Bintang di Langit

Ayat bacaan: Mazmur 91:14-16
======================
“Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

bintang di langit

Malam ini saya duduk menulis sambil memandang bintang di langit. Saya terus memandang langit dan berpikir, betapa hebatnya Tuhan dalam mendesain langit sebegitu indahnya. Saya tidak akan pernah bisa mengerti pola-pola rumit dari bintang dengan lintasannya masing-masing. Tetapi saya tahu, Tuhan yang mendesain tentu tahu betul itu semua. Tuhan pasti memahami semua lintasannya dan menuntun bintang-bintang itu, dan kita tidak perlu takut ada bintang yang bertabrakan satu dengan lainnya. Bukankah itu hal yang kita lihat hampir setiap malam ketika langit cerah? Tapi berapa banyak dari kita yang menyadari hal itu, dan memandang itu sebagai sebuah pesan yang sungguh indah dari Tuhan? Pesan yang saya dapat malam ini sangatlah indah. Jika Tuhan mampu menjaga bintang-bintang tetap di lintasannya, jika Dia mau menjaga polanya, Dia juga pasti akan memetakan arah yang aman bagi kita. Dan kita butuh itu dalam menjalani hidup yang tidak mudah ini.

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi didepan. Kemampuan berpikir dan melihat kita tidak sampai sejauh itu. Sehebat-hebatnya kita memprediksi, tidak akan ada yang pernah tepat 100% bisa kita tebak. Karena itu tidaklah mudah untuk menjalani hari lepas hari dalam kehidupan kita. Tetapi kita perlu ingat bahwa kita punya Allah yang selalu setia menjaga kita dan akan selalu siap membimbing kita dalam setiap langkah, seperti apa yang berulang kali telah Dia janjikan. Tuhan memberi janji yang luar biasa kepada setiap orang yang tidak mendua, yang hatinya melekat erat kepada Tuhan. “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.” (Mazmur 91:14-16). Janji yang luar biasa bukan? Meluputkan, membentengi, menjawab, menyertai, memuliakan, mengenyangkan dan menjadikan kita anak-anakNya yang menjadi saksi bagaimana hebatnya keselamatan yang berasal daripadaNya. Kuncinya hanyalah jika hati kita melekat kepadaNya, dan dengan demikian kita mengenal namaNya. Dalam kesempatan lain lihatlah bagaimana Tuhan mengingatkan kita agar jangan takut dalam memandang masa depan. “janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10). Kita terbatas, tapi Tuhan tidak. Kemampuan kita untuk membaca atau mengetahui masa depan terbatas, tapi Tuhan tidak. Dengarlah, kita bisa selalu mengandalkan Tuhan dalam menyertai, menuntun dan menjaga kita. KekuasaanNya yang tidak terbatas tidak Dia pelitkan. Sebaliknya, Dia siap memberi itu semua dalam kelimpahan kepada anak-anakNya yang melekat kepadaNya.

Mari kita ambil sebuah contoh, ketika Musa meminta 12 orang untuk mengintai tanah yang dijanjikan itu. Semua sepakat bahwa tanah itu memang tepat seperti yang dijanjikan Tuhan, sebuah tanah yang menghasilkan susu dan madu, buah-buah masak yang siap dipanen. Tetapi lihatlah perbedaan muncul mengenai kemungkinan untuk menduduki tempat itu. Sepuluh orang berkata bahwa disana terlalu banyak raksasa, orang-orang Enak dan prajurit-prajurit perkasa yang tidak akan pernah bisa ditaklukkan. Itu membuat mereka merasa kecil, seperti belalang yang tidak berarti. Tetapi lihatlah, dua orang, Kaleb dan Yosua tidak sependapat dengan itu. Kaleb berseru: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (Bilangan 13:31). Dari mana Kaleb bisa berkata demikian? Dalam pasal berikutnya kita bisa melihat dasar dari ucapan Kaleb itu. “Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, dan berkata kepada segenap umat Israel: “Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya.Jika TUHAN berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (14:6-8). Tidak sampai disitu saja, tetapi kemudian Yosua dan Kaleb lalu melanjutkan: “Hanya, janganlah memberontak kepada TUHAN, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang TUHAN menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” (ay 9). Inilah kuncinya. Kaleb dan Yosua tahu bahwa meski mereka tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari, mereka selalu bisa mengandalkan Tuhan. Percaya sepenuhnya kepada Tuhan dan paham bahwa mereka tetap harus memegang keyakinan itu secara utuh. Tidak memberontak dan jangan takut. Itu harus dilakukan agar kita bisa memperoleh penyertaan Tuhan yang ajaib secara maksimal. Dengan kata lain, melekatlah erat kepada Tuhan tanpa keraguan sedikitpun, atau kita tidak akan pernah bisa mendapatkan yang terbaik dalam jaminan Tuhan yang penuh dalam hidup kita.

Tuhan tetap sama, baik kemarin, hari ini dan sampai selamanya. Kita bisa membaca itu dalam Ibrani 13:8. Jika dulu Tuhan sanggup, mengapa hari ini tidak? Bukankah bintang-bintang di langit bisa menjadi bukti bagaimana luar biasanya Tuhan dalam mengatur segalanya agar berada dalam lintasan dan pola yang terbaik buat masing-masing seperti apa yang telah Dia rencanakan? Daud mengerti betul akan hal itu. Dari seorang anak yang menggembalakan ternak ia mampu membalikkan semua prediksi dengan menumbangkan raksasa bersenjata dan perisai lengkap hanya dengan umban. Di kemudian hari kita tahu bahwa hingga masa tuanya Daud tetaplah seorang pejuang yang memenangi berbagai peperangan. Kuncinya hanyalah hubungannya yang erat dengan Tuhan, dengan kepercayaan penuh di dalamnya. Daud berkata: “Kuda adalah harapan sia-sia untuk mencapai kemenangan, yang sekalipun besar ketangkasannya tidak dapat memberi keluputan. Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya, untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.” (Mazmur 33:17-19). Kesuksesan bukan terletak di tangan kehebatan dan kekuatan kita, menggantungkan harapan kepada segala yang ada di dunia ini, sekuat kuda sekalipun hanyalah akan sia-sia. Daud mengerti bahwa kuncinya bukan disana, tetapi ada pada Tuhan.

Pandanglah bintang-bintang langit malam ini, dan lihatlah bagaimana Tuhan mengatur segalanya untuk berada pada lintasan masing-masing dan semuanya berjalan dengan baik. Jika Tuhan mampu mengatur semua sesuai polanya, bagaimana mungkin Dia tidak sanggup untuk menuntun dan memetakan arah yang aman bagi kita? Adakah tantangan yang hari ini menghadang langkah anda? Apakah anda hari ini berhadapan dengan berbagai pikiran buruk akan ketidakpastian? Berjalanlah bersama Tuhan, melekatlah kepadaNya, maka anda akan tahu bahwa tidak ada satupun yang perlu anda takuti.

“TUHAN di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 118:6)

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: