Bertolak Ke Dalam

Ayat bacaan: Lukas 5:4
=====================
“Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

bertolak ke dalam

Seberapa jauh kita menyerahkan hidup kita ke dalam tangan Tuhan dari pola pikir dan cara hidup kita. Kata menyerahkan hidup ke dalam tangan Tuhan mungkin sudah terlalu sering kita dengar, tapi sedikit yang mau menjalankan dengan sungguh-sungguh. Beribadah, itu berbeda dengan mencari nafkah. Dalam beribadah kita melibatkan Tuhan, namun dalam kehidupan sehari-hari itu sulit kita lakukan. Kita mungkin berpikir, urusan pekerjaan kan urusan kita. Kita sudah sekolah tinggi-tinggi untuk menjadi ahli dalam sebuah bidang tertentu, kita menguasai strategi bisnis, keuangan, kepemimpinan atau memproduksi barang, kenapa pula harus Tuhan dan lagi-lagi Tuhan yang dilibatkan disana? Bagi sebagian orang, Tuhan tidak lebih dari sosok yang “old fashioned” dan hanya mengurusi kerohanian saja. Bagi sebagian lagi, Tuhan tidak lebih dari palang pintu terakhir ketika semua tidak lagi bisa dilakukan. Sedang bagi sebagian orang lainnya, Tuhan adalah sekoci penyelamat agar tidak masuk neraka. Tidak, Tuhan bukanlah seperti itu. Dia menyediakan segala yang baik, bahkan lebih dari baik kepada kita. RancanganNya indah kepada siapapun kita. Menyerahkan kehidupan kepadaNya akan membawa kita kepada pencapaian-pencapaian yang bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. MembiarkanNya berkarya atas hidup kita akan membuat kita menikmati sesuatu yang tidak terbayangkan.

Mari kita lihat kisah pertemuan Petrus dengan Yesus. (Lukas 5:1-11). Kejadiannya di pinggir pantai Genesaret, dimana Yesus pada saat itu tengah dikerumuni banyak orang yang siap mendengarkan khotbahNya. Petrus dan rekan-rekannya pada saat itu sedang mencuci jalanya dengan tangkapan nihil. Apa karena Petrus dan rekan-rekan merupakan nelayan amatiran? Tentu tidak. Sebagai nelayan tentu mereka sudah melakukan itu sejak usia muda. Mereka tentu terlatih. Mereka tahu kapan saat yang tepat untuk menangkap ikan, bagaimana menghindari ombak dan badai, bahkan saya yakin mereka punya naluri yang baik untuk mendeteksi di mana ikan akan banyak terdapat. Tapi itulah yang terjadi pada hari itu. Mereka tidak mendapatkan satu tangkapan pun. Semalaman penuh di danau tapi tidak membawa hasil apapun. Di saat itu mereka bertemu dengan Sosok yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. Dan Sosok itu datang menghampiri, naik ke atas perahu Petrus, bukan untuk menyewa perahunya atau mau menangkap ikan, tapi Dia ingin menggunakan perahu Petrus untuk memberitakan firman Tuhan. Jika itu sudah cukup aneh, lihatlah hal yang lebih aneh lagi. Sosok asing ini jelas-jelas bukan seorang nelayan. Tapi Dia malah menyuruh Petrus untuk kembali ke tengah danau dan menebarkan jala lagi. “Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan. (Lukas 5:4). Simon Petrus dan teman-temannya pasti merasa aneh, karena mereka yang ahli menangkap ikan saja sudah gagal melakukan itu tanpa hasil apapun. Jika kita di posisi Petrus apa yang akan kita lakukan? Sinis? Tertawa? Marah karena merasa dipermainkan? Mungkin itu yang menjadi reaksi spontan kita, tapi tidak bagi Petrus. Lihatlah apa yang dilakukannya. Ia mengambil sebuah langkah iman. Ia memilih untuk menuruti Yesus. “Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” (ay 5). Sebuah pilihan yang tepat yang mengubahkan hidup. Kita tahu yang terjadi kemudian. “Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.” (ay 7-8). Dan tersungkurlah Petrus di hadapan Yesus. Tapi ternyata berkat Tuhan itu tidak berhenti hanya kepada mendapat berkat materi saja, karena dengan perkataan “Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia” (ay 11) yang terkenal itu, Simon Petrus pun kemudian menjadi sosok yang dipakai Tuhan secara luar biasa.

Lihatlah apa yang disediakan Tuhan kepada orang yang taat kepadaNya. Tuhan bukanlah Sosok yang hanya berguna untuk urusan-urusan rohani saja. Jika Tuhan dilibatkan, maka keberadaan Tuhan itu akan membawa berbagai hasil yang luar biasa dalam segala sisi kehidupan. Betapa seringnya kita menyampingkan Tuhan untuk urusan-urusan pekerjaan atau hal duniawi lainnya. Atau bagi sebagian orang mungkin ragu apakah Tuhan memang mau terlibat dalam urusan kerja dan sebagainya.Tuhan tentu mau. Dia begitu mengasihi kita anak-anakNya dan telah menyiapkan segala yang terbaik bagi diri kita.

Kepada Yosua Tuhan menjanjikan “Setiap tempat yang akan diinjak oleh telapak kakimu Kuberikan kepada kamu, seperti yang telah Kujanjikan kepada Musa.” (Yosua 1:3). Ini berkaitan dengan janji yang diberikan Tuhan kepada Musa sebelumnya. “Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, kamulah yang akan memilikinya: mulai dari padang gurun sampai gunung Libanon, dan dari sungai itu, yakni sungai Efrat, sampai laut sebelah barat, akan menjadi daerahmu.” (Ulangan 11:24). Setiap tempat yang diinjak oleh telapak kakimu, mengajarkan kita untuk berani mengambil langkah untuk masuk ke tempat yang lebih dalam lagi. Tidak hanya berhenti di pinggir, tidak hanya suam-suam kuku, tapi masuk lebih dalam lagi ke dalam hubungan yang semakin erat dengan Tuhan, dan melibatkanNya dalam segala sesuatu yang kita jalani dalam hidup ini. Ada kalanya untuk masuk ke tempat yang lebih dalam kita harus siap meninggalkan zona nyaman kita, kita harus mengalami sesuatu yang sulit terlebih dahulu, tapi jika berkat Tuhan tersedia disana, dan Tuhan sendiri telah menyuruh kita untuk bertolak lebih dalam lagi, mengapa tidak? Bertolak lebih dalam akan membawa kita mengalami pencapaian-pencapaian yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Hari ini marilah kita mengambil komitmen untuk melatih diri melangkah lebih dalam lagi. Teruslah menapak hingga kita bisa menemukan berkat-berkat berkelimpahan yang telah Dia sediakan bagi kita. Libatkan Tuhan dalam setiap sisi kehidupan, baik pekerjaan, keluarga, pelayanan, pendidikan dan sebagainya. Perahu iman kita siap untuk dipakai Tuhan untuk melakukan pekerjaanNya yang besar. Apa yang harus kita lakukan adalah sebuah langkah iman untuk menuruti Tuhan, percaya kepadaNya dan terus masuk lebih dalam. Petrus sudah melakukannya. Dia menurut dan melemparkan jalanya di tempat dalam, dan ia pun melihat bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya. Ia menuai berkat secara luar biasa, hingga tidak lagi sanggup ia terima sendirian. Jangan pilah-pilah mana yang berhubungan dengan Tuhan dan mana yang tidak, karena Tuhan rindu untuk memberkati setiap usaha yang anda lakukan dalam hidup saat ini. Siapkah anda menebarkan jala untuk menerima berkat? Bertolaklah ke dalam.

Berkat Tuhan tersedia bagi semua orang yang mau mengambil langkah iman untuk menuruti perintahNya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: