Broken Ceiling

Ayat bacaan: Matius 1:21
========================
“Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Yesus Juru Selamat, menebus dosa

Hari ini ketika saya tengah mengajar, saya tiba-tiba terkejut bukan kepalang. Bagaimana tidak, langit-langit di ruang kelas saya tiba-tiba saja pecah tepat ditengah. Dan seseorang bergantung disana dengan tangannya. Ternyata orang itu adalah salah seorang karyawan di kampus yang tengah membersihkan atap. Maklum, di musim hujan seperti ini atap bisa bocor jika saluran pembuangannya dipenuhi daun-daun yang berjatuhan dari pohon tepat di samping kelas saya. Tanpa sengaja karyawan tadi menginjak bagian yang lapuk, dan akibatnya langit-langit itu jebol, dan dia pun tergantung di langit-langit ruangan. Atap ruangan kelas pun bolong, kami buru-buru menyelamatkannya dan menggeser komputer-komputer ke pinggir agar tidak terendam jika hujan turun.

Ketika dalam perjalanan pulang, saya diingatkan bahwa dosa bisa merusak diri kita seperti halnya atap di ruang kelas saya. Dosa yang mungkin sepintas terlihat nikmat, pada awalnya terasa manis, dapat membawa kehancuran cepat atau lambat. Dan kita semua tahu apa konsekuensi akibat kelalaian kita melanggar ketetapan-ketetapan Tuhan. Upah dosa tidak lain adalah maut.

Menjelang natal yang sebentar lagi akan kita rayakan, marilah kita mengingat kenapa Yesus turun ke dunia. Yesus datang bukanlah untuk menciptakan sebuah hari dimana kita berpesta, berkumpul bersama keluarga dengan makanan yang terhidang lengkap, untuk adanya hari libur dan sebagainya. Tapi kelahiran Yesus, seperti yang kita baca pada ayat bacaan hari ini punya tujuan sebagai ungkapan kasih yang luar biasa besar dari Tuhan, yaitu untuk menyelamatkan kita semua, manusia, dari dosa-dosa kita. Yesus adalah Juru Selamat. Itulah pesan yang disampaikan malaikat Tuhan kepada Yusuf, sekaligus mengingatkan kita semua akan tujuan kedatangan Yesus. Hari Natal memang kita peringati sebagai hari kelahiran Yesus Kristus ke dunia, tapi dari sudut pandang yang lebih luas, kita bisa melihat bahwa hari Natal merupakan peringatan akan besarnya kasih Allah pada kita, sebuah anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepada dunia yang sudah penuh oleh dosa dengan menghadirkan AnakNya yang tunggal sebagai Juru selamat. “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Roma 6:23). Sebuah karunia yang sebenarnya tidak layak kita terima. Bayangkan apa jadinya hidup kita saat ini jika Yesus tidak datang dan menebus dosa kita, jika karya penebusan Kristus tidak terjadi. Tentu kita masih berada dalam kegelapan dengan hubungan dengan Tuhan dalam kondisi hancur dan terpisah. Tapi Tuhan tidak menghendaki itu terjadi. Yesus pun mengingatkan kita apa akibatnya jika kita menolak untuk mempercayai Yesus. “Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.” (Yohanes 8:24).

Manusia adalah karya masterpiece Tuhan, yang Dia ciptakan menurut gambarNya (Kejadian 1:27). Kemudian manusia mengalami kehancuran akibat jatuh dalam dosa. Tapi lewat Yesus kita diselamatkan dan mengalami pemulihan hubungan dengan Tuhan. Human is like a broken ceiling, but we can be restored when we give our hearts to Jesus. Haleluya!

Yesus datang ke dunia untuk memperbaiki kerusakan kita akibat dosa

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply