Bersukacita Menyambut Tahun Baru

Ayat bacaan: Mikha 7:7
======================
“Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!”

bersukacita tahun baru

Apa yang anda rasakan dalam menyambut tahun baru yang akan datang lusa? Bersyukurlah jika anda merasa baik-baik saja dan tenang dalam memasuki tahun yang baru. Pada kenyataannya ada banyak yang khawatir dengan berbagai macam alasan. Ada yang mengalami banyak problema di tahun ini sehingga mereka pun merasa gamang untuk melangkah ke dalam tahun berikutnya. “Tahun ini saja sudah susah, bagaimana tahun depan? Tidak tahu deh, saya pasrah pak..” kata bapak tukang parkir yang sudah saya kenal. Ada yang ragu menatap tahun baru karena menurut pengalaman mereka dalam beberapa tahun terakhir, situasi bukannya membaik tetapi malah memburuk. Ada pula yang dicekam ketakutan karena banyaknya ramalan-ramalan yang mengatakan bahwa tahun 2012 merupakan tahun terakhir perjalanan sejarah manusia di bumi. Kondisi sulit, krisis terjadi dalam multi dimensi. Bukan saja di negara kita tapi secara global pun demikian baik dalam segi ekonomi, politik, keamanan, kesehatan, dan lain-lain. Belum lagi bencana alam dan sebagainya yang memporakporandakan banyak tempat di berbagai belahan dunia. Lantas bagaimana? Apa yang harus kita lakukan? Haruskah kita kehilangan sukacita dan masuk ke dalam tahun baru dengan sikap pesimis atau bahkan menyerah sebelum bertanding? Jangan sampai. Alangkah sayangnya apabila kita menatap tahun yang baru dengan pandangan suram atau tanpa harapan.

Mungkin baik bagi kita untuk belajar dari apa yang terjadi pada masa pelayanan Mikha. Mikha ini adalah seorang nabi dari desa terpencil yang pelayanannya ada dalam rentang masa pemerintahan raja Yotam, Ahaz dan Hizkia. Situasi dan kondisi dunia saat ini sepertinya sama seperti pada masa Mikha itu. Pasal 7 kitab Mikha menggambarkan bagaimana kebobrokan moral di zaman itu. Kelaparan, gagal panen (ay 1), kemerosotan moral, hilangnya orang saleh dan jujur, saling jebak, saling tipu, bahkan saling menghancurkan (ay 2), sudah begitu terbiasa berbuat jahat, pejabat dan hakim korupsi dan menerima suap, pemimpin memaksakan kemauannya, hukum diputar balikkan (ay 3), orang yang terbaik sekalipun di dunia diibaratkan bagai semak duri yang tidak berguna dan menusuk (ay 4), tidak ada lagi yang bisa dipercaya (ay 5), kehancuran rumah tangga, permusuhan antara anggota keluarga (ay 6). Semua ini dikatakan Mikha seperti sebuah luka yang tidak dapat sembuh dan menular. “sebab lukanya tidak dapat sembuh, sudah menjalar ke Yehuda, sudah sampai ke pintu gerbang bangsaku, ke Yerusalem!” (ay 9).

Bukankah apa yang kita hadapi hari ini kurang lebih sama dengan situasi yang Mikha hadapi pada masa itu? Karenanya kita bisa belajar lewat sikap Mikha dalam menghadapi kondisi sulit ke depan. Ayat bacaan hari ini menggambarkan penyerahan sepenuhnya pada Tuhan. “Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!” (Mikha 7:7). Perhatikanlah, setelah kita melihat bagaimana kebobrokan moral diungkapkan begitu gamblangnya dalam kitab ini, Mikha lalu menyatakan sikapnya berada dalam kondisi seperti itu. Mikha memilih untuk berpegang kepada Tuhan dengan pengharapan penuh. Apabila Tuhan mampu menyelamatkan anak-anakNya di masa lalu, jika kita sudah berkali-kali melihat bahwa Tuhan mampu melakukan mukjizat lewat cara-cara yang ajaib, jika dulu Dia sanggup, sekarang pun Tuhan sanggup! Sebab Tuhan tidak pernah berubah, Dia selalu sama, dulu, sekarang sampai selamanya. (Ibrani 13:8) “Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti. Sebab itu kita tidak akan takut, sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut;sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya. Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai. Allah ada di dalamnya, kota itu tidak akan goncang; Allah akan menolongnya menjelang pagi. Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur. TUHAN semesta alam menyertai kita, kota benteng kita ialah Allah Yakub.” (Mazmur 46:2-8).
 Ini janji penyertaan Tuhan yang luar biasa, dan pujilah Dia untuk itu. Tuhan sudah menjanjikan sesuatu yang seharusnya bisa melegakan dan menenangkan kita, sesuatu yang seharusnya tidak membuat kita harus kehilangan sukacita. Karenanya kita tidak perlu takut memasuki tahun baru yang secara logika manusia diprediksi bakal suram dan penuh ketidakpastian atau tanpa harapan. Penulis Ibrani selanjutnya mengatakan: “Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.” (Ibrani 12:26-27). Ayat selanjutnya berbicara mengenai apa yang harus kita lakukan. “Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.” (ay 28).

Lewat Mikha kita bisa belajar untuk terus dengan pengharapan penuh menanti-nantikan Tuhan. Mikha percaya kepada penyertaan Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun, Mikha percaya penuh pada kuasa Tuhan yang akan selalu menyelamatkan dan mendengarkan doa anak-anakNya. Daud mengingatkan bahwa ada penyertaan Tuhan yang luar biasa bagi kita meski bumi hancur lebur sekalipun. Dalam Ibrani kita juga membaca bahwa ada kita harus selalu bersyukur dan beribadah pada Allah karena Dia memberi janji buat kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, meski segala yang lain tergoncangkan. Yesus sendiri berkata: “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” (Markus 9:23). Karena itu, memasuki tahun baru, 2012, mari kita semua tetap setia menantikan Tuhan. Teruslah mengucap syukur dan berdoa, karena Tuhan siap meluputkan permasalahan bagi setiap yang percaya kepadaNya. Hanya dua hari lagi kita sudah memasuki lembaran tahun yang baru. Bersyukurlah kita masih diberi kesempatan untuk itu. Tidak perlu ada rasa takut, khawatir dalam menatapnya, karena Tuhan ada bersama kita.

Bersukacitalah menyambut Tahun Baru dengan Tuhan berjalan bersama anda

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply