Dalam Pesan Urbi et Orbi, Paus mohon buah perdamaian dan penghiburan bagi berbagai negara

cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (38)

Saudara-saudari terkasih, Selamat Paskah! Yesus telah bangkit dari mati! kata Paus Fransiskus ketika mulai menyampaikan Pesan Urbi et Orbi (untuk kota dan untuk dunia) di hadapan orang-orang yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus, 1 April 2018.

Pesan, yang berisi doa dan harapan agar beberapa negara yang sedang dilanda berbagai masalah menerima buah-buah perdamaian, berisi keyakinan Paus bahwa umat Kristiani percaya dan tahu bahwa kebangkitan Kristus adalah harapan sejati dari dunia, harapan yang tidak mengecewakan.

“Kebangkitan Kristus adalah kekuatan biji gandum, kekuatan kasih itu yang merendahkan diri-Nya dan memberikan diri-Nya sampai akhir, dan dengan demikian benar-benar memperbarui dunia” kata Paus seperti dilaporkan di hari yang sama oleh Kantor Pers Vatikan yang juga diterima oleh PEN@ Katolik.

Di saat sejarah mengalami begitu banyak tindakan ketidakadilan dan kekerasan, tegas Paus, kekuatan itu terus berbuah. Kekuatan ini, tegas Paus, “menghasilkan buah pengharapan dan martabat di mana ada perampasan dan pengucilan, kelaparan dan pengangguran di mana ada kaum migran dan pengungsi (begitu sering ditolak oleh budaya sampah saat ini), dan para korban perdagangan narkoba, perdagangan manusia dan bentuk-bentuk perbudakan kontemporer.”

Hari ini, kata Paus, kita memohon buah-buah perdamaian atas seluruh dunia, dimulai dengan tanah Suriah yang tercinta yang sudah lama menderita, yang penduduknya lelah karena perang yang tampak tak ada akhirnya. Paskah ini, Paus berharap, “semoga terang Kristus yang telah bangkit menyinari suara hati seluruh pemimpin politik dan militer, sehingga pembunuhan massal segera berakhir, sehingga hukum kemanusiaan dapat dihormati, dan sehingga ketentuan-ketentuan dibuat untuk memudahkan akses terhadap bantuan yang sangat dibutuhkan saudara-saudari kita, dan juga memastikan kondisi yang sesuai untuk kembalinya para pengungsi.”

Paus juga mengajak orang-orang untuk memohon buah-buah rekonsiliasi untuk Tanah Suci, yang hari-hari ini sedang juga mengalami luka-luka pertikaian yang sedang berlangsung tanpa mengecualikan orang-orang yang tak berdaya, dan untuk Yaman dan seluruh Timur Tengah, agar dialog dan saling menghormati bisa mengalahkan perpecahan dan kekerasan. “Semoga saudara-saudari kita di dalam Kristus, yang tidak jarang sanggup menahan ketidakadilan dan penganiayaan, menjadi saksi-saksi Tuhan yang bangkit dan kemenangan kebaikan atas kejahatan,” kata Paus.

Hari ini, Paus juga minta untuk memohon buah-buah pengharapan bagi mereka yang merindukan kehidupan yang lebih bermartabat, terlebih semua orang di wilayah-wilayah benua Afrika yang sangat terpengauruh oleh kelaparan, pertikaian endemik dan terorisme. “Semoga damai dari Tuhan yang telah bangkit menyembuhkan luka-luka di Sudan Selatan dan membuka hati-hati untuk berdialog dan saling mengerti. Janganlah kita melupakan para korban pertikaian itu, terutama anak-anak! Semoga di sana tidak kekurangan solidaritas terhadap semua orang yang terpaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka serta kekurangan kebutuhan pokok untuk hidup,” Paus berharap.

Buah-buah dialog untuk semenanjung Korea juga dimohon agar pembicaraan-pembicaraan yang sedang berlangsung dapat meningkatkan kerukunan dan perdamaian di wilayah itu. “Semoga orang-orang yang langsung bertanggung jawab bertindak dengan kebijaksanaan dan kearifan demi meningkatkan kebaikan rakyat Korea dan demi membangun hubungan kepercayaan di dalam masyarakat internasional,” Paus memohon.

“Kita juga memohon buah-buah perdamaian untuk Ukraina, agar langkah-langkah yang diambil untuk menyokong kerukunan diperkuat, dan difasilitasi oleh prakarsa-prakarsa kemanusiaan yang dibutuhkan rakyatnya,” kata Paus.

Buah-buah penghiburan bagi rakyat Venezuela, yang, sebagaimana ditulis oleh uskup-uskup mereka, sedang mendiami semacam ‘tanah asing’ di negara mereka sendiri, juga menjadi permohonan. “Semoga bangsa itu, dengan kuasa kebangkitan Tuhan Yesus, menemukan cara yang adil, penuh damai dan manusiawi untuk cepat mengatasi krisis-krisis politik dan kemanusiaan yang mencengkeramnya,” lanjut Paus.

“Semoga Kristus yang telah bangkit membawa buah-buah kehidupan baru kepada anak-anak, yang akibat perang dan kelaparan, tumbuh tanpa pengharapan, tanpa pendidikan dan perawatan kesehatan; dan kepada orang-orang tua yang tercampakkan oleh budaya egois yang mengucilkan mereka yang tidak ‘produktif’,” kata Paus Fransiskus.

“Kita juga memohon buah-buah kebijaksanaan bagi mereka yang memiliki tanggung jawab politik di dunia kita, agar mereka selalu menghormati martabat manusia, mengabdikan diri mereka secara aktif untuk mengejar kebaikan bersama, dan memastikan pengembangan dan keamanan warga negara mereka sendiri,” doa Paus Fransiskus.(paul c. pati)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: