Crazy Little Thing Called Love (1)

Ayat bacaan: Roma 5:8
===============
“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.”

love

Anda kenal lagu karangan Freddie Mercury “Crazy Little Thing Called Love”? Lagu ini menjadi satu dari best hits Queen yang diciptakan pada tahun 1979. Lagu unik ini sepertinya terinspirasi dari Elvis Presley karena irama rock n roll dalam lagu ini jauh lebih menampilkan gaya musik Elvis ketimbang karya-karya Queen biasanya. Belakangan lagu ini diaransir ulang oleh David Foster dan dinyanyikan oleh Michael Buble dengan orkestrasi big band dan kembali menjadi hit dunia. Apa yang ingin saya bahas bukanlah sejarah lagu ini, bukan pula pengarang atau penyanyinya, tetapi judul. Crazy Little Thing Called Love. Kasih atau cinta, dikatakan sebagai sebuah crazy little thing alias sesuatu yang gila, tidak masuk akal. Tidakkah itu benar? Cinta bisa membuat kita rela melakukan sesuatu yang tidak masuk akal, tidak terduga dan sebagainya. Cinta bisa membuat kita yang tadinya penakut tiba-tiba berubah menjadi pemberani, cinta bahkan bisa membuat kita siap mati demi seseorang yang kita cintai. Cinta bisa begitu mengejutkan dan menggerakkan kita untuk melakukan sesuatu yang lebih dari batas kemampuan kita, dan lucunya seringkali hal yang tidak pernah bisa kita perbuat sebelumnya kemudian terjadi, dan itu atas nama cinta. Love makes the world go round, kata pepatah asing, dan itu benar adanya. Entahlah, mungkin saya terlalu romantis jadi orang, tetapi bagi saya cinta memang segalanya. Saya rela mengorbankan apapun demi orang yang saya cintai atau kasihi. Bagi seorang ahli kimia, cinta mungkin dianggap sebagai sebuah reaksi kimia yang kompleks yang belum diketahui senyawa-senyawanya. Ada percikan asmara, ada kontak yang bisa membuat kita bergetar atau merasa deg-degan ketika berada di dekat orang yang kita sayangi. Jelas ada reaksi yang terjadi disana, tetapi biarlah itu menjadi pemikiran para ahli, karena saya bukan orang yang berkecimpung di dalam sisi ilmiah dari segala sesuatu termasuk dari sebuah hal gila bernama cinta.

Jika bagi manusia nilai kasih atau cinta itu sebegitu besarnya, sebenarnya seperti itu pula besarnya arti sebuah kasih bagi Tuhan. Tuhan adalah sosok yang sangat penuh dengan kasih. He’s so full of love. CaraNya mengasihi kita tidak terhitung banyaknya, dan seringkali itu mengagetkan kita lewat kasihNya yang besar itu. Sebuah bukti yang tidak terbantahkan akan kasih Allah tertulis dalam sebuah ayat emas yang sudah teramat sangat kita kenal. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16). Sebuah misi mencengangkan dilakukan oleh Yesus yang turun ke dunia, mengambil rupa seorang hamba dan rela menjalani semua dengan taat, mengalami perilaku-perilaku di luar perikemanusiaan hingga mati di kayu salib. Jika anda sebagai ayah kemudian melihat anak anda mengalami semua ini demi sebuah tujuan, apapun itu, apa yang anda rasakan? Merasakan keperihan yang teramat sangat dalam hati, menangis, itu mungkin baru yang minimal yang akan anda rasakan ditengah berkecamuknya berbagai rasa perih lainnya. Saya yakin itu pun dirasakan oleh Tuhan. Tetapi lihatlah bahwa Tuhan tetap memilih untuk merelakan AnakNya yang tunggal ini demi kita. Semua agar kita tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Semua demi menyelamatkan kita, umat manusia dari kematian, memindahkan kita dari kematian untuk masuk ke dalam keselamatan. Mencengangkan? Jelas. Apa yang kita perbuat untuk memperoleh hal itu? Apakah kita begitu luar biasa baiknya sehingga Allah berhutang budi kepada kita? Sama sekali tidak. Yang terjadi justru sebaliknya, kita terus saja menyakiti dan mengecewakanNya dengan perbuatan-perbuatan kita yang seringkali tidak sedikitpun menghargai Pencipta kita. Manusia terus berbuat dosa dan menyakiti hati Allah. Tetapi lihatlah apa yang terjadi. Dalam keadaan kita masih penuh dosa, Tuhan ternyata masih memutuskan untuk berbuat sesuatu yang luar biasa besar demi kita. Tidak tanggung-tanggung, AnakNya pun diberikan kepada kita untuk menggantikan kita semua di atas kayu salib, memikul seluruh dosa dan pelanggaran kita dan menebus semua itu hingga tuntas. Firman Tuhan secara jelas menyatakan “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” (Roma 5:8). Kekuatan apa yang mampu menggerakkan Allah untuk mengambil keputusan yang sangat mencengangkan ini? Jawabannya hanya satu, yaitu KASIH. Adalah kekuatan kasih yang sanggup menggerakkan hati Tuhan untuk menganugerahkan kita semua, yang seharusnya tidak layak, dengan keselamatan. “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini”, itu bunyi ayat emas dalam Yohanes 3:16, itu dan hanya itulah alasannya. That’s the power of love, a crazy little thing called love.

Begitu besarnya kekuatan kasih atau cinta ini sehingga mampu menggerakkan hati Tuhan. Tidak ada kekuatan apapun lagi yang mampu menandinginya. Paulus mengingatkan kita bahwa ada tiga hal yang tetap harus kita lakukan. “Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap…Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” (1 Korintus 13:8,13).  Diantara ketiganya, lihatlah bahwa kasih dikatakan sebagai yang terbesar. Dan Tuhan sudah membuktikannya. Yesus rela melakukan semuanya atas dasar kasihNya yang terlalu besar bagi kita. Mungkin kita mau mengorbankan nyawa demi anak atau istri/suami, orang tua atau saudara, tapi maukah kita memberikan nyawa bagi orang yang tidak kita kenal sama sekali? Atau kepada orang yang berperilaku jahat? Kita tidak mau, tapi Tuhan mau. Itu adalah bukti dari kasihNya yang begitu besar, yang sudah Dia lakukan bagi kita semua. Jika hari ini kita hidup dalam sebuah alam kehidupan yang dekat secara pribadi dengan Tuhan dan bisa merasakan hadiratNya yang begitu indah penuh damai, jika hari ini kita memiliki Roh Kudus yang senantiasa menuntun kita agar tidak salah melangkah, jika hari ini kita sudah diberikan kunci kerajaan Surga, artinya diberikan keselamatan lengkap dengan petunjuk melangkah agar semua itu terjadi dalam kepastian, itu semua adalah berkat Yesus yang rela turun ke dunia mengambil rupa seorang hamba, dan itu adalah penggenapan dari kehendak Allah yang didasari kasih kepada semua manusia.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: