Berontak Terhadap Orang Tua

10 Juli - RmT“Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.” (Mat 10, 21) ANAK-ANAK memberontak terhadap orangtuanya! Ini bukan hanya kata-kata kosong, tetapi merupakan realitas yang sering terjadi di dalam hidup berkeluarga. Dalam kesempatan wawan hati dengan orang tua siswa, seorang romo pamong sebuah sekolah mendapatkan keluhan dari banyak orang tua. Mereka memang senang dan bahagia saat mendapatkan anugerah anak dalam keluarga. Banyak peristiwa lucu dan menggemaskan saat melihat anaknya bisa bicara, bisa berjalan dan mulai tumbuh jadi kanak-kanak. Namun demikian situasi cepat berubah saat anaknya mulai remaja. Anaknya semakin sulit diatur, keras kepala, mulai berani membantah kata-kata orang tua, tidak berhenti main game, tidak tahu pekerjaan kecil yang bisa dilakukan di rumah. Bahkan sementara remaja malahan tidak hanya berani membantah, tetapi juga berani menantang orang tua. Banyak orang tua sudah angkat tangan dalam hal menasehati dan mendampingi anak-anak. Mereka minta tolong guru atau romo pamong untuk menasehati anaknya. Kenyataan yang menunjukkan adanya perubahan di dalam pola-pola relasi antara anak dan orang tua. Perubahan relasi di dalam keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Tetapi juga bisa disebabkan oleh iman akan Yesus Kristus. Perubahan pola relasi yang sering membuat tidak nyaman dan tidak aman. Situasi seperti inilah yang sering dialami dan dihadapi oleh para murid, dimana pun mereka tinggal dan berada; kemana pun mereka diutus untuk melayani. Situasi yang dialami dan dihadapi sering digambarkan seperti domba di tengah serigala. Tidak aman dan tidak nyaman serta dihadapkan dengan banyak ancaman. Kapan dan dalam peristiwa apa saya mengalami dan menghadapi situasi seperti itu? Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem. Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

10 Juli - RmT

“Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian pula seorang ayah terhadap anaknya. Anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.” (Mat 10, 21)

ANAK-ANAK memberontak terhadap orangtuanya! Ini bukan hanya kata-kata kosong, tetapi merupakan realitas yang sering terjadi di dalam hidup berkeluarga. Dalam kesempatan wawan hati dengan orang tua siswa, seorang romo pamong sebuah sekolah mendapatkan keluhan dari banyak orang tua. Mereka memang senang dan bahagia saat mendapatkan anugerah anak dalam keluarga. Banyak peristiwa lucu dan menggemaskan saat melihat anaknya bisa bicara, bisa berjalan dan mulai tumbuh jadi kanak-kanak.

Namun demikian situasi cepat berubah saat anaknya mulai remaja. Anaknya semakin sulit diatur, keras kepala, mulai berani membantah kata-kata orang tua, tidak berhenti main game, tidak tahu pekerjaan kecil yang bisa dilakukan di rumah. Bahkan sementara remaja malahan tidak hanya berani membantah, tetapi juga berani menantang orang tua. Banyak orang tua sudah angkat tangan dalam hal menasehati dan mendampingi anak-anak. Mereka minta tolong guru atau romo pamong untuk menasehati anaknya.

Kenyataan yang menunjukkan adanya perubahan di dalam pola-pola relasi antara anak dan orang tua. Perubahan relasi di dalam keluarga tidak hanya dipengaruhi oleh proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Tetapi juga bisa disebabkan oleh iman akan Yesus Kristus.

Perubahan pola relasi yang sering membuat tidak nyaman dan tidak aman. Situasi seperti inilah yang sering dialami dan dihadapi oleh para murid, dimana pun mereka tinggal dan berada; kemana pun mereka diutus untuk melayani. Situasi yang dialami dan dihadapi sering digambarkan seperti domba di tengah serigala. Tidak aman dan tidak nyaman serta dihadapkan dengan banyak ancaman.

Kapan dan dalam peristiwa apa saya mengalami dan menghadapi situasi seperti itu? Teman-teman selamat malam dan selamat beristirahat. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply