Buah Semangka Berbentuk Kubus

Ayat bacaan: Roma 12:2
===================
“Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

buah semangka berbentuk kubus, renungan harian

Buah semangka pada gambar di sebelah kiri memang unik. Tidak seperti buah semangka yang kita kenal berbentuk bulat, kali ini buahnya berbentuk kubus. Rekayasa komputer? Tidak. Ini adalah buah semangka yang bisa dimakan, seperti buah semangka normal lainnya. Semangka berbentuk kubus ini adalah hasil pengembangan dari Jepang. Karena toko/supermarket mereka dirasa terlalu padat, maka mereka memikirkan cara bagaimana agar mereka bisa lebih menghemat ruang. Dan kalau anda menganggap bahwa proses pembentukan semangka ini sangat sulit dan butuh teknologi muktahir, anda pun salah. Ternyata caranya amat sederhana; cukup dengan menempatkan buah semangka yang sedang tumbuh ke dalam sebuah wadah berbentuk kubus, dan hasilnya? Buah-buah semangka dalam kubus itu pun akan terbentuk seperti kubus, menyerupai tempat penyimpanannya. Konsumen di Jepang pun senang dengan bentuk ini, karena mereka bisa menghemat ruang penyimpanan mereka dalam kulkas. Meskipun rasanya sama, semangka dalam bentuk kubus ini punya harga yang jauh lebih mahal dari yang biasa.

Kalau dipikir-pikir memang luar biasa, bagaimana bentuk alami buah semangka bisa dibentuk mengikuti bentuk wadah penyimpanan ketika mereka tumbuh. Fenomena semangka ini pun paralel dengan diri kita yang tengah hidup di dalam dunia dengan beragam pengaruh. Sudah tidak heran lagi kalau orang bisa terbentuk dari pengaruh lingkungan di mana dia tinggal atau tumbuh besar. Pengaruh dari pergaulan, hingga pengaruh dari apa yang mereka lihat di televisi dan bioskop, pengaruh dari artis favorit dan lain-lain, semua itu bisa membentuk seseorang, baik ke arah yang positif ataupun negatif. Sayangnya dunia ini menawarkan begitu banyak hal yang seolah-olah baik dan indah, padahal arahnya menjerumuskan kita ke arah kegelapan. Ayat bacaan hari ini mengingatkan kita untuk tidak terjerumus pada hal-hal duniawi, tapi terbentuk oleh pembaharuan budi. Akal budi, hikmat, kebijaksanaan berasal dari Allah, dan akan kita dapatkan jika kita selalu mau membuka diri kita menerima firman Tuhan. Dan biarlah firman Tuhan itu bekerja dalam diri kita, dan menghasilkan pribadi yang berkenan di hadapan Allah, bukan sebaliknya membiarkan bentuk-bentuk tekanan dan pengaruh duniawi membentuk diri kita.

Terkadang proses pembentukan itu tidaklah mudah, malah seringkali menyakitkan. Tapi apabila kita rela dan taat pada Tuhan, hasil yang akan kita dapatkan akan bernilai sangat tinggi, baik bagi kehidupan kita, bagi sekitar kita, bagi dunia dan terutama bagi Allah. Kita akan mencerminkan kemuliaan Tuhan, diubah semakin menyerupai gambarNya dalam kemuliaan yang terus bertumbuh (2 Kor 3:18). Pengaruh dunia boleh saja terus berusaha menarik kita, tapi tidak akan berhasil jika kita tetap berada dan bertumbuh dalam wadah firman Tuhan.

Terbentuk oleh firman Tuhan akan menghasilkan pribadi-pribadi penuh kemuliaan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment