Bersama Maria dan Yosef Mengimani Yesus

Bajawa maria1Senin, 8 September 2014. Pesta Kelahiran St. Perawan Maria Matius 1:18-23. “Ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1:20) HARI  ini adalah Pesta Kelahiran St. Perawan Maria yang […]

Bajawa maria1

Senin, 8 September 2014. Pesta Kelahiran St. Perawan Maria
Matius 1:18-23.

“Ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.” (Matius 1:20)

HARI  ini adalah Pesta Kelahiran St. Perawan Maria yang dipanggil dan dipilih menjadi Bunda Yesus Kristus Juruselamat kita. Ada dua pilihan bacaan Injil, yaitu Matius 1:1-16; 16-23 dan Matius 1:18-23. Yang pertama tentang silsilah Yesus. Yang kedua tentang Maria yang diterima Yosef, tunangannya, meski mengandung dari Roh Kudus.

Tentang kelahiran Perawan Maria, kita mempunyai tradisi suci yang panjang. Dalam tradisi iman Kristiani, kelahiran Maria telah dipersiapkan untuk Juruselamat, Yesus Kristus. Menurut St. Matius, silsilah Yesus dimulai dari Abraham hingga Daud, raja Israel Kuno.

Apa makna dari pesta ini bagi kita? Pertama-tama kita dapat belajar untuk percaya kepada janji Allah. Allah menjanjikan Juruselamat melalui Maria yang dipilih untuk mengandung dan melahirkan Putra Allah yang Mahatinggi. Maria mengandung bukan oleh seorang lelaki melainkan oleh Roh Kudus. Jadi, Perawan Maria telah percaya pada janji Allah bahkan sanggup terlibat dalam pemenuhan janji itu dengan segala risiko beratnya.

Ia harus mengandung dan melahirkan seorang Putra tanpa relasi alamiah seorang ayah. Ini tak pernah terjadi bahkan terdengar sebelumnya. Tentu, untuk menerima peristiwa langka ini dibutuhkan iman dan kepercayaan penuh.

Persoalan menjadi lebih buruk, sebab Maria harus mengandung saat ia belum menikah. Kala itu dan juga sekarang pun, mengandung tanpa seorang suami itu pasti suatu aib dan tidak bisa ditolerir. Sebagai tunangan, Maria pasti berada dalam dilema sebab harus memilih antara kesetiaan dengan sang tunangan dan ketaatan dengan Tuhan dengan risiko ditolak tak hanya oleh Yosef tetapi juga keluarga dan kerabat-kerabatnya.

Dalam situasi ini, Perawan Maria tetap percaya pada janji Allah. Inilah pelajaran yang bisa kita petik. Hanya karena iman akan janji Tuhan maka Yosef dan semua kerabatnya bisa menerima Maria apa adanya dan tidak menghakimi dia.

Syukur kepada Allah, sebagaimana diwartakan Injil hari ini, Yosef sebagai seorang yang tulus hati dan takut akan Allah, ia pun taat kepada Allah! Ia menerima pesan malaikat yang disampaikan kepadanya untuk menerima Maria sebagai istrinya beserta Anak yang sedang dikandungnya sebagai Mesias yang dijanjikan.

Yang kedua, kita belajar tak hanya dari Maria tetapi juga Yosef. Mereka adalah model iman kita. Mereka adalah saksi setia dan hamba-hamba Allah yang taat terlibat dalan penggenapan janji Allah. Mari kita pun setia dan taat seperti Maria dan Yosef dalam menantikan penggenapan janji Allah sebagai terjadi dalam diri Yesus Kristus.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mengikuti jejak Maria dan Yosef dalam mengimani Kristus. Yesus Kristus adalah pengharapan tak hanya bagi umat Perjanjian Lama, tetapi juga segala bangsa dan generasi. Yesus Kristus adalah Juruselamat bagi kita semua, apa pun iman dan agama kita. Bersama Maria dan Yosef, kita taat setia mengimani Kristus.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau datang ke dunia melalui Bunda Maria untuk menyelamatkan kami dari kuasa dosa dan maut dan memberikan hidup abadi berlimpah berkah. Bersama Maria dan Yosef, kami ingin memuliakan Dikau dalam karya keselamatan dan percaya pada seluruh rencana keselamatan-Mu, kini dan selamanya. Amen

Malang
SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman
»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•ĐǎƖєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Patung jumbo Bunda Maria di Bajawa, Keuskupan Ende, Flores. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply