Sunday, 23 November 2014

Bertambah Kuat dalam Tuhan

Ayat bacaan: Mazmur 84:8
=====================
“Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.”

bertambah kuat dalam TuhanSaya selalu terkagum-kagum melihat para pemain sepak bola yang terus berjuang habis-habisan hingga peluit panjang berbunyi. Tidaklah mudah untuk bisa terus berlari selama dua kali 45 menit, meski ada jeda 15 menit diantara babak pertama dan kedua. Tenaga bisa terkuras habis setidaknya setengah jam pertama dan banyak diantara pemain yang sudah lelah ini terlihat bagai hanya berjalan-jalan saja di lapangan. Malas bukanlah satu-satunya penyebab, karena mungkin mereka sedang tidak fit atau sudah kehabisan tenaga untuk terus berlari. Karena itulah saya mengagumi pemain-pemain yang bisa tetap bermain stabil sejak awal hingga akhir, dan tidak terpengaruh terhadap situasi di lapangan. Secara alami tenaga memang akan berkurang seiring waktu. Daya tahan tubuh akan semakin merosot, daya ingat berkurang, kemampuan serta kekuatan pun demikian seiring bertambah lanjutnya usia manusia. Jika anda menggulingkan bola pun lama kelamaan bola akan melambat lalu berhenti.

Sangatlah menarik ketika ada sebuah ayat dalam Alkitab yang menggambarkan hal yang bertentangan dengan sesuatu yang alamiah ini. Mereka berjalan makin lama makin kuat, hendak menghadap Allah di Sion.” (Mazmur 84:8). Ketika secara alami tenaga manusia melemah, orang-orang ini justru menunjukkan peningkatan. Dalam bahasa Inggrisnya dikatakan demikian: “They go from strength to strength [increasing in victorious power]…” Apa rahasianya dan kepada siapa hal ini bisa terjadi? Ayat sebelumnya menyatakan bahwa ini akan terjadi kepada orang-orang yang kekuatannya ada di dalam Tuhan. (ay 6). Dari apa yang tertulis pada Mazmur 84:8 ini kita bisa melihat bahwa Tuhan sanggup memberi mukjizat yang bahkan membalikkan hukum alam kepada orang-orang yang mengandalkan kekuatanNya dalam segala sesuatu.

Contoh yang sangat tepat akan hal ini bisa kita lihat melalui Kaleb. Kaleb adalah satu dari 12 pengintai yang dikirim oleh Musa untuk mengintai situasi Kanaan seperti yang tercantum dalam Bilangan 13. Diantara 12 orang itu, 10 orang memberikan pandangan negatif bernada pesimis. Kaleb dan Yosua sebaliknya. Keduanya optimis dan percaya pada Tuhan. Lihatlah apa katanya. “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (ay 30). Bagaimana Kaleb bisa memiliki pandangan yang berbeda dari mayoritas pengintai lain? Itu karena Kaleb tahu bahwa kekuatan Tuhan ada di atas kekuatan siapapun mahluk di bumi ini. Jika ia meletakkan kekuatannya di dalam Tuhan, dan apa yang ia hadapi sesuai kehendak Tuhan, maka tidak ada satupun alasan yang bisa membuatnya takut untuk gagal. Itu yang Kaleb percaya.

Selanjutnya marilah kita melompat ke depan untuk melihat sosok Kaleb 45 tahun kemudian. Saat itu Kaleb sudah tua. Pada umur 85 tahun ia menerima janji Tuhan bahwa ia merupakan satu-satunya dari angkatan 45 tahun yang lalu yang berhasil masuk ke tanah Kanaan seperti yang tertulis pada Ulangan 1:34-36. Mari kita lihat penggalan kata-kata Kaleb berikut: “pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:11). Dengan sangat jelas Kaleb mengatakan bahwa dirinya masih sekuat 45 tahun yang lalu. Dia masih siap berperang dengan tenaga yang sama seperti dahulu. Ini orang berumur 85 tahun yang berbicara. APada Kaleb, ternyata hukum alam tidak terjadi. Pada diri Kaleb ternyata mukjizat Tuhan terjadi. Ini berlaku kepadanya, karena dia merupakan orang yang selalu meletakkan kekuatannya dan dirinya secara keseluruhan di dalam Tuhan.

Mukjizat adalah keajaiban yang terjadi dari kuasa Tuhan yang mampu melampaui logika dan hukum alam. Ketika hukum alam membuat segala sesuatu melambat, merosot, memudar dan berkurang dalam perjalanan waktu, ketika secara logika kekuatan dan ketahanan kita memudar dan semakin berkurang seiring waktu, mukjizat Tuhan mampu melakukan sebaliknya. Dan lewat Kaleb kita menyaksikan hal itu. Lihat apa yang tertulis di antara Mazmur 84:6 dan 8 di atas. “Apabila melintasi lembah Baka, mereka membuatnya menjadi tempat yang bermata air; bahkan hujan pada awal musim menyelubunginya dengan berkat.” (Mazmur 84:7). Mukjizat Tuhan ternyata tidak hanya berbicara mengenai kekuatan yang tidak merosot dimakan usia, tapi juga berbicara mengenai kesanggupan dan kesediaan Tuhan untuk mengubah lembah Baka (artinya lembah air mata) menjadi lembah yang melimpah dengan penuh berkat. Lembah air mata sekalipun bisa Dia ubahkan menjadi lembah yang penuh sukacita. Ini juga merupakan janji Tuhan kepada orang yang meletakkan kekuatannya di dalam Tuhan.

Paulus juga mengingatkan jemaat Efesus akan hal yang sama. Paulus tahu bahwa manusia akan melemah, iman dan kasih pada Tuhan bisa merosot dari waktu ke waktu. Karena itulah Paulus berpesan agar jemaat Efesus tetap kuat dengan meletakkan kekuatan mereka di dalam Tuhan. “Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.” (Efesus 6:10). Selanjutnya kepada Timotius, Paulus mengingatkan pula agar tidak menjadi lemah karena tugas yang diemban Timotius di usia mudanya sesungguhnya tidaklah mudah alias sangat berat. Kata Paulus: “Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus.” (2 Timotius 2:1). Kasih karunia Kristus menguatkan kita. Jika mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri, cepat atau lambat kita akan melemah hingga akhirnya berhenti. Agar itu tidak terjadi, sekali lagi kita harus meletakkan kekuatan kita ke dalam Tuhan.

Apakah ada diantara teman-teman yang hari ini tengah kehabisan tenaga atau daya akibat terus menerus dihantam berbagai permasalahan hidup? Adakah yang merasa semakin melemah dan hampir menyerah? Jika ada, ini saat yang tepat bagi anda untuk berbalik mengandalkan Tuhan dan hidup dalam kasih karunia Kristus. Jadilah kuat bukan karena kehebatan atau besar tenaga kita sendiri melainkan oleh kasih karunia dalam Yesus Kristus. Inilah yang akan mendatangkan mukjizat melampaui hukum alam sehingga kita bisa mengalami sesuatu yang luar biasa seperti apa yang dialami Kaleb. Iman kita bisa merosot, tenaga kita bisa menurun, kekuatan kita bisa berkurang, daya ingat bisa melemah, kasih mula-mula bisa menghilang  apabila kita terus mengandalkan kekuatan sendiri yang terbatas. Tapi ketika kita menyerahkan hidup ke dalam tangan Tuhan, percaya dan bergantung sepenuhnya kepadaNya, mengikuti rencanaNya meski mungkin pada mulanya terasa berat, Tuhan akan selalu siap memberi kekuatan. Karenanya, tetaplah berjalan bersama Tuhan, dan andalkanlah Tuhan dalam apapun yang kita lakukan atau kerjakan. Hiduplah dengan benar dan kudus. Jika ini kita lakukan maka kita tidak akan hidup dengan dibatasi oleh lingkungan, situasi dan kondisi sekitar, melainkan hidup penuh dengan terobosan-terobosan dan mukjizat Ilahi. Anda ingin menjadi terus bertambah kuat meski tekanan sebesar apapun mencoba menjatuhkan anda? Andalkan Tuhan sekarang juga.

Alami terobosan dan mukjizat dengan meletakkan kekuatan di dalam Tuhan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Incoming search terms:

0saves


If you enjoyed this post, please consider leaving a comment or subscribing to the RSS feed to have future articles delivered to your feed reader.

Related Posts to "Bertambah Kuat dalam Tuhan"

Response on "Bertambah Kuat dalam Tuhan"