhan menciptakan sesuatu, ia selalu memastikan bahwa semuanya itu baik. Diciptakan, dan dilihat baik. Alkitab dengan sangat jelas mencatat betapa peduli atau concern-Nya Tuhan terhadap ciptaanNya.

Lalu Tuhan menciptakan manusia menurut gambarNya sendiri. Tuhan menjadikan Adam, lalu memberi Adam kekuasaan dan berfirman sebagai berikut: ” “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.” (ay 29-31a).

Berulang kali pasal pertama kitab Kejadian kita menyaksikan bahwa Tuhan menciptakan segalanya baik. Baik, baik, dan baik. Tuhan tidak menciptakan sesuatu secara serampangan, asal-asalan dan tanpa rencana. Tuhan tidak menciptakan sesuatu kecil-kecilan, tidak juga biasa-biasa saja. Setelah selesai, Tuhan memeriksa hasil karyaNya dan memastikan bahwa semuanya baik.

Kita bisa baca apa yang terjadi selanjutnya, yaitu bahwa Tuhan merancang sebuah taman yang sempurna bernama Eden sebagai tempat untuk dihuni manusia. Eden merupakan tempat yang luar biasa, tidak ada yang kurang atau rusak, semua disana disediakan dalam kelimpahan, dan itu disediakan agar manusia yang dibuat menurut gambar dan rupaNya sendiri itu bisa tinggal dan menikmatinya. Perhatikan bahwa Eden diciptakan untuk manusia dan bukan untuk diriNya sendiri. Bukankah Tuhan sudah punya tempat tinggal sendiri yaitu Surga? Tapi setelah Eden dibentuk, Tuhan menemukan sesuatu yang tidak baik. Apa yang tidak baik adalah kenyataan bahwa manusia itu sendirian.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply