Dalam Yesus Kristus, Kita Selalu Lahir Baru (Menjadi Kantong Baru bagi Anggur Baru)

0
24

4 Juli - RmA 2

Sabtu, 04 Juli 2015
Sabtu Imam
Kej 27:1-5,15-29; Mzm 135:1-6; Mat 9:14-17

Yesus Kristus bersabda, “Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru, dan dengan demikian, terpeliharalah kedua-keduanya.”

MERENUNGKAN Injil hari ini, mari kita pusatkan perhatian pada kutipan ayat tersebut. Apa makna dari sabda itu bagi kita umat Kristiani? Dalam anganku, sabda itu mempunyai makna begini. Mengikuti dan mengimani Yesus Kristus adalah untuk mengalami sukacita baru secara menyeluruh berkat relasi dengan Dia.

Dalam dan bersama Yesus Kristus, hidup kita selalu lahir kembali secara baru. Kita akan selalu mengalami sukacita baru yang dapat kita bagikan kepada semua dan siapa saja. Dalam harapan dan sukacita yang baru ini kita akan memiliki ruang bagi sesama, terutama bagi dan bersama mereka kaum papa. Juga dalam rangka persaudaraan sejati semesta.

Mari kita tuang kehidupan kita ke dalam kantong anggur yang segar dan baru dengan merayakan kebaikan-Nya dan menyediakan waktu untuk mencari Yesus Kristus dengan rendah hati dan penuh sesal atas segala dosa kita. Dalam Yesus Kristus kita dengan gembira belajar tentang hal-hal yang baru: harapan baru, sukacita baru, dan hidup baru selalu. Bahaya yang kita hadapi adalah soal ketertutupan pikiran hingga kita menolak untuk belajar tentang hal-hal yang baru itu.

Adorasi Ekaristi Abadi itu laksana kantong anggur baru bagi kita untuk mengasihi Yesus Kristus dan sesama. Ia tidak menghendaki kita berpegang pada kekakuan masa lalu dan resisten terhadap karya baru Roh Kudus dalam hidup kita.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghendaki agar budi dan hati kami menjadi seperti kantong baru bagi anggur yang baru yang terbuka dan siap menerima Roh Kudus. Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu hingga kami boleh bertumbuh dalam pengenalan akan kasih dan kebenaran-Mu yang agung. Semoga kami selalu menemukan sukacita baru dalam mengenal, mengasihi dan melayani Dikau dan sesama kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here