Bersungut-Sungut

Ayat bacaan: Keluaran 15:22
======================

“Musa menyuruh orang Israel berangkat dari Laut Teberau, lalu mereka pergi ke padang gurun Syur; tiga hari lamanya mereka berjalan di padang gurun itu dengan tidak mendapat air.”

Pernahkah anda melakukan perjalanan jauh? Biasanya dalam sebuah perjalanan anda akan berhadapan dengan banyak hal, situasi dan pengalaman. Anda bisa merasa capai, gembira, sedih, bosan, emosi dan sebagainya ketika melalui perjalanan tersebut. Perjalanan kerohanian kita pun seperti itu. Ada kalanya kita mengalami masa2 dimana Tuhan melakukan mukjizatnya, menolong kita, menyembuhkan kita, mengangkat kita dari kegelapan, melepaskan kita dari beban dan lain2, tapi ada kalanya kita menghadapi masa2 yang kurang menyenangkan.

Bangsa Israel punya sejarah panjang mengenai masalah bersungut-sungut ini. Alkitab memaparkan dengan jelas bagaimana mereka berulang kali bersungut-sungut, komplain dan mengutarakan ketidakpuasan mereka, meskipun mukjizat atas mereka sudah begitu banyak dilimpahkan Allah. Dalam ayat bacaan hari ini kita bisa melihat segera setelah mereka melewati Laut Teberau alias Laut Merah, dimana kisah laut terbelah yang menenggelamkan prajurit2 Firaun baru saja terjadi, bangsa Israel masuk ke padang gurun Syur, dan mengalami kesulitan air. Mukjizat penyelamatan luar biasa baru saja mereka alami, tapi kemudian ketika menghadapi kesulitan air, mereka sudah mulai bersungut-sungut lagi. Cuma bangsa Israel yang seperti ini? kalau mau jujur, kita yang hidup hari2 ini pun masih sering bertingkah seperti itu. Seringkali kita menghadapi masa2 sulit dengan bersungut-sungut. Kebanyakan orang berharap bahwa Tuhan akan segera menyelesaikan masalah kita secara instan, dan jika tidak, kita akan segera menggerutu, kesal dan bersungut2. Kalau kita lihat secara luas dalam hidup kita, begitu banyak berkat Tuhan yang turun atas kita sejak lahir hingga sekarang, betapa tidak pantasnya apabila menghadapi pencobaan kita langsung mengeluh.

Pada satu ketika, ada seseorang yang dirampok di jalan. Dalam seketika dia langsung dikerumuni orang banyak. Dia hanya tersenyum, dan hal itu mengherankan orang2 yang mengerumuninya. Ketika mereka bertanya, dia menjawab: ada dua hal yang membuat dia tersenyum. Satu, dia bersyukur dia cuma dirampok dan tidak dibunuh, dan kedua, dia dirampok dan bukan merampok.

Alkitab berbicara berulang kali mengenai hidup dengan penuh sukacita. Kalau kita mengenal pribadi Tuhan, kita akan tahu betapa hidup kita ini ada dalam tanganNya. Jadi buat apa kita mengeluh? Kalaupun Tuhan mengijinkan kita berjalan dalam lembah permasalahan supaya kita terlatih dan ditempa untuk percaya dan bergantung sepenuhnya kepadaNya. Tetaplah mengucap syukur dalam segala hal, karena Dia adalah Allah yang setia yang tidak pernah membiarkan anak2Nya berjalan sendirian. Tuhan akan selalu memberikan solusi sesuai waktunya Tuhan. Ayat Mazmur 103:2 yang berbunyi “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya” (Mazmur 103:2) dapat menjadi sebuah ayat yang selalu mengingatkan kita untuk tetap hidup dalam sukacita dan tidak melupakan segala berkat yang telah kita terima dari Tuhan.

Dalam kondisi apapun, mari persembahkan segala puji2an, hormat dan kemuliaan pada Bapa.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply