Blessed to be a Blessing to Others (1)

Ayat bacaan: 1 Petrus 3:9
====================
“…hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat…”

Ijinkan saya mengambil ilustrasi yang sama dengan renungan kemarin. Ambillah sebuah gelas lalu tuang air ke dalamnya. Air akan memenuhi gelas dari bawah sampai ke atas, dan pada saat gelas tidak lagi bisa menampung maka air akan mulai melimpah keluar. Semakin lama anda menuangkan air, maka semakin lebar pula area yang dibasahi dari limpahan air tersebut. Terus melebar membasahi lebih dan lebih banyak lagi area, mulai dari sekitar gelas hingga jauh.

Ilustrasi ini saya angkat kembali untuk melanjutkan pembahasan kemarin mengenai kelimpahan seperti yang dijanjikan Tuhan. Bagi saya contoh ini sangatlah pas untuk menggambarkan  prinsip Tuhan dalam menyalurkan berkatNya. Semakin banyak air yang dituang maka airnya akan semakin luas menyebar. Mulai dari membasahi sekitar gelas hingga sampai mengalir jauh dari gelas tersebut. Sebelum air mengalir membasahi area di luar gelas, tentu gelas harus terlebih dahulu penuh bukan? Setelah penuh, barulah air mulai membasahi sekitarnya dan melebar makin jauh. Ketika Tuhan mengucurkan berkat dari perbendaharaanNya seperti air, seharusnya berkat tersebut bisa mengalir terus membasahi area di luar gelas sampai sejauh mungkin.

Siapa yang tidak ingin diberkati? Saya yakin taidak ada. Semua orang tentu ingin mendapat berkat berlimpah. Bagi yang berprofesi sebagai pengusaha tentu ingin agar usahanya diberkati Tuhan berlipat ganda. Yang bekerja di kantor ingin mengalami peningkatan karir. Yang masih bersekolah ingin berhasil mencapai gelar dengan hasil baik. Ingin keluarga yang kebahagiaannya melimpah. Ingin apa yang dirintis berhasil. Apa yang ditanam berbuah subur tanpa henti. Ya, kita ingin itu. Tidak satupun yang ingin gagal, semua ingin bertumbuh dan berkembang lebih baik lagi, lebih berhasil lagi, lebih sukses lagi, penuh berkat dari Tuhan dalam hidupnya. Tapi untuk apa sebenarnya berkat itu? Sayangnya hanya sedikit yang menyadari hakekatnya memperoleh berkat Tuhan. Banyak yang terjebak terus menumpuk harta sebanyak-banyaknya dan mengira bahwa kebahagiaan akan diperoleh jika kita kaya raya. Tidaklah heran jika semakin kaya, orang bukannya semakin rajin menabur tapi malah semakin pelit. Kalaupun memberi, itu harus ada imbalannya atau sesuatu yang menguntungkan diri mereka. Kalau tidak, buat apa membuang-buang uang? Kalau ini yang masih ada dalam pola pikir kita, segeralah buang jauh-jauh, karena alkitab sudah mengingatkan untuk apa sebenarnya kita diberkati.

Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa ada hubungan sebab akibat dalam hal diberi dan memberi. Perhatikanlah ayat ini “…hendaklah kamu memberkati, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat…” (1 Petrus 3:9). Kalau kita lihat kitab Kejadian, maka kita bisa menemukan pesan yang sama dalam kisah Abram (Abraham). “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.” (Kejadian 12:2). Dalam bahasa Inggris amplified dikatakan “And I will make of you a great nation, and I will bless you [with abundant increase of favors] and make your name famous and distinguished, and you will be a blessing [dispensing good to others].” Tuhan siap untuk memberkati secara berlimpah agar kita bisa menjadi berkat bagi orang lain.

Kita dipanggil untuk memperoleh berkat, dan dengan demikian hendaklah kita memberkati orang lain. Dengan kata lain, kita diberi untuk memberi. Kita diberkati untuk memberkati. Kita bekerja keras untuk mencukupi nafkah hidup kita dan keluarga, itu benar. Tapi itu bukanlah satu-satunya tugas kita. Ada pesan Tuhan yang penting pula agar kita mampu menjadi saluran berkat bagi sesama. Memiliki rasa belas kasih yang menggerakkan kita untuk mengulurkan tangan terhadap saudara-saudari kita yang tengah tertimpa kesusahan. Mungkin bukan soal uang, tetapi karena kita diberkati dengan waktu, kita bisa membagi sebagian dari waktu kita untuk membantu orang lain. Berbagi ilmu, berbagi pendapat, berbagi masukan, apapun itu merupakan berkat yang berasal dari Tuhan dan dengan itu pula kita seharusnya memberkati orang lain. Dan sesungguhnya, untuk itulah kita diberi. Apabila kita memperoleh berkat tetapi tidak mau memberkati, maka itu arinya kita sudah melanggar perintah dan menolak panggilanNya.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: