Bijak Menangkap dan Menafsirkan Tanda-tanda Zaman

tanda2 zaman by the washington timesMOHON  doa untuk pelaksanaan Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman yang diselenggarakan Dewan Karya Partoral Keuskupan Agung Semarang, 24-26 Oktober 2014 di Muntilan Jumat, 24 Oktober 2014 Ef. 4:1-6; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 12:54-59. “Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?” Yesus mengajarkan kepada kita agar kita […]

tanda2 zaman by the washington times

MOHON  doa untuk pelaksanaan Kongres Persaudaraan Sejati Lintas Iman yang diselenggarakan Dewan Karya Partoral Keuskupan Agung Semarang, 24-26 Oktober 2014 di Muntilan

Jumat, 24 Oktober 2014
Ef. 4:1-6; Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6; Luk. 12:54-59.

“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?”

Yesus mengajarkan kepada kita agar kita bijaksana membaca dan menafsirkan tanda-tanda zaman secara akurat. Untuk itu, kita harus belajar dari para petani dan nelayan yang tahu keadaan cuaca untuk menanam dan untuk berlayar dengan aman.

Dalam hidup kita kini, kita bisa melakukannya dengan bantuan ilmu dan tekhnologi. Kita bisa dengan mudah memilah potensi dan bahaya alam seperti badai tropis, banjir, angin badai, gempa atau tanda-tanda erupsi gunung berapi. Kita diingatkan untuk tetap waspada dan tepat dalam mencari perlindungan.

Belajar dari gejala alam ini, kita bisa juga membuat penegasan rohani kita. Kita musti memiliki akurasi dalam penegasan rohani terutama terkait dengan bahaya dalam hidup kita. Ini jauh lebih penting agar kita bisa menghindari dan mengatasi krisis rohani atau kemerosotan moral dalam hidup kita.

Inilah pelajaran yang dapat kita tarik dari Injil hari ini. Kita harus bijaksana menangkap dan menafsirkan tanda-tanda zaman atas dasar iman kepada Tuhan. Kita sadari bahwa tak satupun dari kita yang mempunyai daya dan kekuatan untuk mengalahkan dosa dan kejahatan dalam diri kita. Maka kita harus tegak berdiri kokoh dalam rahmat, pertolongan, kekuatan dan perlindungan Allah yang kita butuhkan.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita terus-menerus membuat penegasan rohani sehingga kita dapat dengan bijaksana menafsirkan tanda-tanda zaman dalam hidup kita. Sementara kita menyembah Yesus Kristus Tuhan, kita menyadari bahwa kita ini rapuh dan lemah. Dengan demikian kita selalu mengandalkan Allah sebagai batu karang, tempat kita berlindung dan beroleh kekuatan serta pembelaan.

Tuhan Yesus Kristus, kami butuh bantuan dan bimbingan-Mu dalam membedakan yang benar dan salah, yang baik dan buruk, yang suci dan jahat dalam hidup kami. Engkaulah satu-satunya Hakim yang adil dan Penasihat yang berbelas kasih yang membela kami di hadapan Bapa di soega. Bebaskan kami dari belenggu kebiasaan berdosa, keinginan yang jahat dan kecenderungan yang menyakiti diri kami. Berilah kami rahmat dan bantulah kami untuk memilih jalan-Mu, jalan kasih dan kekudusan, kini dan selamanya. Amin.

Wisma St. Fransiskus, Muntilan
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Ilustrasi

tand

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply