Buah Manis Ketaatan

Ayat bacaan: Amsal 13:13
================
“Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.”

“Ah nanti saja mikirin akhirat, sekarang cari duit dulu sebanyak-banyaknya biar hidup jadi mudah.” demikian kata seorang bapak kepada temannya yang kebetulan duduk tidak jauh dari saya pada suatu kali. Bentuk pemikiran seperti ini mewakili banyak orang yang sepaham dengan ide itu. Mereka mengira bahwa uang menjamin kebahagiaan hidup dan berasal dari dunia. Ini adalah sebuah pemahaman yang keliru apabila kita mengacu kepada kebenaran firman Tuhan. Saya tidak mengatakan bahwa kita tidak perlu uang,  dan Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa kita harus anti terhadap uang dan selalu harus hidup miskin. Apa yang diingatkan Alkitab adalah agar kita tidak mengabdi kepada uang atau mempertuhankan uang di atas segalanya (Matius 6:24) dan kita harus mendahulukan untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semua yang lain akan diberikan Tuhan pada kita (Matius 6:33). Inilah konsep yang tidak diketahui oleh banyak orang yang kemudian membawa mereka terjebak pada pemilihan keputusan-keputusan yang salah dalam hidup mereka. Disaat kita berpikir untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya, disanalah godaan-godaan untuk melakukan kecurangan akan muncul. Di saat kita terus merasa kurang dan tidak pernah cukup maka jebakan dosa siap menjerat kita. Sepertinya tidak banyak yang sadar bahwa segala sesuatu itu berasal dari Tuhan dan bukan dunia, dan setiap ketaatan kita yang mungkin dipandang bodoh oleh dunia akan menghasilkan buah-buah manis yang bukan saja membuat kita sejahtera tak kekurangan suatu apapun, tetapi akan berujung pada sebuah kehidupan kekal yang penuh kebahagiaan.

Hidup jujur dan taat akan firman Tuhan adalah sebuah pilihan. Apakah kita mau taat atau melanggar ketetapan Tuhan, semua itu tergantung keputusan kita dan tidak pernah tergantung dari kondisi atau situasi. Bahwa sistem dunia seringkali membuat kita sulit untuk berlaku taat dan jujur itu memang benar. Waktu bisa terbuang berhari-hari, ongkos yang keluar untuk bolak balik bisa besar, urusan dipersulit dan kita harus punya kesabaran berlapis-lapis. Tapi bagi saya itu adalah harga yang harus kita bayar kalau mau taat. Satu hal yang saya alami sendiri, setiap bentuk ketaatan kepada Tuhan tidak pernah sia-sia. Mungkin awalnya terlihat merugikan, tetapi pada saatnya Tuhan melimpahkan berkatNya berlipat ganda. Berdasarkan pengalaman sendiri dan beberapa pengakuan orang-orang lainnya yang mulai mengaplikasikan ketaatan, saya melihat penggenapan firman Tuhan yaitu bahwa Ketaatan akan selalu menghasilkan buah yang manis, dan berjalan bersama Tuhan akan membuat kita mampu mengatasi apapun tanpa kekurangan suatu apapun.

Dalam Amsal dikatakan: “Siapa meremehkan firman, ia akan menanggung akibatnya, tetapi siapa taat kepada perintah, akan menerima balasan.” Dalam bahasa Inggris amplified ayat ini berbunyi “Whoever despises the word and counsel [of God] brings destruction upon himself, but he who [reverently] fears and respects the commandment [of God] is rewarded.” (Amsal 13:13). Rewarded, diberi penghargaan. Itulah janji Tuhan kepada orang-orang yang taat pada perintah Tuhan. Tuhan sudah menjanjikan dalam banyak kesempatan bahwa Dia sanggup melimpahkan berkatNya ketika kita mau taat kepada firmanNya. Dan kita tahu janji Tuhan itu ya dan amin. Apabila kita taat, maka ada reward, hadiah atau penghargaan yang diberikan Tuhan kepada kita. Dia akan memberkati bahkan ditambahkan berlipat-lipat hingga melimpah, hingga menyentuh dan memberkati orang lain selain kita sendiri.

Tuhan memberi serangkaian janji berkat dalam Ulangan 28. Salah salah satunya berbunyi: “Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.” (ay 8). Ulangan 28:1-14 berisi serangkaian janji Tuhan dalam melimpahkan berkatNya buat kita. Tapi perhatikan bahwa semua janji berkat ini bisa menjadi milik kita jika dimulai dari keputusan-keputusan untuk taat kepada perintahNya. Dalam awal dari perikop ini disebutkan: “Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.” (ay 1). Semua berkat Dia sediakan bagi kita, jika kita mendengarkan baik-baik suara Tuhan kemudian melanjutkannya dengan melakukan Firman secara nyata dengan setia. Inilah bentuk ketaatan yang diinginkan Tuhan untuk kita terapkan dalam hidup kita. Jika ini kita lakukan, maka Tuhan akan melimpahkan berkatNya secara luar biasa. Lewat kesaksian teman saya hari ini kita bisa melihat betapa Tuhan adalah Bapa yang penuh kasih dan setia menggenapi semua janjiNya.

Dalam mempertahankan ketaatan kita harus siap berhadapan dengan berbagai kesulitan atau harus mengalami kerugian. Tapi ketahuilah bahwa Tuhan memperhitungkan segalanya. Seperti yang sudah saya sampaikan beberapa kali dalam renungan terdahulu, ingatlah bahwa setiap perbuatan curang, sekecil apapun, merupakan kekejian bagi Tuhan. “..setiap orang yang berbuat curang, adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu” (Ulangan 25:16), Akan ada ganjaran bagi mereka yang memilih untuk mengabaikan firman Tuhan. Dalam Ayub dikatakan: “Jikalau mereka mendengar dan takluk, maka mereka hidup mujur sampai akhir hari-hari mereka dan senang sampai akhir tahun-tahun mereka. Tetapi, jikalau mereka tidak mendengar, maka mereka akan mati oleh lembing, dan binasa dalam kebebalan.” (Ayub 36:11-12). Paulus pun mengingatkan hal yang sama. “Hamba-hamba hendaklah taat kepada tuannya dalam segala hal dan berkenan kepada mereka, jangan membantah, jangan curang, tetapi hendaklah selalu tulus dan setia, supaya dengan demikian mereka dalam segala hal memuliakan ajaran Allah, Juruselamat kita.” (Titus 2:9-10).

Tidaklah mudah untuk taat, terlebih ketika kita harus menderita atau mengalami kerugian di dalam dunia yang jahat ini. Tetapi kita akan memetik buah yang manis sebagai hasil dari sebuah keputusan untuk taat. Jika memang harus mengalami kesulitan untuk sementara waktu, mengapa tidak? Bukankah Tuhan Yesus sudah mengingatkan bahwa “setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24)? Mari kita belajar untuk senantiasa berlaku taat dan jujur dalam hal sekecil apapun. Ketika kita memilih untuk taat dan melakukan sesuai Firman, Tuhan sanggup memberkati anda berlipat kali ganda. Do our part and let God do His part. 

Ketaatan yang ditanam dan dipupuk akan menghasilkan buah subur yang berlipat ganda

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: