Cara Hidup Benar

hidup beriman

“Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena, ‘Orang yang benar akan hidup oleh iman’.” (Gal 3, 11)

ORANG  benar akan hidup oleh imannya. Kata-kata ini pernah diajarkan oleh Habakuk (2, 4) pada saat malapetaka datang dan mendekati manusia.

Malapetaka sering diartikan dengan kecelakaan, kesengsaraan atau musibah yang dialami oleh seseorang.

Seseorang mengalami malapetaka karena sikap dan perilakunya yang bodoh atau karena faktor yang berasal dari luar dirinya. Banyak orang mengalami kematian atau kehancuran, karena mereka tidak mampu bertahan dalam menghadapi malapetaka yang datang.

Namun demikian banyak juga orang benar yang tetap hidup dan bertahan di tengah malapetaka, karena mereka mempunyai iman.

Iman akan Allah itulah yang menopang dan memberi kekuatan untuk bertahan dan tetap hidup. Mereka percaya bahwa Allah tidak akan dikalahkan oleh berbagai malapetaka yang datang. Allah akan melindungi dan menjaga mereka.

Iman akan Allah itulah yang membuat orang benar tidak lagi merasakan kegelisahan, ketakutan atau ancaman. Orang benar akan lebih tenang dalam menghadapi berbagai macam kenyataan sulit. Mereka yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar dari kesulitan.

Orang benar akan tetap hidup karena mereka mempunyai kekayaan rohani yang tersimpan di dalam hatinya. Kekayaan yang menjadi modal untuk bertahan hidup.

Habakuk menunjukkan bahwa sikap orang benar berbeda dengan orang sombong yang selalu membusungkan dada, merasa lebih hebat dan lebih berkuasa.

Mereka ini adalah orang yang tidak lurus hatinya. Mereka lebih percaya pada dirinya sendiri, percaya pada kekuatannya dan kemampuannya sendiri.Hatinya tidak lurus, karena didalamnya tersimpan berbagai macam ambisi, interest pribadi dan nafsu liar yang jahat.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply