Closed-Circuit Television

0
19

Ayat bacaan: Amsal 15:3
================
“Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.”

Hampir semua toko, bank atau tempat-tempat yang memerlukan pengawasan mempergunakan CCTV alias Closed-circuit television. Teknologi memang sudah memungkinkan untuk melakukan pemantauan baik secara lokal maupun dengan menghubungkannya ke badan/departemen terkait seperti kantor polisi misalnya. Istri saya pernah iseng melakukan hal yang terinspirasi dari CCTV. Ia memasang webcam pada laptop dan meletakkannya di bagian rumah dimana anjing-anjing piaraan kami ditempatkan. Peletakan diatur sedemikian rupa agar semua pergerakan mereka bisa terpantau webcam. Dengan aplikasi Skype, istri saya bisa melihat tingkah, polah dan gerak-gerik masing-masing selagi kami tidak di rumah. Teknologi yang semakin maju saat ini sudah memungkinkan kita untuk bisa memantau situasi dari jarak yang sangat jauh dari lokasi. Kalau dulu orang hanya mampu melihat sejauh jarak pandangan matanya, maka sekarang lewat teknologi kita bisa melihat lebih jauh dari kemampuan mata kita sendiri. Bahkan ada aplikasi yang bisa memungkinkan kita untuk melihat beberapa CCTV sekaligus dari belahan dunia yang berbeda secara nyaris real time.

Jika teknologi masih terus berusaha untuk memampukan mata kita melihat hal-hal yang tadinya tidak bisa diwujudkan hanya dengan mengandalkan mata yang tertempel di wajah, mata Tuhan sudah sejak awal mampu berfungsi seperti itu. Tuhan sanggup berada di segala tempat pada satu waktu yang sama untuk memantau dan mengawasi segala sesuatu yang kita lakukan. Salomo berkata: “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” (Amsal 15:3). Tidak ada satupun tempat di dunia bahkan di jagat raya ini yang berada di luar jangkauan penglihatan Tuhan.

Kita bisa membaca catatan lainnya lewat ayah Salomo sendiri dalam Mazmur 139 yang bertajuk “Doa di hadapan Allah yang maha tahu.” Dalam bagian Mazmur ini kita bisa melihat bagaimana Tuhan menyelidiki dan mengenal kita. “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku.” (ay 1). Selanjutnya dikatakan Dia mengetahui pikiran kita (ay 2), melihat kita bekerja dan beristirahat serta mengetahui apapun yang kita perbuat (ay 3), Dia pun tahu apa yang menjadi isi hati kita sebelum kita mengucapkannya. (ay 4). Tidak satupun tempat yang tersembunyi dariNya (ay 7-10), bahkan di tempat yang tergelap sekalipun Tuhan bisa melihat. (ay 11-12). Semua ini menunjukkan bagaimana mata Tuhan tidak pernah gagal menjangkau segala sudut dari hidup kita. MataNya ada dimana-mana, di segala tempat, mengawasi yang jahat dan yang baik, memeriksa kita sampai bagian yang terdalam, apakah ada niat-niat buruk yang masih bercokol atau tidak.

Bagi orang hidup benar, mengasihi Tuhan dan rajin melakukan kehendakNya ini merupakan sebuah kabar yang menggembirakan. Dengan mengetahui hal ini kita tahu sekarang bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, Dia ada bersama kita dalam setiap waktu, baik dalam keadaan suka maupun duka, dalam keadaan tenang maupun penuh gejolak. Tidak ada satupun yang luput dipantauNya, kita selalu ada dalam jarak pandangNya. Tuhan berada bersama kita kemanapun kita melangkah, dan itu bisa membuat kita tidak perlu takut menghadapi apapun. Menyadari keberadaan Tuhan dengan kasih setiaNya setiap waktu bersama kita akan membuat kita menyadari bahwa semua yang kita lakukan demi namaNya tidak akan pernah Dia abaikan, meski mungkin di dunia tidak ada satupun orang yang mengapresiasi.

Bagaimana dengan orang yang hidupnya melanggar ketetapan-ketetapan Tuhan? Buat orang yang terus memilih untuk hidup cemar, ini jelas menjadi sebuah kabar buruk. Jika ada orang yang selama ini berpikir bahwa bisa selamat jika perbuatan jahatnya tidak diketahui orang lain, berpikir bahwa jika tidak ada orang yang melihat maka mereka bisa selamat, mereka akan tahu bahwa tidak ada tempat atau kesempatan sedikit pun sebenarnya untuk menyembunyikan diri dari pandangan mata Tuhan. Tuhan melihat segalanya dan tahu segalanya. Meski kebohongan, kecurangan atau kejahatan bisa disimpan rapi sehingga bisa lolos di dunia, serapi apapun penipuan atau kebohongan itu sehingga mampu mengecoh manusia, di mata Tuhan semua itu akan selalu terlihat dengan amat sangat jelas.

Penulis Ibrani berkata: “Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” (Ibrani 4:13). Baik atau jahat, semua perbuatan dan niat kita akan sangat transparan di mata Tuhan, bahkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita pun sesungguhnya terbuka di mata Tuhan. “Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.” (Amsal 20:27).

Apapun yang kita lakukan, rencana yang ada di pikiran kita atau perasaan dalam hati kita, ingatlah bahwa Tuhan sedang memandang dan akan terus memantau kita. Maka hendaklah kita menjaga sikap, perbuatan, pikiran, perasaan, tingkah laku dan perkataan kita agar tidak berseberangan dengan kehendakNya. Mari kita buat Tuhan tersenyum bahagia dan bangga melihat bagaimana kita menjalani hidup dengan sebaik-baiknya seperti yang Dia inginkan, baik ketika terlihat oleh orang lain maupun tidak. Sepanjang waktu Tuhan ada bersama kita, melihat dan menyelidiki kita, pergunakanlah kesempatan ini sebagai sebuah jaminan penyertaan dari Tuhan kepada anak-anakNya yang taat dan setia dan bukan sebagai sesuatu yang kita anggap mengganggu kebebasan kita dalam melanggar ketetapanNya

“Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia.” (2 Tawarikh 16:9)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Loading...

Tulis gagasan

Please enter your comment!
Please enter your name here