Bogor Youth Day 2015, OMK Sumber Inspirasi

Bogor Youth Day 2015 / Foto : Romo Martin Selitubun PrORANG muda hendaknya seperti Samuel, harus berani mewartakan sukacita kepada siapa saja. Demikian disampaikan Mgr. Antonio Guido Filipazzi dalam temu akbar pertama kali, Bogor Youth Day 2015, 13- 15 Februari 2015 di Gua Maria Kanada Rangkas Bitung. Bogor Youth Day atau yang dikenal dengan nama BYD adalah ajang temu OMK secara berkala dimana orang muda dapat berkumpul, saling membagi pengalaman iman, serta mengalami pertumbuhan spiritualitas bersama sebagai sumber sukacita dan inspirasi bagi keluarga dan sesama. Kegiatan ini mengusung tema “OMK Sumber Inspirasi” mengacu pada tema APP 2015 dari Keuskupan Bogor yakni “Keluarga sebagai sumber sukacita”. Salah satu sesi yang berkesan dalam acara ini adalah kegiatan live in di tengah umat. Selain live in di berbagai tempat, ada juga sesi workshop dari Ibu Yohana Fransiska Suliestyowati, yang berbicara tentang bagaimana berwirausaha dan tantangan yang dihadapi. “Tantangan bagi kita adalah bagaimana mempertahankan agar usaha tetap berjalan”, tutur aktivis sosial ini di lokasi workshop Rangkasbitung. Di jam lain, di Serang, Bpk. Mahendra K. Datu mempresentasikan bagaimana memotivasi seseorang dalam pelayanan dan perlunya mengoptimalkan karya pelayanan kita bagi Gereja. Sementara di lain tempat juga, RP. La Edi Teodorus, MSC berbicara tentang bahaya narkoba dan seluk beluknya, untuk peserta di daerah Cilegon. Dalam perayaan Ekaristi penutup, Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya melihat orang muda yang setia mengikuti seluruh proses ini.”Kita bersyukur karena Allah sungguh hadir bersama kita. Kita semua adalah anak Allah yang diberikan talenta masing-masing. Kembangkanlah itu! Jika menemukan masalah, kembalilah ke Gereja, ke rumah Tuhan. Gereja adalah rumahmu, jangan mencari rumah yang lain”, demikian ucap monsinyur dalam homilinya. Bapak Uskup juga mengajak orang muda untuk menjadi sumber sukacita dengan belajar dari Tuhan Yesus yang selalu yang terbuka bagi sesama. Hal senada juga diungkapkan RD. Antonius Haryanto, “Ini kegiatan luar biasa! Saya berharap orang muda menjadi sahabat sepeziarah. OMK juga dapat menjadi teman yang saling mendukung satu sama lain. OMK diajak untuk selalu terlibat dalam kegiatan orang muda dalm skala lingkungan, paroki, lintas keuskupan, bahkan dunia”, ungkap Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI ini. Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor RD. Habel Jadera juga mengajak orang muda untuk berani keluar dari diri. “OMK tidak tidak boleh jago kandang di paroki masing-masing!”. “Diharapkan lewat kegiatan ini OMK Keuskupan Bogor dapat selalu bertumbuh, bersukacita, berkomuni, dan selalu berdoa. Acara ini juga diisi dengan talkshow, menanam pohon, dan membuat foto selfie. Kegiatan akbar ini ditutup dengan acara makan bersama dan menyanyikan lagu wajib “Youth Day !”, hasil karya grup Skyward, pemenang lomba cipta theme song asal paroki Paroki Kristus Raja Serang.

Bogor Youth Day 2015 / Foto : Romo Martin Selitubun Pr

ORANG muda hendaknya seperti Samuel, harus berani mewartakan sukacita kepada siapa saja. Demikian disampaikan Mgr. Antonio Guido Filipazzi dalam temu akbar pertama kali, Bogor Youth Day 2015, 13- 15 Februari 2015 di Gua Maria Kanada Rangkas Bitung.

Bogor Youth Day atau yang dikenal dengan nama BYD adalah ajang temu OMK secara berkala dimana orang muda dapat berkumpul, saling membagi pengalaman iman, serta mengalami pertumbuhan spiritualitas bersama sebagai sumber sukacita dan inspirasi bagi keluarga dan sesama. Kegiatan ini mengusung tema “OMK Sumber Inspirasi” mengacu pada tema APP 2015 dari Keuskupan Bogor yakni “Keluarga sebagai sumber sukacita”.

Salah satu sesi yang berkesan dalam acara ini adalah kegiatan live in di tengah umat. Selain live in di berbagai tempat, ada juga sesi workshop dari Ibu Yohana Fransiska Suliestyowati, yang berbicara tentang bagaimana berwirausaha dan tantangan yang dihadapi.

“Tantangan bagi kita adalah bagaimana mempertahankan agar usaha tetap berjalan”, tutur aktivis sosial ini di lokasi workshop Rangkasbitung. Di jam lain, di Serang, Bpk. Mahendra K. Datu mempresentasikan bagaimana memotivasi seseorang dalam pelayanan dan perlunya mengoptimalkan karya pelayanan kita bagi Gereja. Sementara di lain tempat juga, RP. La Edi Teodorus, MSC berbicara tentang bahaya narkoba dan seluk beluknya, untuk peserta di daerah Cilegon.

Dalam perayaan Ekaristi penutup, Uskup Bogor Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya melihat orang muda yang setia mengikuti seluruh proses ini.”Kita bersyukur karena Allah sungguh hadir bersama kita. Kita semua adalah anak Allah yang diberikan talenta masing-masing. Kembangkanlah itu! Jika menemukan masalah, kembalilah ke Gereja, ke rumah Tuhan. Gereja adalah rumahmu, jangan mencari rumah yang lain”, demikian ucap monsinyur dalam homilinya.

Bapak Uskup juga mengajak orang muda untuk menjadi sumber sukacita dengan belajar dari Tuhan Yesus yang selalu yang terbuka bagi sesama. Hal senada juga diungkapkan RD. Antonius Haryanto, “Ini kegiatan luar biasa! Saya berharap orang muda menjadi sahabat sepeziarah. OMK juga dapat menjadi teman yang saling mendukung satu sama lain. OMK diajak untuk selalu terlibat dalam kegiatan orang muda dalm skala lingkungan, paroki, lintas keuskupan, bahkan dunia”, ungkap Sekretaris Eksekutif Komisi Kepemudaan KWI ini.

Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Bogor RD. Habel Jadera juga mengajak orang muda untuk berani keluar dari diri. “OMK tidak tidak boleh jago kandang di paroki masing-masing!”. “Diharapkan lewat kegiatan ini OMK Keuskupan Bogor dapat selalu bertumbuh, bersukacita, berkomuni, dan selalu berdoa.

Acara ini juga diisi dengan talkshow, menanam pohon, dan membuat foto selfie. Kegiatan akbar ini ditutup dengan acara makan bersama dan menyanyikan lagu wajib “Youth Day !”, hasil karya grup Skyward, pemenang lomba cipta theme song asal paroki Paroki Kristus Raja Serang.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply