Bupati Cilacap Pimpin Upacara Lepas Jenazah Tokoh Guru Katolik di Kroya

Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji by Satelit News

BERKAH Dalem,

Rabu, 23 Juli 2014, Bupati Cilacap Bapak Tatto Suwarto Pamuji berkenan memimpin upacara pelepasan jenasah alm. Pak Kunto Wibisono, seorang tokoh umat katolik Paroki Tyas Dalem Kroya, Keuskupan Purwokerto. Kehadiran Bupati Cilacap mengunjungi keluarga duka jelas memberi peneguhan tersendiri.

Selain keterlibatan dalam hidup menggereja, alm. Pak Kunto Wibisono juga masih aktif bergiat di lingkup pendidikan. Terakhir kali, alm. Pak Kunto masih menjabat kepala sekolah SMAN 1 Kroya. Beberapa periode sebelumnya, almarhum juga menjabat beberapa sekolah di wilayah Kabupaten Cilacap.

Upacara kedinasan melepas jenasah dihadiri oleh kepala dinas pendidikan dan olahraga, juga beberapa kepala UPT, Camat Kroya dan kolega para guru karyawan dan siswa SMAN 1 Kroya. Upacara lepas jenazah dimulai pukul 12.30 setelah sebelumnya dilakukan misa requiem yang dipimpin oleh romo paroki bersama Romo Teguh Budiarto.

Secara protokoler penghormatan diberikan untuk mengenang alm. Pak Kunto, termasuk beberapa sambutan atau amanat yang diberikan oleh wakil keluarga dan Bupati Cilacap. Baru setelah itu upacara pemberangkatan jenasah ke TPU diserahkan kepada romo paroki.

Alm. Pak Kunto sejak hadir di Kroya sudah aktif dalam kepengurusan Gereja sejak masih berstatus stasi maupun sekarang telah menjadi paroki. Terakhir Pak Kunto menjadi Sekretaris DPP. Alm. Pak Kunto meninggalkan istri dan dua anak yang masih mengenyam pendidikan tinggi dan menengah.

Alm. meninggal karena sakit. Selamat jalan Pak Kunto. Terimakasih Pak Bupati Cilacap yang berkenan hadir memberi peneguhan.

Tanggapan Uskup Purwokerto
Aku mendoakan swargi Bapak Kunto, tokoh ‘misionaris’ guru /kepala sekolah di sekolahan negeri.

Saya mempunyai kesan bahwa jumlah rasul-rasul guru di sekolah negeri di Keuskupan Purwokerto sekarang makin menurun atau makin habis. Banyak guru katolik di sekolahan negeri sudah tua dan banyak yang meninggal, sedangkan tidak ada pengganti.

Generasiku ada Sekolah Guru di Ambarawa yang para lulusannya dulu disebar di pelosok pelosok Keuskupan Purwokerto dan generasi ini makin punah. Ini yang perlu menjadi keprihatinan bagi umat Keuskupan Purwokerto.

Ayo…ayo…ayo ….menjadi guru misionaris di daerah pelosok. Sanggupkah Keuskupan atau paroki mengirim siswa ke sekolah-sekolah guru?

Uskup yang merasa prihatin.
+mgr. jsunarkasj

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: