Bukit Menumbing: Rumah Pengasingan Bung Karno di Bangka

bangka1

MOBIL yang kami tumpangi meluncur di jalan beraspal selebar enam meter ke arah barat kota Muntok, Bangka. Suasana jalan raya yang tidak ramai dan kondisi jalan yang mulus memungkinkan sopir memacu kendaraan dengan kecepatan hampir 80 km/jam. Sementara itu pemandangan kanan kiri jalan menyuguhkan lanskap khas pulau Bangka yakni banyaknya galian tambang timah yang sudah tidak terpakai lagi.

Rasa penasaran memang menggelayut di benak hendak melihat secara langsung rumah pengasingan Bung Karno yang bersejarah di Muntok, 138 km dari Pangkal Pinang. Dengan menyewa sebuah mobil, kami menyisipkan agenda wisata sejarah ini dalam liburan. Tidak ada angkutan umum di Bangka sehingga jika Anda hendak berwisata ke Pulau Timah ini mau tidak mau memang harus menyewa kendaraan pribadi.

Mobil melaju di jalanan yang berkelok-kelok dan naik turun melintasi beberapa desa dan kecamatan dengan bangunan perumahan khas Melayu di sepanjang jalan. Dua jam kemudian sopir menghentikan kendaraan di sebuah pos yang dijaga seorang Satpam. Sopir lalu turun dan melaporkan tujuan perjalanan kami. Tidak ada pemeriksaan khusus dan tidak ada pungutan biaya. Penjaga hanya memberi pesan agar sopir berhati-hati dan selalu membunyikan klakson apabila berbelok. Kami dipersilakan melanjutkan perjalanan ke atas.

Di depan tampak sebuah jalan kecil selebar 1,5 meter yang melingkari punggung bukit sampai puncaknya. Bukit yang dikenal dengan nama Bukit Menumbing ini terlihat misterius berdiri sendirian di tengah hamparan hutan kelapa sawit dan galian bekas timah.

Mobil lalu bergerak pelan menanjak dengan persneling satu dan tentu saja tak lupa memijit klakson setiap tikungan. Namun tak satupun kendaraan yang kami jumpai dan suasana sekitar begitu sepi dan mencekam. Bukit ini bagaikan bukit yang terlupakan. Pohon-pohon di kanan jalan tumbuh lebat dan daun-daunnya bagai tangan-tangan raksasa yang mentiung ke arah kami. Sementara di sebelah kiri tampak jurang yang menganga.

bangka2
Menikmati Muntok bersama Laras. (Vero)

Tak terbayangkan bagaimana Belanda menemukan tempat terpencil ini untuk mengasingkan Bung Karno. Pikiran lalu mengembara merenungkan bagaimana Bapak Proklamator tersebut dahulu dibawa paksa oleh Belanda ke tempat ini. Naik apa?

Setelah kurang lebih duapuluh menit berada dalam suasana tegang melintasi punggung Bukit Menumbing akhirnya sampailah kami di sebuah bangunan besar bercat putih. Rumah besar bergaya Belanda yang berada 450 meter di atas permukaan laut inilah rupanya yang dijadikan tempat rumah pengasingan. Konon Belanda membangun rumah ini pada tahun 1827 sebagai tempat peristirahatan.

Pemandangan yang disuguhkan dari puncak bukit nampak spektakuler.

bangka1
Sejauh mata memandang: pemandangan alam indah di Bukit Menumbing, Muntok, Bangka. (Vero)

Di bawah sana terhampar selat Bangka yang cantik dengan pantai-pantainya. Lautan biru yang berkilauan, awan putih dan hijau sejuk pepohonan bagaikan permata yang indah dipandang. Rasa cemas, tegang dan lelah berkendara seolah menguap begitu kami menjejakkan kaki di tempat yang lebih mirip villa di Puncak ini.

Setelah melapor pada penjaga di ruang tamu, kami segera melihat-lihat ruangan di dalam wisma. Ada ruang tidur Presiden Pertama RI bersama Bung Hatta yang masih utuh seperti semula, terdapat juga kopiah dan sajadah yang biasa digunakan Bung Karno dan Bung Hatta. Di ruangan sebelah ada ruang kerja yang tersambung dengan ruang rapat yang lumayan besar. Di tempat ini para diplomat asing berkonsultasi dengan Bung Karno.

Dari catatan yang ditempel di dinding, ada delapan orang pemimpin yang diasingkan di tempat ini sejak tanggal 22 Desember 1948 hingga 7 Juli 1949. Mereka antara lain : Soekarno, Muhammad Hatta, Mr. Ag. Pringgodigdo, Komodor Surya Darma, Mr. Assa’at yang dibawa secara terpisah (termasuk Bung Karno juga dipisahkan dari Bung Hatta) karena Belanda kawatir para tawanan akan bersatu mengadakan perlawanan.

20150624_105427
Dipan di kamar tidur dimana dulu Bung Karno istirahat selama hidup di pengasingan di Muntok. (Vero)

Selain ruangan-ruangan yang masih terjaga dan terawat rapi, kami juga melihat ada sebuah mobil Ford hitam bernomor BN 10 yang konon dahulu biasa ditumpangi Bung Karno. Di lantai atas terdapat sebuah tempat terbuka berbentuk persegi seperti atap dimana berkibar bendera merah putih di sudut-sudutnya. Barangkali dahulu tempat ini digunakan para serdadu Belanda untuk berpatroli mengawasi keadaan sekitar.

Ular

bangka3
Ular besar melingkar di pohon cemara yang menjadi sarang ular. (Vero)

Yang menarik ada dua pohon cemara kecil persis di depan wisma setinggi hamper dua meter yang terdapat tulisan “Awas Ular!”.

Rupanya di salah satu pohon itu ada seekor ular sebesar lengan anak kecil yang sudah belasan tahun hidup di situ. Tak seorang pun tahu darimana asal ular tersebut dan tak ada yang mengerti mengapa ia tetap berada di pohon cemara halus itu selama belasan tahun. Tak ada pula yang berani mengusiknya. Waktu kami mengambil fotonya, ular tersebut sedang tertidur tenang melingkarkan tubuhnya bagai sedang bersemadi. Warnanya hijau kekuningan mirip sekali dengan warna daun cemara.

Hal lain yang cukup aneh bagi kami adalah teka teki mengenai uang asli senilai Rp.1000 dan Rp.10.000 yang konon dahulu dipergunakan oleh Bung Karno . Uang kertas berwana biru kehijauan tersebut bila diletakkan di telapak tangan orang yang beraura positif maka lembaran uang kertas tersebut akan bergerak melengkung sendiri sampai terlipat menjadi dua. Akan tetapi jika uang kuno tersebut tidak akan bergerak apalagi melengkung apabila berada di telapak tangan orang yang beraura negatif. Sayapun mencoba memberikan telapak tangan saya. Kurang dari satu menit uang kertas itu langsung bergerak dan perlahan-lahan melengkung terlipat menjadi dua.

bangka4
Uang Bung Karno (Vero)

Percaya tidak percaya tetapi itulah hal yang kami alami dalam kunjungan ke Bukit Menumbing, bukit indah yang menyimpan seribu cerita bersejarah pada saat Bung Karno dan tujuh orang tawanan lainnya diasingkan Belanda ke tempat ini.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply