Cinta Merdeka, Cinta Indonesia

< ![endif]-->

HARI ini 17 Agustus 2013, saya terbangun dari tidur lelap dan hati segera bersyukur hidup saya ada di Indonesia, tanah air tercinta. Suatu hal yang amat jarang saya rasakan. Biasanya peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia di tahun-tahun lalu hanyalah seremoni bagi saya. Ikut upacara bendera atau menonton upacara bendera, thok! Yah……kadang ikut lomba-lomba di RT atau di sekolah anak saya, menjadi penggembira saja, tentu saja semua itu tidak meninggalkan kesan mendalam di sanubari.

Kali ini  saya malah tidak ikut kegiatan apa-apa. Saya malah menghabiskan waktu untuk merenung betapa saya amat bersyukur menjadi warga negara Indonesia dan hidup di tanah air Indonesia.

Apa pasal? Saya ingat trip Shanghai Beijing tempo hari. Perjalanan menjelajah Shanghai empat hari dan Beijing lima hari sangat berkesan bagi saya. Semua lika-liku perjalanan itu membuka mata dan hati saya, bagaimana saya harus berterimakasih kepada Yang Maha Kuasa yang telah menganugerahi alam indah luar biasa, alam Indonesia.

China adalah negeri empat musim. Saat saya datang ke China, cuaca sedang panas-panasnya karena summer. Pada waktu summer, temperatur udara bisa mencapai 42 derajat Celcius! Seorang teman di Beijing bercerita beberapa tahun lalu di China tanah tempat berpijak mencapai panas 70 derejat Celcius.

Cukup untuk mematangkan sebutir telur tanpa dimasak! Banyak orang mati kepanasan saat itu. Sementara saat saya berkunjung ke Shanghai- Beijing, cuaca sedang adem menurut mereka, sebab belum sampai 40 derajat Celcius. Beuuhh!

Saya langsung ingan dengan kota kelahiran saya di sebuah ulau sebelah barat Indonesia, adem dan sejuk sepanjang hari. Kota tempat saya tinggal sekarang pun tergolong panas dibandingkan daerah lain di Indonesia, tetapi toh saya masih amat bersyukur karena cuaca kota saya ternyata masih jauuuuuuuh lebih adem di banding Shanghai Beijing.

Cinta Indonesia

Hal kedua yang membuat saya makin cinta Indonesia bukan hanya karena Indonesia memiliki dua musim yang nyaman buat saya melainkan juga karena panorama alam yang indah dari Sabang sampai Merauke. Setelah beberapa kali saya melakukan trip ke negara Asia, saya berkesimpulan negara ini luar biasa kaya dan indah.

Kadang saya tercengang ketika tiba di suatu tempat di negara tetangga, Singapura, karena misalnya taman bunga yang dijadikan obyek wisata ternyata begitu kecil. Saya juga sempat melihat di Negeri Gajah Putih Thailand, sungai yang dipromosikan sebagai tempat wisata adalah sungai yang sama dengan sungai-sungai di Indonesia, malah kadang sungai di Indonesia jauuhhh lebih bagus.

Menurut saya, keunggulan negara-negara itu adalah kecerdasan mengelola sumber daya alam, apa pun itu, menjadi pariwisata yang luar biasa dikenal di seluruh dunia.

 

Hal ketiga yang patut saya syukuri tentang Indonesia adalah kekayaan dan keragaman budayanya, baik perilaku masyarakatnya,  melimpahnya air sampai makanannya.

Di Shanghai Beijing trip saya kesulitan menemukan air. Di toilet-toilet umum, minim air. Jadi saya harus membiasakan diri dengan sistem toilet kering. Ah…… sungguh tidak nyaman buat saya. Di hotel atau di mall memang toiletnya berstandar international, tetapi kalau sedang kebelet, kayaknya orang sudah tidak bisa berpikir lagi mencari toilet standar.

Yang ada saya jadi takut minum, karena takut pipis…. sementara udara panas membuat tenggorokan saya kering kerontang minta minum. Hadeeehhh…..serba salah!! minum salah, gak minum apalagi. Jadi akhirnya saya banyak minum kalau kira-kira tempat yang akan saya kunjungi itu agak modern, jadi gampang cari toilet. hehehe……

Masyarakat China sendiri tergolong helpful menurut saya. Beberapa kali saya ditolong oleh mereka, baik saat susah bawa koper gede maupun saat tersesat di jalan. Akan tetapi banyak orang China enggan (tidak bisa) berbahasa Inggris meski mereka adalah kaum muda/pelajar.

Kalau saya perhatikan sekilas (sekilas ya….) saya jarang sekali menemukan kursus atau lembaga bahasa Inggris di Shanghai Beijing. Biasanya kan banyak di pertokoan atau di ruko-ruko, tetapi saya liat di China jarang ada kursus bahasa Inggris.

Di Bangkok saya sempat amati ada beberapa kursus bahasa Inggris dan sebagian anak mudanya paham bahasa Inggris, Singapura dan Malaysia kurang lebih juga sama. Mungkin ini ada hubungannya dengan ambisi China menjadi negara adikuasa sehingga mereka berkeinginan menjadikan bahasa China sebagai bahasa persatuan dunia. Mungkin looo….ini kan pendapat saya pribadi.

Soal makanan sih memang selera, ya. Karena saya lahir, besar dan tinggal di Indonesia, tetap saja makanan yang paling saya sukai adalah makanan khas Indonesia, tidak ada duanya deh!! hehehhe……

Makanan Indonesia tuh nendang banget meski cuma nasi, ikan asin, sambel terasi, krupuk…wahhh….luar biasa. Soal makanan, saya juga agak kerepotan waktu makan di China. Porsi makan memang besar-besar seperti negara Asia lain tetapi rasa dan cara makan itu loh…kebanyakan rasanya plain alias tawar, atau lidah saya kali ya yang kurang adaptif?

Selain itu susah bagi saya menemukan sendok buat makan di restoran China. Hampir semua makan pakai sumpit! Ada sih yang pakai sendok tetapi ternyata sendoknya sendok raksasa alias sebesar sendok sayur di Indonesia. Alamak!! Untung saya bawa sendok plastik dari Indonesia beserta sambel saset dan kecap manis, jadi hati masih terhibur.

Di Indonesia, air melimpah, makanan beragam baik menu maupun rempahnya. Udara hangat sejuk, alamnya indah. Apa-apa murah…..dan masyarakatnya kreatif!

Kemarin baru saja saya tonton di TV tentang seorang pengangguran yang punya ide menjadi manusia patung di tempat wisata, Kota Tua Jakarta. Manusia patung adalah orang yang berdandan ala patung di dekat meriam di Kota Tua yang sarat sejarah. Sudah banyak manusia patung di Kota Tua, ada yang menjadi prajurit Belanda zaman dahulu, menjadi pejuang Indonesia, menjadi noni Belanda dll.  Tugasnya sepanjang hari berpose dengan pengunjung yang kemudian memberikan uang sukarela di kaleng dibawah kakinya. Lucu, seru, orisinal dan kreatif ! 

Artinya orang yang tak punya skillpun bisa tetap hidup di Indonesia yang kaya raya ini, hanya  merelakan diri  menjadi manusia patung!

Tentu Indonesia masih harus banyak belajar dari negara-negara lain bagaimana memajukan masyarakatnya supaya sejahtera, adil dan makmur, merata……(catett…Merata bukan hanya sibuk memperkaya segolongan orang dengan teknik korupsi yang canggih.

Bagaimana,pun orang Indonesia cerdas dan kreatif, tak kalah dengan warga dunia lain,  hanya mungkin harus lebih diedukasi lagi supaya kecerdasan dan kekreatifannya berdampak positif. Butuh bertahun-tahun, mungkin juga berabad-abad untuk membuat Indonesia setingkat dengan negara maju lainnya. Tak apa, masih ada semangat dan harapan buat Indonesiaku tercinta untuk berjuang menjadi lebih baik lagi….Luar biasa!

Buat saya, Indonesia adalah tempat terbaik buat saya dan anak cucu saya nanti. Indonesia yang merdeka dan Indonesia yang alami namun kaya raya.

Dirgahayu Indonesiaku, Selamat Ulang Tahun Kemerdekaan 68 Tahun.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: