Bukan Dengan Barang Fana

Ayat bacaan: 1 Petrus 1:18-19
========================
“Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”

seperti yang kau ingini, bukan barang fana, darah yang mahal

“Seperti Yang Kau Ingini” adalah sebuah karya emas dari Jonathan Prawira yang secara luas kita kenal. Baru-baru ini lagu ini kembali mencuat lewat Nikita dengan tampil sebagai soundtrack dari sinetron “Catatan Harian Nayla”. Bagi saya sejak lama lagu ini sungguh memberkati, karena berisi peringatan agar kita menyadari dan menghargai betapa segala dosa-dosa kita sudah ditebus oleh Kristus, sehingga selanjutnya kita harus meninggalkan cara-cara hidup kita yang lama dan memulai hidup sebagai ciptaan baru. Mari kita lihat terlebih dahulu lirik lagunya secara utuh.

Seperti Yang Kau Ingini

Bukan dengan barang fana
kau membayar dosaku
Dengan darah yg mahal
tiada noda dan celah

Bukan dengan emas perak
kau menebus diriku
Oleh segenap kasih
dan pengorbananmu

Ku telah mati dan tinggalkan
jalan hidupku yg lama
Semuanya sia-sisa
dan tak berarti lagi

Hidup ini kuletakkan
pada mesbahmu ya tuhan
Jadilah padaku seperti
yg kau ingini

Lagu ini terinspirasi dari surat Petrus yang berbunyi: “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. (1 Petrus 1:18-19). Apa yang dilakukan Yesus sungguh merupakan anugerah yang luar biasa besarnya bagi masa depan kita sebagai manusia. Dengan taat Yesus menjalankan kehendak Bapa dengan sempurna, menebus kita semua dari dosa-dosa dengan nyawaNya sendiri, membayar lunas semuanya. Jika hari ini kita bisa menikmati indahnya hadirat Tuhan, bersekutu denganNya, jika kita hari ini tahu bahwa ada kehidupan kekal penuh sukacita menanti di depan, semua itu adalah berkat karya penebusan Kristus yang mahal. Dia menebus kita bukan dengan barang fana, bukan pula dengan perak, emas atau harta, tapi dengan darah Kristus yang tidak bernoda dan bercacat. Semua itu dilakukan karena Dia begitu mengasihi kita, Dia rela berkorban demi kita semua yang penuh dosa ini.

Dalam renungan kemarin kita sudah melihat bagaimana Tuhan menganugerahkan kita dengan sebuah “metamorfosa” yang indah seperti larva menjadi kupu-kupu, dari manusia lama menjadi manusia baru, the whole new creation. “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Korintus 5:17).” Ini semua dimungkinkan lewat penebusan Kristus. Semua cara hidup lama, kebiasaan buruk kita, semua telah dimatikan, dan kita bisa memulai sebuah hidup baru yang terbebas dari belenggu-belenggu masa lalu. Alangkah keterlaluannya jika kita tidak bisa menghargai itu semua dan masih memilih untuk kembali kepada jalan hidup kita yang lama, yang dalam lagu Jonathan Prawira di atas digambarkan sebagai semua hidup yang sia-sia dan tidak berarti. Oleh karena itulah lagu “Seperti Yang Kau Ingini” sungguh berarti bagi saya, karena setiap mendengar lagu itu saya selalu merasa diingatkan betapa Tuhan mengasihi diri kita dan telah menebus kita dengan darahNya yang mahal, tiada cacat dan cela.

Menyikapi itu hendaklah kita semua mengimani hidup sebagai manusia ciptaan baru yang tidak lagi tunduk pada perhambaan berbagai bentuk dosa. Jangan sampai karya penebusan Kristus yang agung menjadi sia-sia kepada diri kita. Ingatlah bahwa dengan menerima Kristus kita semua telah mati bagi dosa, tetapi kini kita hidup bagi Allah dalam Kristus. (Roma 6:11). “Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.” (ay 12). Inilah yang harus kita lakukan selanjutnya, menjaga agar jangan lagi dosa bisa berkuasa dalam tubuh fana kita ini. Lalu selanjutnya kita baca “Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (ay 13), sebab kini kita sudah hidup di bawah kasih karunia. (ay 14).

Ketika kita dulu dikuasai dengki dan iri hati, kini kita bersyukur bagi mereka. Ketika kita dulu hidup dengan kebiasaan-kebiasaan buruk, kini kita hidup kudus. Ketika kita dulu hidup penuh amarah dan kebencian, kini kita menikmati hidup yang penuh kasih terhadap sesama. Ketika kita dulu hanya mementingkan diri sendiri, kini kita peduli kepada sesama kita yang membutuhkan. Ketika kita dulu mengandalkan manusia, kini kita tahu bahwa mengandalkan Tuhan adalah segalanya. Inilah gambaran metamorfosa dari seekor larva yang geli dan menjijikkan menjadi seperti kupu-kupu yang indah, gemulai dan anggun. Tetaplah bersyukur bahwa apa yang telah dianugerahkan Tuhan itu sesungguhnya begitu indah. Bukan dengan barang fana, bukan dengan emas, perak, tapi dengan darahNya yang mahal, tiada noda dan cela, Dia telah menebus kita semua. Karenanya mari kita hidup baru, meninggalkan semua cara hidup dan kebiasaan buruk kita yang lama, dan marilah kita meletakkan diri kita di atas mesbah Tuhan sebagai persembahan yang kudus yang berkenan kepada Allah. (Roma 12:1).

Hidup kita adalah milik Tuhan, jadilah pada kita seperti yang Dia ingini

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply