Bersatulah

Ayat bacaan: Yohanes 17:20-21
========================
“Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”

bersatu

Ada sebuah trio pengusung jazz yang baru saja terbentuk tahun lalu melibatkan satu pemusik legendaris dan dua pemain muda berbakat yang karirnya sedang cemerlang. Tidak ada yang ragu dengan kualitas mereka. Kemampuan bermain masing-masing individu bisa dibilang sudah berkelas dunia. Musik yang mereka tampilkan sebagai sebuah grup pun luar biasa. Dengan skill yang mereka miliki, mereka bisa bermain lepas dalam improvisasi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Tetapi apa yang menarik buat saya adalah melihat bagaimana chemistry di antara mereka meski ada perbedaan usia yang cukup jauh antara dua musisi muda dengan senior mereka ini. Chemistry sebagai sebuah kesatuan, sebagai satu unit, inilah buat saya yang memberi perbedaan signifikan dalam permainan mereka. Skill boleh hebat, tetapi jika mereka tidak bersatu dalam permainan dan masing-masing mengedepankan ego mereka, niscaya apa yang mereka mainkan akan berantakan, tidak peduli setinggi apa kemampuan mereka sebagai individu. Inilah hal yang saya suka di dalam jazz. Harmonisasi dan kebersatuan dalam bermain merupakan hal wajib yang harus dilakukan. Tidak boleh ada pemain yang egois dan ingin tampil di atas teman-temannya. Mereka harus siap melepaskan segala atribut ke”aku”an sebelum naik ke pentas agar bisa menampilkan permainan terbaiknya.

Sama-sama percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, tetapi berbeda gereja atau aliran. Ini seringkali membuat hubungan di antara sesama saudara/saudari seiman menjadi kaku, renggang atau bahkan terputus. Kita bisa mudah terjebak untuk merasa tata cara kita yang paling benar sedang yang lain salah atau malah sesat. Keretakan di dalam satu gereja yang sama pun bukan lagi hal baru. Bukannya bersatu tapi malah semakin terpecah dengan mendirikan gereja sendiri. Ironisnya terkadang mereka malah menyalahkan Tuhan atas itu. “Ini kehendak Tuhan, kita harus berdiri sendiri.” Apakah benar Tuhan menghendaki perpecahan? Rasanya tidak. Kalau Tuhan Yesus menyinggung hal ini dalam doanya secara khusus, artinya hal persatuan merupakan agenda penting dari isi hati Tuhan bagi umatNya.

Di Taman Getsemani, Tuhan Yesus berdoa untuk semua orang yang percaya padaNya lewat pemberitaan mereka, baik lewat pengajaran, pewartaan, kesaksian, sikap hidup dan lain-lain. Lihatlah bunyi doa Yesus berikut ini:
“Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yohanes 17:20-21)
Apa yang diminta Yesus bagi orang percaya? Dia tidak meminta agar Tuhan selalu memastikan orang percaya agar hidup tanpa penderitaan, selalu senang, tidak pernah jatuh sakit atau disakiti baik secara fisik maupun perasaan. Tapi yang Tuhan Yesus minta adalah agar semua orang percaya menjadi satu, seperti Tuhan di dalam Kristus dan Kristus di dalam Tuhan. For all of us to be one, just like Father are in Him, and Him in Father. Ini sebuah pesan penting akan persatuan di antara Bapa, Kristus dan kita anak-anakNya. Untuk itu Yesus sudah memberi kemuliaan, the glory and honor, seperti yang telah diberikan Tuhan kepadaNya. “Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:” (ay 22). Yesus berdoa agar kita bersatu, hidup rukun satu dengan lainnya agar dunia bisa mengetahui bahwa Tuhanlah yang mengutus Kristus untuk menyelamatkan manusia. “Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.” (ay 23).

Berbeda denominasi boleh saja, tapi janganlah terlalu cepat menghakimi bahwa denominasi yang satu lebih rendah dari yang lain, mereka salah kita benar, apalagi sampai menuduhnya sesat. Selama sebuah gereja mengakui Bapa, Anak dan Roh Kudus, selama gereja selalu fokus dan haus akan Tuhan, selama semuanya didasarkan pada Alkitab, selama Tuhan yang dipermuliakan disana dan bukan kepentingan pribadi, maka Tuhan Yesus jelas ada disana. Ketika ada orang yang menganggap bahwa hanya gereja dengan jumlah jemaat besar lah yang diberkati, dan menganggap enteng gereja yang jemaatnya hanya sedikit, ingatlah bahwa Tuhan Yesus hadir tidak hanya pada ribuan jemaat, tapi dengan jumlah sedikit pun yang bersekutu dalam doa, Tuhan Yesus hadir diantara mereka. “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20). Dua atau tiga orang saja berkumpul atas NamaNya, maka Yesus pun hadir disana. Alangkah indahnya jika semua gereja mendasarkan bukan pada perbedaan tapi pada kesamaan, bahwa semuanya adalah satu dalam Kristus, merupakan bagian dari tubuh Kristus. Dan saya melihat hari-hari ini sungguh indah, dimana ditengah berbagai persoalan kehidupan yang menerpa, ada banyak anak-anak Tuhan tidak lagi mempersoalkan denominasi ketika mereka berkumpul dan bersatu dalam doa di tempat pekerjaannya. Ada persekutuan-persekutuan dan pelayanan interdenominasi yang terus tumbuh, ada buletin-buletin yang menjangkau semuanya, dimana Tuhan Yesus lah yang dipermuliakan, dan itu menjadi dasar kebersamaan bagi masing-masing denominasi yang berbeda. Kebersatuan kita merefleksikan Trinitas. Kemuliaan Tuhan akan terlihat melalui kita anak-anakNya dan saya yakin, Tuhan akan sangat bangga jika itu kita lakukan.

Dalam 1 Korintus 12:12-31 Paulus menguraikan panjang lebar akan hal ini. Banyak anggota, tetapi satu tubuh. “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.” (1 Korintus 12:12). Mata adalah organ tubuh penting, tapi bagaimana jika tubuh kita hanya terdiri dari mata? “Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan.” (ay 21-22). Masing-masing kita sebagai bagian dari tubuh Kristus mendapat karunia tersendiri, yang jika digabungkan akan dapat menjadi kesaksian akan Kristus. Perpecahan merupakan keinginan iblis. Iblis akan selalu mempengaruhi dan menggoda agar kita terpecah.

Dalam Roma 16:17 kita diingatkan untuk waspada terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan perpecahan dan godaan. Kita harus semakin utuh dalam kesamaan, bukan malah memperbesar jurang perbedaan. Seperti pelangi yang indah karena warna-warna berbeda bersatu membentuk untaian indah di langit, begitula indahnya jika kita semua bersatu, saling dukung, saling menguatkan dan saling bantu tanpa mempersoalkan latar belakang denominasi dimana kita bertumbuh. Semua adalah anggota tubuh Kristus, dimana jika mereka berkumpul atas nama Kristus, Dia pun hadir ditengah-tengah mereka, sama seperti Kristus hadir didalam persekutuan kita.

Hendaklah kita menjadi satu, seperti Kristus ada di dalam Tuhan, Tuhan ada di dalam Kristus, dimana kita ada didalamnya

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: