KATA Kardinal Bergoglio –kini Paus Fransiskus– kemudian:

“Untuk sekarang ini, saya mendukung untuk mempertahankan hidup selibat para imam, dengan segala pro dan kontra, karena dalam pengalaman selama 10 abad ada banyak pengalaman positif dari pada errornya. Dalam hal ini Tradisi sangat berperan penting.”

“Dalam perkembangan sejarahnya para pelayan katolik secara perlahan-lahan memilih untuk selibat. Sampai dengan tahun 1.100 beberapa pelayan memilih selibat dan yang lainnya tidak.Ini soal disiplin, bukan soal iman. Ini bisa diubah. Namun secara pribadi, saya tidak pernah berpikir untuk menikah,” kata Bergoglio.

Pastor the friar by Canterbury

Pernak-pernik kehidupan ‘internal’ dalam Gereja: Ada yang setia, namun ada juga yang ‘mbandoleng’ alias berlaku sembrono dan main-main. (Ilustrasi/Canterbury)

Imam berperan ganda
Apa yang tidak bisa ditolerir oleh Kardinal Bergoglio adalah seorang imam yang nekad menjalani hidup dengan dua ‘peran’ ganda.

“Jika seorang imam datang kepadaku dan mengatakan bahwa ia telah menyebabkan seorang wanita hamil, saya akan mendengarkannya, membantunya untuk tenang, dan perlahan-lahan saya akan menjelaskan kepadanya bahwa hak natural untuk hidup mendahului haknya sebagai imam,” kata Kardinal Bergoglio.

“Oleh karena itu, ia memiliki kewajiban untuk meninggalkan kewajiban imamat dan mengambil kewajiban untuk memelihara anak itu, pun jika ia tidak mau menikah dengan wanita itu. Karena anak itu mempunyai hak akan seorang ayah sama seperti hak akan seorang ibu yang harus hadir merawatnya,” tambahnya.

“Saya akan mengatur semua surat yang diperlukan untuk laikalisasi di Roma, dan kamu dapat meninggalkan imamat. Dan, jika seorang imam mengatakan kepada saya bahwa ia telah dikalahkan oleh hawa nafsunya, dan ia telah membuat kesalahan, maka saya akan membantu dia mengoreksi kesalahannya,” kata Kardinal Bergoglio.

“Beberapa imam bertobat, yang lainnya tidak. Beberapa lain lagi, sayangnya, tidak pernah mengatakannya kepada uskup. Bertobat berarti membuat penitensi dan menghidupi selibat dengan penuh hormat. Hidup ganda tidaklah baik untuk kita, saya tidak suka itu, itu artinya menjadi palsu. Lain kali saya mengatkan kepada mereka: “Kalau kamu tidak bisa mengambil keputusan, sayalah yang akan melakukannya untuk kalian,” tandas Paus.

Pastor tak setia

Pastor berperan ganda: Tetap berjubah sebagai imam, namun tindak-tanduknya tidak mencerminkan hidup imamatnya. (Ilustrasi)

Tentang selibat, perhatikan ini
Meskipun Paus Benedictus XVI tidak mengubah posisi tradisional yang dinyatakan oleh para paus sebelumnya dan Sinode-sinode Para Uskup, namun dalam bulan November 2009 dibuka suatu celah untuk memungkinkan komunitas Anglikan yang ingin bergabung ke dalam Gereja Katolik.

Tahun itu Paus Benedictus XVI mempromulgasikan Konstitusi Apostolik “Anglicanorum Coetibus” untuk mendirikan Ordinariat Anglo-Katolik.

Dalam paragraf dua artikel 6 konstitusi tersebut terlebih dahulu ditegaskan perlunya mempertahankan aturan selibat pada masa depan, Paus menyebut kemungkinan, “menerima seorang bapa keluarga dalam imamat atas dasar kasus per kasus, menurut kriteria obyektif yang ditetapkan oleh Tahta Suci”.

Praktik Gereja Ortodoks dan Gereja Ritus Timur dalam kesatuan dengan Gereja Roma Katolik adalah bahwa imam tidak diizinkan menikah. Namun seorang pria yang telah menikah (bapa keluarga) dapat ditahbiskan imam, sedangkan Uskup dipilih dari antara imam selibater.

Photo credit: Ilustrasi (Photo courtesy Mark Wallet)

Tautan: 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.