Bertekunlah

Ayat bacaan: Ibrani 10:36
===================
“Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.”

bertekunlah, ketekunan

Meraih delapan medali emas dalam satu Olimpiade merupakan pencapaian yang sungguh mencengangkan. Bagaimana jika dari delapan medali itu, lima diantaranya merupakan pemecahan rekor dunia? Tentu itu jauh lebih mencengangkan lagi. Hal ini terjadi pada Olimpiade Beijing tahun lalu, dan itu dialami oleh seorang perenang asal Amerika bernama Michael (Mike) Phelps. Jika kita lihat postur tubuhnya, masuk akal jika ia bisa menoreh prestasi di ajang kelas dunia seperti Olimpiade. Dia memang diberkati struktur tubuh yang baik, tulang dan otot yang kuat, dan itu semua memang merupakan talenta dari Tuhan. Tapi banyak orang yang lupa bahwa Mike Phelps tidak memperoleh itu semua secara instan. Untuk bisa menoreh prestasi luar biasa itu, ia menghabiskan banyak waktu untuk berlatih dengan tekun sejak usia muda. Di saat teman-teman seusianya masih menikmati masa kanak-kanak mereka, ia sudah digembleng dengan latihan tujuh hari nonstop dalam seminggu, lima jam sehari tanpa istirahat! Pola makannya pun sudah dijaga dengan baik sejak muda. Ini semua ia lakukan dengan tekun meski kesuksesan tidak segera menghampiri dirinya. Pada Olimpiade Sydney 8 tahun sebelumnya ia sudah turut berpartisipasi di usia sangat muda, namun ia tidak memenangkan satupun medali. Dalam kehidupan pribadinya di luar gelanggang olah raga Mike pun pernah gagal. Ia sempat ditahan akibat mabuk saat berkendara di jalan dan beberapa hal lain yang tidak terpuji. Namun Mike bangkit dan kemudian mampu meraih pencapaian fenomenal di atas. Sekarang mari kita perhatikan. Dengan segala talenta yang diberikan Tuhan kepadanya, tanpa ketekunan dan kerja keras serta keseriusannya dalam latihan, mungkinkah Mike meraih sukses? Tentu tidak. Tuhan memang memberikan talenta kepada setiap manusia, namun tanpa ketekunan semua itu tidak akan pernah membawa hasil yang baik.

Seberapa jauh kita mampu terus tekun dan berjalan sesuai kehendak Tuhan? Kenyataannya ada banyak orang yang begitu mudah menyerah. Sedikit angin menerpa sudah membuat mereka kehilangan harapan dan putus asa. Jika kita melihat bagaimana pola di dunia, hal yang sama pun terjadi. Dunia hari ini selalu menawarkan hal-hal yang serba cepat, serba mudah, yang bisa diperoleh dengan instan. Makanan cepat saji, pinjaman cepat cair, jalan untuk menjadi terkenal sebagai bintang, undian-undian yang mengiming-iming kekayaan mendadak dengan begitu mudah dan sebagainya. Ini semua menjadi kebiasaan dunia hari ini dan didambakan banyak orang. Tapi mereka lupa bahwa biasanya apa yang kita peroleh dengan mudah akan lenyap dengan mudah pula. Mengapa demikian? Karena pondasinya tidak kuat untuk menopang apa yang kita peroleh dalam sekejap. Secara rohani seringkali kita pun demikian. Kita tidak bisa belajar bersabar dan terus menuntut. Tidak ada ketekunan dalam kamus, apalagi untuk menantikan Tuhan. Tidak mengherankan jika di antara kita ada banyak orang yang begitu lemah, cepat menyerah, putus asa, kehilangan harapan meski hanya ketika terkena masalah yang kecil sekalipun. Oleh karena itulah firman Tuhan mengingatkan kita akan pentingnya ketekunan untuk meraih hasil seperti yang diinginkan Tuhan.

Lewat penulis Ibrani Tuhan berfirman, “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:36). Di sini kata “ketekunan” dalam bahasa Inggris dikatakan dengan “steadfast patience and endurance.” Secara konstan dan setia untuk terus dalam kesabaran dan ketahanan. Lihatlah bahwa meski Tuhan berkali-kali mengingatkan kita dengan janji-janji berkatNya, sebuah pesan akan pentingnya ketekunan pun tetap diberikan kepada kita. Dan kemudian jangan lupa untuk melakukan kehendak Allah dengan mempergunakan talenta-talenta yang terasah lewat ketekunan. Itulah jalan agar kita bisa memperoleh semua yang dijanjikan Tuhan. Ketekunan harus kita miliki dalam segala hal agar kita bisa memperoleh hasil sempurna. Ketekunan memerlukan proses. Dibutuhkan usaha dan kerja keras serta kedisplinan yang biasanya belum akan memberikan hasil dalam waktu singkat. Artinya dalam ketekunan harus ada usaha serius dalam proses panjang.

Mengapa ketekunan bisa membawa kita untuk memperoleh hasil sempurna? Paulus menulis alasannya. “..ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” (Roma 5:4-5). Ini sebuah proses yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang kuat. Tanpa pengharapan kita tidak akan pernah bisa kuat dan akibatnya akan mudah untuk diombang-ambingkan berbagai permasalahan hidup. Penulis Ibrani kemudian mengingatkan pula bahwa kita harus mampu “menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1)

Bagaimana ketekunan Mike Phelps yang dilakukan sejak kecil bisa menjadi teladan buat kita dalam masalah ini. Jika dalam hal badani saja dibutuhkan latihan dan bisa mencapai keberhasilan gemilang, apalagi dalam hal ibadah yang akan bermanfaat bukan saja pada kehidupan saat ini tapi juga untuk hidup yang akan datang. (1 Timotius 4:8). Jika saat ini atau pada suatu saat nanti di antara kita menghadapi sebuah pergumulan yang membutuhkan ketekunan, patience and persistance, ingatlah bahwa Tuhan memang menghendaki anda untuk bertekun. Dari ketekunan anda akan timbul ketahanan yang akan mampu membuat kita bisa tetap melihat pengharapan, sebuah pengharapan penuh kasih lewat Roh Kudus yang tidak akan pernah mengecewakan. Kita semua sangat membutuhkan ketekunan, terlebih di hari-hari yang semakin mendekati akhir ini. “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.” (Ibrani 10:37). Ya waktu memang sudah sangat singkat. “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.” (Habakuk 2:3). Itulah sebabnya kita harus bertekun dengan sungguh-sungguh agar apa yang dijanjikan Tuhan tidak sampai terlepas dari genggaman kita. Tidak ada waktu lagi untuk malas-malasan dan menunda-nunda. Mulailah bertekun dari sekarang dan bentuklah otot rohani kita, dan pakailah itu untuk melakukan kehendak Allah, peganglah pengharapan dan raihlah semua yang telah dijanjikan Tuhan bagi kita dengan sempurna.

Tanpa ketekunan semua akan sia-sia

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: