Buku Baru: “Kematian Yang Menakjubkan” Terbitan Sesawi.Net

Sampul buku “Kematian Yang Menakjubkan” karya Herman Yoseph Susmanto, 411 halaman plus tambahan, terbitan Sesawi.Net, cetakan pertama Februari 2018. (Mathias Hariyadi)

TELAH terbit buku baru bertitel Kematian Yang Menakjubkan karya Herman Yoseph Susmanto, mantan Direktur Direktorat Pengedaran Uang Bank Sentral BI.


Peluncuran buku baru ini terjadi usai berlangsung Perayaan Ekaristi memperingati 1.000 hari meninggalnya Yustina Monica Amirah, isteri Herman Yoseph Susmanto.


Acara misa peringatan 1.000 hari itu berlangsung di Kapel St. Albertus Magnus, Kampus Unika Atma Jaya di Jakarta Selatan, Minggu malam tanggal 11 Maret 2018.


Perayaan Ekaristi dengan intensi khusus ini terjadi dalam sebuah misa konselebran dengan Bapak Uskup Agung KAJ Mgr. Ignatius Suharyo sebagai selebran bersama konselebran Bapak Uskup Dioses Atambua Mgr. Dominikus Saku, dan Romo Damian Doraman OFMCap – Pastor Kepala Paroki St. Fransiskus Assisi Tebet, Jaksel.


Buku bagus dan berkualitas


Semula, Herman Yoseph Susmanto tidak pernah berniat mau menulis buku. Ia memang sengaja membuat catatan-catatan pendek berisi kenangan akan isterinya untuk ‘warisan rohani’ bagi anak-anak dan cucunya.


Namun, dalam perjalanan waktu dan atas desakan sejumlah pihak yang telah membaca draf naskah catatan kenangan itu serta merekomendasikan agar ditulis sebagai buku, maka akhirnya Herman Yoseph Susmanto mengaku tidak bisa berhenti menulis. Jadilah akhirnya buku setebal 411 halaman plus beberapa halaman tambahan itu lahir dari tangannya dan kemudian diterbitkan.


Peluncuran buku Kematian Yang Menakjubkan karya Herman Yoseph Susmanto ini diapresiasi banyak orang. Tak terkecuali oleh Bapak Uskup Agung KAJ Mgr. Ignatius Suharyo yang dalam homilinya di misa peringatan 1.000 hari meninggalnya Yustina Monica Amirah ini sempat menyebut buku ini sebagai kisah sejarah hidup orang kristiani (Katolik) yang berusaha memaknai kematian dalam perspektif iman.


Tak sama dengan kebanyakan orang yang sering melukiskan kematian itu sebagai sesuatu yang ‘menyedihkan’ dan menghadapinya dengan perasaan takut, Yustina Monica Amirah –isteri Herman Yoseph Susmanto yang menjadi tonggak awal penulisan buku ini– justru mampu menerima dengan pasrah jiwa akan keniscayaan hidup: mati.


Yustina, kata Mgr. Ignatius Suharyo, sudah pasrah batin karena tahu sebentar lagi akan mati dan meninggalkan suami, anak dan cucu untuk ‘beralih’ ke panggung kehidupan yang lain.


Ia akhirnya meninggal dengan senyum.


Tiga panelis


Paparan tiga orang panelis yang ‘bersaksi’ tentang mutu buku Kematian Yang Menakjubkan mengawali seremoni rilis buku pertama besutan Herman Yoseph Susmanto.


Ketiga panelis itu adalah Harry Tjan Silalahi SH dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies) Jakarta, DR. Cyrillus Harinomo (mantan Direktur BI yang kemudian berkarir di IMF Washington dan BCA), dan Antonius Porat dari Kelompok Bimbingan Hidup Sehat (BHS) Kupang, NTT.


Karena telah mengenal Herman Yoseph Susmanto sejak usia muda dan tahu seluk-beluk kiprahnya, maka masing-masing panelis itu dengan gaya dan caranya sendiri membahas konten buku Kematian Yang Menakjubkan ini dari perspektif kompetensi keahliannya masing-masing.


Bersama Mgr. Ignatius Suharyo, ketiga panelis di atas ikut menulis Kata Pengantar buku ini.


Acara ‘bedah buku’ secara ringkas ini dipandu oleh penulis dalam kapasitasnya sebagai Pemimpin Redaksi Sesawi.Net.


Usai pengenalan konten dan mutu buku oleh ketiga panelis, akhirnya buku Kematian Yang Menakjubkan ini resmi dirilis ke publik di Kampus Unika Atma Jaya, Jakarta Selatan, Minggu (11/3/18) malam lalu.


Para tamu terhormat menerima pemberian buku “Kematian Yang Menakjubkan” dari penulisnya Herman Yoseph Susmanto usai  buku tersebut dirilis di Kampus Unika Atma Jaya di Jakarta, Minggu 11 Maret 2018. (Courtesy of Diana/GOTAUS)

Rilis publik buku Kematian Yang Menakjubkan ini secara simbolis dilakukan oleh Herman Yoseph Susmanto, penulis buku, dengan memberikan karya intelektualnya kepada para undangan terhormat sebagai berikut:

Uskup Agung KAJ Mgr. Ignatius Suharyo.Uskup Dioses Atambua Mgr. Dominikus Saku.Pandji Wisaksana, Bapak Pralon Indonesia dan tokoh filantropi Indonesia.Harry Tjan Silalahi SH dari CSIS Jakarta.Hendrobudijanto, pernah Deputi Gubernur BI.Subijanto Suronegoro, pernah Direktur BI dan kemudian Direktur Bank Bumi Daya.Bernadette Setiadi, mantan Rektor Unika Atma Jaya.Cyrillus Harinowo, pernah Direktur BI, eksekutif di Kantor IMF Washington dan kini di BCA.Antonius Porat dari Kelompok Bimbingan Hidup Sehat (BHS) Taman Mekon Kupang, NTT.Romo Damian Doraman OFMCap, Pastor Kepala Gereja St. Fransiskus Assisi – Paroki Tebet, Jakarta Selatan.

Cara mendapatkan buku


Buku baru Kematian Yang Menakjubkan ini diterbitkan oleh Sesawi.Net, portal berita Katolik Indonesia yang digawangi oleh para mantan Jesuit Indonesia.


Bersama J. Bimo Seno Nimpuno, kami didapuk penulisnya menjadi editor buku ini.


Dicetak dan diterbitkan untuk kalangan endiri, buku Kematian Yang Menakjubkan ini tidak tersedia di toko buku.


Pembaca Sesawi.Net atau siapa pun juga yang berminat memiliki buku bermutu tentang perjalanan iman dalam memaknai kematian menurut iman Kristiani (Katolik) ini, kami persilahkan menghubungi Redaksi Sesawi.Net.

Kontak Redaksi Sesawi.Net: [email protected].Harga buku di luar ongkos kirim via Kantor Pos: Rp 100.000,00.

Hasil penjualan buku ini nantinya akan dimanfaatkan untuk pengembangan karya sosial kemanusiaan, di antaranya untuk membantu sebuah rumah sakit khusus untuk pasien penderita sakit lepra di Flores, NTT.


Data ringkas


Judul buku: Kematian Yang Menakjubkan.


Penulis: Herman Yoseph Susmanto.


Editor: Bimo Seno Nimpuno, Mathias Hariyadi.


Kata Pengantar: Mgr. Ignatius Suharyo, Harry Tjan Silalahi, Cyrillus Harinowo, Antonius Porat.


Foto sampul: Dokumentasi keluarga Herman Yoseph Susmanto.


Desain sampul: Kocar-kacir Production.


Tataletak: Kocar-kacir Production.


Foto-foto: Dokumentas keluarga.


Lukisan kanvas penulis: Lucius Dedi Kurniadi.


Penerbit: Sesawi.Net.


Cetakan pertama: Februari 2018.


Sumber: Sesawi

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply