Bersyukur dan Rendah Hati

DALAM menjalani kehidupan, banyak orang yang tidak bersyukur kepada Tuhan. Padahal Ia telah menyediakan segala yang diperlukan bagi kita secara cuma-cuma, seperti nafas kehidupan, akal budi, talenta.

Banyak juga yang dikuasai kesombongan saat mereka berada di puncak sukses. Mereka merasa bahwa semua yang mereka miliki adalah semata-mata hasil kerja keras dan usaha diri sendiri. Kesombongan membuat mereka lupa akan Tuhan, dan tidak mengakui peranNya di dalam hidup mereka.

Sadari bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Roda kehidupan akan bergulir, kesuksesan dan kegagalan, sehat dan sakit, suka dan duka, semua ada masanya. Tanpa percaya dan bergantung kepada Dia, maka hanya lembah keputusasaan yang ditemui.

Lewat doaNya, Yesus menyadarkan kita agar selalu mengucap syukur kepada Bapa di segala waktu dan di dalam setiap kondisi. Mari belajar untuk menumbuhkan kerendahan hati, miliki hati dan pikiran yang terbuka agar kita peka mendengar suaraNya yang disampaikanNya lewat berbagai peristiwa hidup yang kita alami. Dengan mengandalkan Dia, pasti kita dimampukan untuk menyelaraskan langkah hidup kita dengan kehendakNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: