Bertobatnya si Pemungut Cukai

zakeus

KISAH sederhana tentang panggilan Matius ini sangat menarik kalau kita perhatikan.  Kalau disini orang dapat pekerjaan dari orang luar negeri pasti senang sekali, apalagi kalau menyangkut soal keuangan. Yang kita lihat sekarang adalah Matius  seorang pegawai pajak untuk orang Romawi (orang luar negeri).

Ketika Yesus lewat di depan rumah pegawai pajak ini lalu Ia memanggil Matius “Mari, ikutilah Aku”, Aneh sekali Matius ini seperti kena kekuatan gaib, bang-kit berdiri, lalu mengikuti Yesus.

Pekerjaannya ditinggalkan, Bahkan dia merasa senang mengikuti Yesus dan bersyukur. Buktinya Matius lalu memanggil kawan-kawannya yang juga bekerja sebagai pegawai pajak lalu mengadakan pesta di rumahnya dan mengundang Yesus dan beberapa orang sudah mengikuti Yrsus.

Tentu saja peristiwa ini memancing kritik dari orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi berkata kepada murid-murid Yesus: “ Mengapa gurumu makan bersama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?” Mengapa kritiknya demikian? Sebab di masyarakat Yahudi pemungut cukai atau tukang pajak ini dianggap bekerja untuk penjajah dan ikut menindas bangsanya sendiri.

Karena selain menarik uang dari warga masyarakat untuk diserahkan kepada pemerintah, ia juga masih menarik uang untuk kantongnya sendiri. Maka masyarakat lalu memberikan cap bahwa mereka orang-orang ini berdosa. Dan orang Farisi memandang orang berdosa ini kotor dan najis, maka tidak boleh didekati.

Begitu melihat Yesus mau duduk makan bersama para pemungut cukai lantas punya anggapan salah tentang Yesus, seakan-akan Yesus mendukung pekerjaan orang-orang ini. Karena Yesus mendengar kata-kata orang Farisi ini lalu memberikan reaksi demikian:
“Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, melainkan orang sakit. Maka pelajarilah arti perkataan ini: Aku menginginkan belaskasihan bukan persembahan. Aku datang bukan nya untuk memanggil orang yang benar, melainkan orang berdosa.”(Mat 8:12-13).

Maka di sini jelas bahwa Yesus memanggil Matius, karena Ia membebaskan Matius dari situasi dosa dan dijadikan pengikut-Nya. Kita disadarkan bahwa Gereja bukanlah perkumpulan orang kudus atau orang yang suci, tetapi orang-orang yang mau meninggalkan kedosaannya. Banyak orang yang nampaknya beibadat kepada Tuhan, menurut istilah Yesus “mengadakan persembahan”, tepai kalau tidak punya belas kasih terhadap orang lain itu tidak ada gunanya. Maka  menjadi jelas, bahwa Yesus datang untuk memanggil kita orang berdosa.

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. renungan singkat tentang matius pemungut cukai
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: