Bertekun dalam Perlombaan

Ayat bacaan: Ibrani 12:1
======================
“Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.”

bertekun

Ada banyak orang yang berharap mereka mampu meraih sesuatu, terus maju sambil bermalas-malasan. Ada banyak orang yang tidak mau keluar dari zona nyamannya tapi dalam waktu bersamaan berharap ada perubahan dalam hidupnya. Sepeti seorang atlit, kita tidak mungkin mendapatkan keduanya secara bersamaan. Seorang atlit yang hebat, walau ia terlahir dengan talenta luar biasa sekalipun, tetap saja mereka harus melalui serangkaian latihan yang membutuhkan usaha keras. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam tiap hari, menjaga pola makan, terus berlatih dan berlatih lagi dari tahun ke tahun. Bahkan ketika mereka sudah mencapai masa keemasan pun mereka tidak boleh terlena dan berhenti berlatih. Mereka harus siap meninggalkan kenyamanan hidup, mengucapkan selamat tinggal kepada kemalasan dan terus bertekun untuk menggapai impian mereka. Tanpa itu semua, bakat dan kelebihan sebesar apapun yang mereka miliki tidak akan pernah bisa maksimal. Ini merupakan analogi yang tepat dalam perjuangan kita dalam menghadapi perlombaan iman.

Setelah kita kemarin melihat satu kesamaan antara seorang atlit dengan kita yang tengah menghadapi perlombaan iman seperti yang digambarkan dalam Alkitab, hari ini kita melihat sebuah lagi perbandingan menarik mengenai kedua hal ini. Mari kita lihat sekali lagi ayat pertama dalam pasal Ibrani 12. “Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.” (Ibrani 12:1). Kemarin kita membahas pentingnya menanggalkan beban dan dosa agar kita bisa berlari dengan ringan tanpa hambatan, sekarang kita lihat bagian kalimat selanjutnya, yaitu “berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita”.

Selain harus menanggalkan beban-beban yang bisa merintangi langkah kita, kita harus terus meningkatkan ketekunan kita. Untuk bisa terus maju, bertumbuh dan berbuah, adalah penting untuk terus memelihara semangat dan ketekunan secara luar biasa. Tanpa semangat kita tidak akan bisa kuat berjuang, tanpa ketekunan kita tidak akan pernah maju,. Ini sebuah langkah berikutnya yang harus kita lakukan setelah kita melepas beban dan dosa yang merintangi kita, agar kita mampu memenangi perlombaan iman yang sudah digariskan kepada setiap kita.

Dalam sebuah proses sangatlah diperlukan usaha dan ketekunan. Seorang atlit membutuhkan itu untuk berhasil, kita pun demikian untuk mampu mencapai garis akhir dengan penuh kemenangan. Akan selalu ada banyak rintangan yang menghadang, namun tetaplah bertekun dan jangan mundur sedikitpun. Paulus tahu bahwa kesengsaraan dalam hidup bisa membuat kita lemah dan kehilangan semangat. Berbagai kesulitan hidup bisa membuat kita capai dan kehilangan ketekunan. Oleh sebab itu ia mengingatkan bahwa “kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” (Roma 5:3-4). Dan sebuah pengharapan tidak akan pernah mengecewakan. (ay 5).

Penulis Ibrani tahu tanpa ketekunan kita tidak akan sanggup meraih apa-apa, termasuk segala yang dijanjikan Tuhan kepada kita. “Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.” (Ibrani 10:36). Ada upah besar menanti kita di depan, dan jangan sampai kita gagal meraihnya. Untuk itulah sebuah ketekunan yang disertai dengan determinasi tinggi akan selalu kita butuhkan. Kita harus terus menjaga ketekunan kita senantiasa, hingga kita bisa memperoleh buah-buah yang mampu membuat kita menjadi semakin sempurna. Ini disinggung oleh Yakobus:“Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.” (Yakobus 1:4).

Pesan penting kepada jemaat Kolose mengenai hal bertekun pun disampaikan oleh Paulus. “Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.” (Kolose 1:23). Ini merupakan pesan yang juga penting bagi kita, karena perlombaan yang kita hadapi sesungguhnya tidaklah gampang. Kita tidak akan bisa memenangi perlombaan iman tanpa sesuatu bernama ketekunan.Justru di hari-hari yang sulit seperti sekarang ini, dimana setiap sendi kehidupan seolah memiliki lubang penghisap yang siap menarik kita untuk masuk ke dalamnya dan kemudian membinasakan kita, kita harus terus memastikan diri kita agar tetap memiliki ketekunan untuk berlomba di jalur yang tepat. Justru di jaman sekarang inilah ketekunan sangat kita perlukan. Jika untuk urusan di dunia saja kita membutuhkan ketekunan, apalagi dalam urusan memperoleh hak sebagai warga negara Kerajaan Allah yang kekal. Itulah sebabnya kita harus memastikan dan menjaga ketekunan kita agar kita mampu memenangkan perlombaan iman. Jangan berhenti, jangan menyerah, jangan lelah, teruslah bertekun dan mari menangkan perlombaan.

Untuk maju dibutuhkan semangat dan ketekunan yang luar biasa disertai fokus yang kuat untuk mencapai tujuan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: