Come and See

Ayat bacaan: Yohanes 1:47a
=====================
“Kata Filipus kepadanya: “Mari dan lihatlah!”

come and see

Pandangan kita akan sangat berkurang kemampuannya apabila terhalang sesuatu. Tutuplah mata anda dengan tangan atau sapu tangan, maka anda tidak akan bisa melihat apa-apa. Atau ketika kabut turun menutupi jalanan, maka jarak pandang kita pun terbatas, berkurang jauh dari batas normal. Demikian pula kita bisa gagal melihat sesuatu yang benar ketika mata hati kita tertutup oleh banyak hal. Emosi, pikiran negatif, kebencian, ego, sinisme dan sebagainya, itu bisa membuat pandangan kita terhalang. Sebuah film yang baru saja saya tonton berisi sebuah quote yang diucapkan tokoh utamanya yang mengacu kepada sosok kakaknya. “He’s a good man, with good and just ideals, but his temper can cloud his judgement.” Begitulah kita manusia. Seringkali pengambilan keputusan kita terhalang oleh begitu banyak hal. Kita bisa menjadi buta karena tidak bisa lagi melihat dengan jelas. Dan itu akan berakibat kepada banyak hal, salah satunya adalah kemudian mengeluarkan pernyataan atau penilaian terlalu dini tanpa melihat dengan baik terlebih dahulu. Kita bisa dengan cepat menilai orang hanya dari suku, golongan atau status sebelum kita mengenal mereka dengan baik. Sifatnya sangat subjektif. Itulah yang bisa terjadi jika kita tidak mau melihat sesuatu dengan benar terlebih dahulu, atau ketika pandangan mata kita terhalang (dihalangi) oleh berbagai macam hal.

Kemarin kita sudah melihat reaksi awal Natanael dalam perjumpaan pertamanya dengan Yesus. Reaksinya skeptis bahkan negatif terlontar spontan ketika mendengar tentang seseorang yang datang dari Nazaret, sebuah kota yang menurut Natanael “tidak ada baiknya”. Ucapannya timbul sebelum ia mengenal Kristus lebih jauh terlebih dahulu. Hal ini masih terjadi hingga hari ini. Ada banyak pandangan skeptis tentang Yesus. Tidak sedikit yang mengejek, menghina bahkan menghujat Yesus. Berbagai ajang diskusi seperti lewat forum-forum misalnya sudah melenceng jauh lebih dari sekedar diskusi, tapi menjadi tempat menghujat dengan menggunakan kata-kata yang jauh dari norma kesopanan. Sayangnya ada banyak diantara orang percaya yang malah ikut-ikutan berkata kasar bahkan tidak jarang malah tidak malu menjadi penyulut pertengkaran. Perlukah anak-anak Tuhan menanggapi dengan ikut kasar? Perlukah kita emosi dan membalas dengan kembali mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas? Tentu tidak. Sebab dengan berlaku sama seperti mereka, itu artinya kita tidaklah merepresentasikan sosok Kristus yang sebenarnya. Itu artinya kita bukannya membukakan mata orang lain untuk mengenal Yesus, tetapi malah sebaliknya semakin menghalangi pandangan mereka. Mari kita sambung renungan kemarin. Ketika Natanael berkata: “Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?” (Yohanes 1:46), Filipus menjawab: “Mari dan lihatlah!” (ay 47a). Come and see, demikianlah Filipus mengajak Natanael untuk mengenal terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pernyataan terburu-buru. 

Yesus menegaskan bahwa Dialah jalan dan kebenaran dan hidup. (Yohanes 14:6). Yesus adalah pintu yang menuju keselamatan (Yohanes 10:9). Yesus adalah juru selamat dunia (Yohanes 4:42), Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29). Orang percaya tentu mengimani hal tersebut. Tapi bagi yang belum mengenal Kristus hal ini tentu sulit mereka terima. Bagaimana kita mengenalkan Kristus? Apakah lewat pemaksaan, dengan menghina kepercayaan mereka, dengan kekerasan atau bentuk intimidasi lainnya? Tidak, kekristenan tidak mengenal kekerasan. “Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:8). Kita bisa melakukannya seperti perkataan Filipus, “mari dan lihatlah.” Ini sebuah bentuk ajakan simpatik tanpa pemaksaan atau emosi agar seseorang mengenal Kristus terlebih dahulu sebelum menyimpulkan apa-apa. Dalam ayat 47 di atas, reaksi Yesus pun ternyata sama. Alih-alih marah atau tersinggung atas komentar spontan Natanael, inilah yang dilakukan Yesus: “Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!” (ay 47b). Lihatlah bahwa Yesus sendiri mau membuka diri dan tidak menolak Natanael, meski ia sudah berkata negatif tentang Dia sebelumnya.

Mari kita mundur sehari sebelum kisah perjumpaan Natanael dan Yesus. Pada waktu itu Yesus mengundang dua murid Yohanes dengan perkataan yang sama. “Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu cari?” Kata mereka kepada-Nya: “Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?” (Yohanes 1:38). Ketika mereka bertanya dimana Yesus tinggal, Yesus kemudian menjawab: “Marilah dan kamu akan melihatnya.” (ay 39a). “He said to them, Come and see.” Mereka bukan ingin melihat dekorasi rumah tempat Yesus tinggal, melihat terbuat dari apa lantai, dinding dan sebagainya, mereka bukan ingin melihat rumah tempat tinggal Yesus itu gedung mewah atau gubuk derita, tapi yang ingin mereka lihat adalah seperti apa hati Kristus, sehingga Dia disebut Yohanes sebagai Anak Domba Allah. Yesus sendiri pun mengundang mereka. “Apakah kamu ingin mengenal hatiKu? apakah kamu ingin tahu apa yang menurutKu penting untuk kamu lakukan? Apakah kamu ingin tahu bagaimana Aku memberkatimu? Apakah kamu ingin mengenal atau bahkan melihat Tuhan? Kalau ya, “mari datang dan lihatlah.” Seperti itulah kira-kira yang akan diucapkan Yesus kepada orang untuk mengenalNya lebih jauh. “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.” (Yohanes 14:7).

Yesus terus mengetuk pintu hati siapapun untuk mengenalNya. Dia bahkan mau terlebih dahulu mengetuk pintu hati kita tanpa menunggu kita yang datang kepadaNya. “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wayhu 3:20). Alkitab menggambarkan dengan jelas seperti apa pribadi Kristus yang patut diteladani, tujuan kedatangan Kristus ke dunia dan apa yang Dia tebus lewat kematianNya di kayu salib. Begitu banyak nubuatan-nubuatan yang bahkan sudah hadir sebelum Kristus turun ke dunia. Kebangkitan Yesus yang disaksikan bukan hanya satu-dua orang, tapi begitu banyak orang pun dicatat alkitab membuktikan dengan jelas siapa Yesus sebenarnya. Jangan lupa satu hal yang penting, bahwa orang bisa mengenal Kristus lewat kesaksian kita, lewat sikap dan perilaku kita dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai murid Yesus, kita harus mampu mencerminkan Yesus yang jika kita amalkan sungguh-sungguh akan membuat kita terlihat berbeda dari kebiasaan dunia. Ketika para murid Yesus datang memenuhi undangan Yesus dan kemudian mengenal Dia, mereka pun langsung mengakui bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, dan tanpa ragu segera menjadi murid-muridNya, termasuk Natanael pun berkata: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”(Yohanes 1:49).

Untuk bisa mengenalNya dengan baik, kita harus mau membuka pintu hati kita dan membiarkan mata hati kita melihatNya dengan jelas. Yang pasti, Yesus terus mengetuk hati kita setiap saat, dan Dia terus menanti kita untuk membuka pintu agar Dia bisa masuk membawa keselamatan. Hingga hari ini Dia tetap mengundang siapapun untuk “datang dan melihat”, tinggal bersamaNya dan mengenalNya agar siapapun bisa mengetahui dengan benar siapa Dia yang sebenarnya dan seperti apa besar kasihNya kepada kita. Lewat hidup, kesaksian, perbuatan dan perkataan kita pun kita bisa memperkenalkan sosok Yesus yang sebenarnya kepada orang lain.  Yesus mengundang siapapun untuk mengenalNya. Filipus mengajak Natanael untuk itu juga. Kita pun seharusnya demikian. Dengan gaya atau cara hidup kita pun kita berkesempatan untuk mengundang orang untuk mengenalNya. Tanpa memperhatikan tindakan dan perbuatan serta perkataan kita, niscaya kita tidak akan pernah bisa melakukan itu.

To know Him is to love Him

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: