Cerita Sebelum Tidur

Ayat bacaan: 1 Korintus10:11
======================
“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”

cerita sebelum tidur

Ketika masih kecil saya termasuk anak yang beruntung karena setiap malam mendapatkan banyak kisah-kisah berharga lewat dongeng sebelum tidur yang diceritakan oleh ibu atau nenek saya. Bertahun-tahun mereka dengan tidak bosan-bosannya terus bercerita, tidak jarang dengan disertai nasihat-nasihat yang ternyata masih saya ingat sampai hari ini. Lewat merekalah saya mengenal banyak dongeng karya Hans Christian Andersen, Walt Disney dan lainnya. Ada banyak petuah dibalik kisah-kisah itu yang aplikatif dan mampu mendatangkan manfaat seiring pertumbuhan saya, bahkan hingga saya dewasa. Waktu saya kecil saya tidak menyadari bahwa semua kisah dongeng pilihan ibu dan nenek saya waktu itu ternyata sanggup membekali saya hingga waktu yang lama.

Cerita bisa sangat efektif dipakai oleh orang dewasa atau orang tua untuk menyampaikan pesan-pesan moral dan berbagai pengajaran mengenai etika, akhlak dan tingkah laku, cara bersikap dan sebagainya. Mengapa harus dengan cerita? Ada beberapa alasan. Anak-anak biasanya menyukai cerita dan merekapun akan lebih mudah mengerti pesan yang hendak disampaikan apabila dirangkai lewat cerita. Itulah sebabnya salah satu cara yang paling efektif untuk mengajarkan anak terhadap banyak hal bisa dilakukan para orang tua lewat bercerita, baik menyadur dongeng-dongeng yang ada, mengarangnya sendiri dan lain-lain. Anak-anak akan lebih mudah menyerap petuah atau nasihat-nasihat bijak dari orang tua mereka lewat konsep cerita yang diberikan berulang-ulang dibanding menyampaikannya secara langsung.

Alkitab pun menganjurkan para orang tua untuk mengenalkan pribadi Tuhan sejak dini. Dalam kitab Ulangan disebutkan: “Kamu tahu sekarang–kukatakan bukan kepada anak-anakmu, yang tidak mengenal dan tidak melihat hajaran TUHAN, Allahmu–kebesaran-Nya, tangan-Nya yang kuat dan lengan-Nya yang teracung…Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.” (Ulangan 11:2,19). Mengacu kepada kitab Ulangan pasal 11 ini kita bisa melihat bahwa apa yang kita ketahui mengenai Tuhan, bagaimana karya-karyaNya dalam hidup kita, kuasaNya yang menaungi kita, segala sesuatu yang telah Dia lakukan kepada umatNya tidaklah boleh berhenti hanya sampai pada diri kita saja, tetapi itu semua harus kita teruskan kepada anak-anak kita, generasi-generasi berikut yang akan tumbuh menjadi dewasa di masa depan. Dan salah satu cara yang sangat baik adalah dengan menceritakan kisah-kisah dalam Alkitab kepada mereka sejak dini. Alkitab mengandung kebenaran kekal tentu dapat membentuk karakter mereka agar bisa bertumbuh dengan pengenalan yang baik akan Tuhan.

Paulus menyampaikan dalam surat Korintus: “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” (1 Korintus 10:11). Segala kisah yang terkandung di dalam Alkitab bisa menjadi contoh yang baik untuk mengajarkan anak-anak atau adik-adik kita sejak kecil untuk mengetahui mana yang benar dan salah, termasuk pula menyadari konsekuensi-konsekuensi dari setiap tindakan. Baik dari tokoh yang berhasil dan gagal, kisah-kisah yang dialami secara nyata oleh para tokoh Alkitab akan mampu memberikan pelajaran berharga yang pastinya sangat berguna sebagai bekal bagi kehidupan mereka di masa depan.

Dalam Mazmur dikatakan “Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.” (Mazmur 127:4-5). Kita harus mampu mengarahkan anak-anak kita, seperti halnya kita mengarahkan anak-anak panah untuk menuju kepada sasaran yang tepat, tidak melenceng ke kiri dan ke kanan. Jika kita mampu melakukan hal itu, maka pada suatu saat nanti kita akan puas dan bangga melihat bagaimana anak-anak yang telah kita persiapkan sejak awal dengan firman Tuhan ini tumbuh menjadi sosok-sosok yang sanggup menginspirasi banyak orang dan menjadi teladan dimana-mana. Semua tergantung dari kemauan dan kepedulian kita, apakah kita mau meluangkan waktu untuk anak-anak kita atau membiarkan mereka terserak tanpa arah. Ada begitu banyak kisah di dalam Alkitab yang akan sanggup membekali mereka dengan baik dan mengenalkan pribadi Yesus sejak dini yang siap dipakai untuk itu. Di malam hari menjelang mereka tidur adalah saat-saat tersantai yang akan sangat strategis untuk dipakai dalam mendidik mereka untuk mengenal Tuhan lewat berbagai kisah dalam Alkitab. Masa depan mereka ada pada kita, dan sangat tergantung dari apa yang kita ajarkan atau contohkan. Bagi teman-teman yang mempunyai anak-anak kecil, mulailah hari ini juga untuk mendidik mereka dengan bijak sebelum semuanya terlambat.

Apa yang kita tulis dalam hati anak-anak kita hari ini akan menentukan masa depan mereka

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: