Bersihkan Hati dan Kembangkan Kemurahan hati

sedekah

Selasa, 14 Oktober 2014. Hari Biasa XXVIII
Gal. 4:31b – 5:6; Mzm. 119:41,43,44,45,47,48; Luk. 11:37-41

“Berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

YESUS  sungguh luar biasa! Itulah sebabnya, setelah mendengarkan kotbah-Nya, seorang Farisi mengundang-Nya untuk makan. Mengapa? Tak diragukan, karena ia ingin mendengarkan Dia lagi dan lebih, Dia orang yang istimewa luar biasa itu. Dialah yang menyampaikan sabda Allah tidak seperti orang-orang lain sebelumnya.

Pada kesempatan makan tersebut Yesus tidak mengikuti aturan hukum Taurat yakni dengan mencuci tangan sebelum makan. Ketika orang Farisi melihat hal itu, mereka heran. Yesus pun mulai mrngajar dia dan berkata, “Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan. Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam? Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.”

Tentu saja, Yesus tidak lupa atas aturan hukum itu. Yesus justru hendak menggunakan kesempatan itu untuk menyatakan kepada oran Farisi itu tentang kesucian dan kebersihan hati. Yesus menantangnya untuk dadar bahwa bagi Allah yang lebih penting bukan tangan yang bersih untuk makan tetapi budi dan hati yang bersih untuk memberi makan alias berderma. Yesus menunjukkan kepada orang Farisi itu agar menyingkirkan semua pikiran dan semangat yang kotor dan jahat seperti ketamakan, keangkuhan, kepahitan, keirian dan kesombongan.

Dengan menyembah Yesus dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar untuk memberibdenga bebas dan murah hati kepada yang butuh kasih, belarasa, kebaikan dan belas kasih kita. Kita mohon kepada Tuhan agar hati kita penuh kasih dan belarasa sehingga tak ada lagi ruang untuk keirian, ketamakan, kepahitan dan

Tuhan Yesus Kristus, ubahlah hati, budi, dan sikap kami agar kami kebih peduli kepada sesama. Penuhilah kami dengan kasih-Mu dan tingkatkan rasa haus kami akan kekudusan. Bersihkan hati kami dan bebaskan kami dari yang jahat hingga hati kami bersih dan suci serta merdeka dan murah hati kepada sesama, kini dan selamanya. Amin.

Pastoran Sanjaya Muntilan
»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Ilustrasi (David Battricks)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: