Friday, 19 December 2014

Besar Pengampunan

Ayat bacaan: Lukas 7:47
===================
“Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.”

Hari ini saya bertemu dengan seseorang yang bertanya apakah masih ada kesempatan bagi dirinya untuk selamat mengingat serangkaian dosa yang pernah ia perbuat rasanya sudah terlalu besar untuk diampuni. Masa lalunya memang cukup kelam dengan serangkaian catatan buruk, yang rasanya tidak etis apabila saya bagikan disini. “Dosa-dosaku sudah terlalu banyak, saya tidak akan pernah layak untuk diselamatkan… sepertinya semua sudah terlambat” katanya. Ia terus merasa sebagai terdakwa dan membayangkan pintu gerbang surga sudah tertutup rapat bagi dirinya tak peduli meski ia sudah menyesal dan ingin bertobat. Begitulah terkadang manusia sulit menangkap konsep pengampunan yang disediakan Tuhan pada manusia. Maka pertanyaan yang muncul dalam renungan hari ini mungkin menjadi pertanyaan banyak orang. Seberapa besar batas maksimal pengampunan dari Tuhan? Sampai titik mana Tuhan tidak lagi sanggup atau bersedia mengampuni? Jawaban untuk itu sebenarnya sudah berulang kali disebutkan di dalam Alkitab, dan salah satunya adalah lewat ayat bacaan yang saya ambil dari sebuah perikop dalam Lukas pasal 7.

Lukas 7:36-50 berbicara mengenai kisah Yesus yang diurapi oleh seorang perempuan yang penuh dosa. Pada suatu hari Simon orang Farisi mengundang Yesus untuk makan di rumahnya. Yesus datang memenuhi undangannya. Di kota itu ada seorang perempuan yang berkubang dalam lumpur dosa. Ketika ia mendengar kedatangan Yesus ke rumah Simon, dia pun datang membawa buli-buli pualam berisi minyak wangi. Apa yang ia lakukan sangat mengharukan. Dia menghampiri Yesus dari belakang, lalu menangis hingga membasahi kaki Yesus dengan air matanya. Menyadari bahwa kaki Yesus basah karena air matanya yang mengalir deras, ia pun menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Lalu ia mencium kaki Yesus dan meminyaki dengan minyak wangi yang dibawanya. Melihat kejadian itu, Simon orang Farisi pun bergumam dalam hatinya. Katanya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.” (ay 39). Dalam bahasa Inggrisnya kata ‘berdosa’ ini dijabarkan sebagai “a notorious sinner,a social outcast, devoted to sin.”

Maka Yesus memanggil Simon dan memberi sebuah perumpamaan. Ada dua orang yang berhutang. Yang satu berhutang 500 dinar, sedangkan satunya “hanya” 50 dinar. Karena tidak sanggup membayar, orang yang dipiutangi memberi pengampunan, menghapuskan hutang keduanya. Yesus bertanya: “Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” (ay 42). Dan demikian jawaban Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” (ay 43). Benar. Apa inti pertanyaan Yesus? Mari kita baca penjelasan Yesus berikut. ” Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: “Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya. Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.” (Ay 44-46). Lalu kesimpulannya: “Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih.” (ay 47). Dan wanita yang penuh dosa, notorious sinner, devoted to sin itu pun diampuni. “Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: “Dosamu telah diampuni…Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!” (ay 48,50).

Yesus datang ke dunia untuk menebus dosa-dosa kita, baik besar maupun kecil. Dia disiksa, dipaku dan mati di kayu salib untuk sebuah karya penebusan luar biasa. Sebesar apapun dosa kita, ketika kita datang padaNya dengan hati yang hancur, hati yang remuk, tersungkur di kakiNya mengakui segala dosa-dosa yang telah kita perbuat lewat pertobatan yang sungguh-sungguh, pengampunan pun segera Dia sediakan bagi kita. Ketika kita datang dan mengakui dosa-dosa kita, perkataan yang sama akan Yesus berikan pada kita juga “Dosamu telah diampuni…Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!”

Semakin besar dosa kita, semakin besar pula penghargaan akan sebuah pengampunan. Sebesar apa dosa anda yang anda rasakan memberatkan hidup anda hari ini? Anda anda merasa Yesus tidak berkenan untuk mengampuni anda? Salah. Yesus berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.” (Markus 2:17) Dia justru selalu rindu untuk mengampuni kita, apapun latar belakang kita sebelumnya. Orang yang menyadari dan mengakui dosa-dosaNya sudah diampuni, dan penghargaan akan pengampunan itu akan berbuah kasih yang besar pula pada sesama. Lihat ayat berikut ini: “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” (Efesus 4:32). Makna ayat tersebut bisa memiliki efek yang jauh lebih besar bagi mereka yang sudah ditebus dari dosa-dosa yang mungkin bagi manusia sudah terlalu besar dan tidak lagi terampuni. Yang diperlukan adalah pengakuan kita dan pertobatan kita, disertai sebuah komitmen untuk tidak lagi mengulangi hal yang sama. Hati yang remuk dan hancur jika kita bawa ke hadapan tahta Allah akan menjadi sebuah korban sembelihan bagi Dia. “Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.” (Mazmur 51:19). Sukacita sejati adalah mengakui betapa buruknya dan besarnya dosa-dosa kita lalu membandingkannya dengan sebesar apa kita telah diampuni. Maka tidak perduli sebesar apa dosa yang membelenggu anda hari ini, percayalah bahwa pengakuan anda akan membawa anda pada sebuah pengampunan total dari Tuhan yang begitu mengasihi anda. Miliki sukacita sejati hari ini juga!

Lepaskan diri anda dari belenggu dosa hari ini juga, ketahuilah bahwa pengakuan anda dihadapanNya akan berbuah sebuah pengampunan penuh

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Besar Pengampunan"

Response on "Besar Pengampunan"